Lima Tahun yang lalu...
Sehari setelah pertama kali Keynal menyelinap ke kamar Veranda....
Keynal melangkah menuju kostan nya dengan tatapan waspada. Mengitari pandangan sekitar jalan yang ia lalui. Memastikan tidak ada orang-orang suruhan Papa nya atau Abang nya.
Setelah di rasa aman, ia langsung masuk kedalam kosan nya.
Hal pertama yang ia lakukan adalah mengambil ransel nya.
Memasukkan semua keperluan sekolahnya. Dan juga beberapa pakaian.
Kemudian ia langsung keluar dari dalam kamar nya. Dengan masih mengendap ia berlalu begitu saja keluar dari gedung kost-an nya. Ia harus segera pergi sebelum Abang nya datang menjemput.
Dengan menumpang sebuah taksi, ia tempat yang di rasa cukup jauh dari area Kostan nya.
Untuk istirahat sejenak, ia memilih minimarket yang buka 24 jam. Dengan membeli mie cup, beberapa cemilan dan juga minuman. Keynal memutuskan duduk di tempat yang di sediakan. Mengabaikan pandangan pekerja yang menatap nya curiga.
Ia sama sekali tidak tidur malam itu, kepalanya sudah di penuhi oleh berbagai hal.
Dan yang paling dominan adalah Veranda. Ia sama sekali tidak bisa mengenyahkan gadis itu dari kepalanya.
Masih terasa jelas, bagaimana rasa bibir gadis itu di bibirnya. Membuatnya harus mengambil udara banyak-banyak karena merasa berdebar sendiri.
Hanya karena memikirkan nya saja, sudah membuatnya gila. Ia masih tidak percaya bagaimana gadis itu dengan gampang bercanda tentang hal yang di luar nalar. Jika, tadi ia tidak mempunyai pertahanan kuat ia pasti sudah meniduri gadis itu.
Hanya laki-laki bodoh yang tidak tergoda dengan Veranda.
Gadis itu bahkan nyaris sempurna, memiliki segalanya yang di idamkan para pria.
Keynal menggeleng kuat kepalanya, mengenyahkan segala fikiran kotor yang menyergap fikiran nya. Memilih menyantap mie nya.
"Berhenti ngomong tentang ke matian. Loe lagi buat takut sekarang. "
Selera makannya langsung menguap, mengingat kembali ucapan nya. Semua terucap begitu saja, dan benar-benar membuatnya merasa takut akan kehilangan gadis itu.
Demi apapun, ia sudah tidak lagi sanggup untuk kehilangan buat kedua kali nya.
Entah sejak kapan, dan entah bagaimana. Gadis itu berhasil menembus pertahanan dirinya. Membuat nya, benar-benar ingin bersama gadis itu untuk selama nya.
Ia menunduk dalam, memikirkan tentang Ve. Membuat dadanya tiba-tiba sesak. Dan, malam ini ia sudah memutuskan. Satu keputusan yang mungkin akan di sesali kemudian hari. Ia sungguh menyayangi Abang nya, ia akan melakukan apapun asal bisa terus berdekatan dengan Abangnya. Bisa merasa di perhatikan Tama. Ia tidak mau di benci oleh Tama.
Tapi, untuk sekali ini saja. Ia ingin bersama gadis itu. Lebih lama lagi, ia ingin ada untuk gadis itu di sisa akhir hidupnya.
Ia ingin mendampingi nya. Maka, karena itu ia harus bersembunyi dari Abang nya. Paling tidak untuk sementara. Karena, ia yakin cepat atau lambat Tama akan menemukan nya.
***
Pukul sepuluh pagi, Keynal memasuki salah satu rumah sakit terbesar di Jakarta. Ia menemui seorang dokter yang ahli dalam penyakit kanker.
Yaitu Dokter Prima Radiaksa Kumaja. Yang tidak lain adalah Papanya Veranda.
"Saya Keynal " ujar Keynal memperkenalkan dirinya saat masuk kedalam ruangan dokter Prima.
Pria yang hampir paruh baya itu tidak langsung merespon. Terlihat mengernyitkan dahi nya, sebentar. Mungkin merasa tidak asing dengan nama Keynal. "Saya teman nya, Veranda "
Saat itu lah Prima mengulum senyum nya, merasa tebakkan nya tidak salah. Ia langsung beranjak dari kursinya untuk menyambut hangat kedatangan Keynal.
KAMU SEDANG MEMBACA
At Least Once
FanfictionJessica Veranda merupakan siswi kelas dua belas yang memiliki pergaulan yang luas. Selain parasnya yang cantik ia juga mempunyai otak yang cerdas. Di sekolah ia mengikuti berbagai hal, mulai dari Osis, ekskul renang, Mading, dll. Ia gadis yang selal...
