ketika malam,April sudah menyiapkan semua nya untuk makan malam bersama Difan.
"Kamu gak ganti baju sayang?"tanya bunda nya.
"ngak bun udah gini ajah."
"Anak papah harus cantik gak boleh kayak gini ayo ganti baju sana."Perintan papah April.
Tapat pukul 19.00 acara makan malampun di mulai.Difan duduk di samping Bunda April dan berhadap hadapan dengan April.
Makan malampun di mulai dengan ketenangan yang menyelimuti suasana tersebut.
"Difan?berapa lama kamu kenal April?"tanya papah April.
"Gak lama om cuman 3 tahun ini tapi eaktu SMP kelas 9 sampai masa MOS SMA saya ada di singapura om."jelas Difan.
"Di singapaur?ngapain kamu disana?"
"Saudara kembar saya sedang menjalani kemo terapi disana om jadi terpakda semua keluarga saya harus meninggalkan indonesia untuk sementara waktu"jelas Difan
"oh...ya sudah kalau gitu.mau kelilingi liling rumah ini?"tanya papah April
"Boleh om kalo gak ngerepotin."
"Engak kok,April silahkan bawa Difan keliling rumah ini."ucap Papah nya
"ia pah."
"Difan salam sama papah kamu ya saya ada keperluan sebentar jadi saya tinggal"ucap Papah April sambil mengambil hand pone nya.
"baik om akan saya sampaikan nanti"ucap Difan.
"Yasudah ayo keliling dulu sana sama April."ucap Bunda April.
April dan Difanpun mengelilingi rumah tersebut dengan tenang.Dan tak lama mereka berhenti di atap rumah April,yang biasa nya di gunakan nya untuk bersantai.
Mereka duduk dan memandangi bintang bintang yang bertaburan di langit.
"Pemandangan nya bagus ya"ucap Difan
"ia mengingatkan aku sama dia"ucap April Lirih.
Seketika April mengigat masa masa di mana Dafin dan diri nya melihati bintang bintang di sini penuh canda dan tawa saat itu.
"Pril kenapa?"tanya difan.
"gak kok"
"gak mungkin coba cerita sama aku."ucap difan.
"ok aku akan ceritain semua nya..."
Aprilpun menceritakan semua kejadian nya sampai akhir ini dengan penuh air mata dan isak tangis saat itu."jadi?sekarang dia kemana?"tanya Difan
"Gak ada yang tau dia kemana.Semua Komunikasi sudah tak berguna."jelas April
"Kalo boleh tau nama dia siapa?"tanya Difan penasaran.
"Dafin C Putra nama nyadia gak pernah mau sebutin nama tengah nya."
'Dia kakak ku...bagai mana ini cara menjelaskan nya.?'Batin Difan bimbang.
"Apa dia gak ada kabar selama 2tahun di SMP?"tanya Difan memastikan.
"ia dia gak ada kabar selama dua tahun sebelum semua komunikasi putus."
"Yaudah sekarang kamu istirahat besok aku akan nunjukin kamu sesuatu di rumahku.jadi sekarang kamu istirahat dulu."jelas difan.
April hanya mengangguk dan turun menuju kamar nya.Ia masih murung dan sedih karna kejadian tersebut.
"Tante Difan pulang dulu ya "ucap Difan pamit.
"oh ia difan makasih ya udah bantu April dalam ke mamah Tania."ucao bunda April.
Difanpun mengambil kunci motor nya dan segera pulang kerumah nya.
-o0o-
Saat dirumah Difan segera mencari mamah nya dan ingin mananyakan kepastian dan kebenaran nya.
"mah,Difan mau bertanya satuhal."ucap Difan sambil duduk di samping mamah nya.
"eh..ia kenapa tanya ajah."
"Kak Dafin punya kekadih yang ia tinggalin mah?"tanya Difan
"Ia dia punya kekasih yang ditinghalin dulu dan mamah gak tau dia siapa."
"siapa nama nya mah?"
"kalo gak salah April deh"
"Dia pacarku sekarang mah."
"seriusan kamu?akhirnya mamah nemuin kekasih Dafin.Kamu ajak di kesini,mungkin dia gak tau kejadian sebenar nya jadi tolong kamu panggil dia kesini besok mamah mau jelasin dan minta maaf tentang semua nya."jelas mamah Difan
"ia mah besok aku akan bawa dia kesini."ucap difan
"Yaudah kamu istirahat besok jemput dia ya."ucap Mamah Difan.
Difanpun menqiki anak tangga dan memwsuku kamar.Ia menggambil sebuah jaket orange yang pernah di beri almarhumah kakak nya dulu.
'Dia cewek yang sempurna,Tolong beriakan ini kepada nya.Rambut nya yang kemerahan membuat ku selalu merindukan nya.'Ucap Difan dalam hati mengingat ingat kata kata terakhir kakak nya.
Difanpun bergegas tudur untuk menjalankan hari nya besok.
•°•°•
KAMU SEDANG MEMBACA
DifanApril [Tamat]
Teen Fiction"Cinta kita bagaikan kembang api,Indah saat menyala.Namun sayang itu semua takakan bertahan lama" Inilah kisah Cinta mereka, Butuh perjuangan dan pengorbanan, namun sayang semua hanya sesaat.