Di hari terakhir kegiatan belajar mengajar (KBM), suasana di kelas terasa lebih santai dari biasanya. Guru-guru memberikan wejangan dan motivasi kepada para siswa untuk menghadapi ujian akhir. Setelah pelajaran terakhir selesai, Irgi berdiri di depan teman-temannya yang sudah bersiap untuk pulang.
"Oke, guys! Hari ini aku traktir kalian makan. Hitung-hitung perpisahan sebelum kita sibuk sama ujian." Ucap Irgi tersenyum lebar
"Wah, tumben banget Irgi royal. Ada angin apa ini?" Gita tertawa kecil
"Anggap saja ini bentuk rasa terima kasihku buat kalian semua, khususnya tim solid ini: Nawalia, Gita, Fajar, dan Fadil. Kalian udah jadi teman terbaik selama ini."
"Awas, jangan cuma ngomong doang ya, Gi. Beneran traktir kan? Jangan sampai kita disuruh bayar sendiri nanti." Ucap Fadil menggoda
Semua tertawa, sementara Irgi menggeleng-gelengkan kepala dengan ekspresi sebal pura-pura.
"Tenang, tenang. Ini udah aku rencanain kok. Yuk, langsung aja kita pergi!"
Mereka berlima menuju sebuah restoran kecil di dekat sekolah. Restoran itu adalah tempat favorit mereka untuk berkumpul, karena suasananya yang nyaman dan makanan yang enak. Setelah memesan makanan, mereka duduk di meja sambil berbincang santai.
"Eh, gimana nih persiapan kalian buat ujian? Udah belajar atau masih santai?" Tanya Gita
"Santai aja dulu. Belum waktunya panik, hehehe." Ucap Fajar dengan santai
Nawalia menggeleng sambil tersenyum kecil
"Dasar kamu, Jar. Aku sih udah mulai review pelajaran. Nggak mau ambil risiko."
"Sama, aku juga. Soalnya ujian kali ini penentu banget kan. Masa nggak serius?" Ucap Fadil
"Ah, santai aja, Al. Kamu tuh pasti lulus, kok. Nilai kamu selalu bagus." Irgi mencoba bercanda
"Makasih, Gi. Tapi tetep aja harus usaha, kan?"
Ketika makanan mereka tiba, suasana makin ramai dengan tawa dan cerita. Mereka saling mengingat momen lucu selama sekolah, kenakalan kecil, hingga guru favorit mereka.
"Nggak nyangka ya, waktu kita di sini tinggal sebentar lagi. Setelah ini, siapa tahu kapan kita bisa kumpul kayak gini lagi." Ucap Gita
"Iya, bener. Makanya hari ini harus kita nikmati banget."
Setelah selesai makan, Irgi memesan es krim untuk semua orang sebagai penutup.
"Nah, ini sebagai simbol manisnya persahabatan kita, ya." Ucap Irgi dengan senyum lebar
"Wah, filosofis banget, Gi. Tapi aku setuju. Terima kasih, ya." Nawalia tertawa kecil
Sore itu ditutup dengan foto bersama di depan restoran, di mana mereka semua tersenyum lebar. Meskipun mereka tahu tantangan besar menanti, kebersamaan ini memberi mereka semangat baru untuk menghadapi masa depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fly To Eternity
Non-Fictioncinta, kehilangan, dan pengorbanan, meskipun hidup penuh dengan ujian dan penderitaan, jiwa seorang pahlawan tetap terbang menuju keabadian.
