Saat pagi tiba, Nawalia dengan semangat bersiap untuk membeli buku keperluannya untuk tes PSDP. Ia sudah meminta izin kepada Rian, namun sang ayah mendadak tidak bisa menemaninya karena ada rapat mendadak.
"Al, Ayah nggak bisa antar kamu. Rangga saja yang antar, dia sudah siap di depan."
"Harus banget dia? Aku bisa sendiri, Yah. Atau nggak sama kak radit"
"Radit ikut ibu ke lanud kamu Pergi sama Rangga ya?"
Meski enggan, Nawalia akhirnya keluar rumah dan melihat Rangga menunggunya di mobil dinas.
Rangga tersenyum kecil
"Pagi, Nona Muda. Udah siap?" Nawalia mendengus
"Ayo aku nggak suka berlama-lama."
Setibanya di toko buku, Nawalia meminta Rangga menunggu di mobil sementara ia masuk untuk memilih buku. Rangga menurut, namun matanya terus memperhatikan sekitar, memastikan keadaan aman.
Beberapa menit berlalu, namun Rangga merasa ada yang janggal ketika seorang pria tak dikenal keluar dari toko dengan terburu-buru. Ia langsung siaga.
Di dalam toko, Nawalia baru saja selesai memilih buku. Namun tiba-tiba, seseorang mendekatinya dari belakang, menutup mulutnya dengan kain, dan menariknya keluar melalui pintu belakang. Nawalia sempat meronta, namun efek kain itu membuatnya kehilangan kesadaran.
Di luar, Rangga yang mulai curiga memutuskan untuk masuk ke toko, namun ia tidak menemukan Nawalia di tempat.
"Mana gadis yang tadi di sini?" Rangga berbicara pada kasir
"Tadi dia di bagian belakang, tapi—"
Rangga langsung berlari keluar menuju pintu belakang. Di sana, ia melihat sebuah mobil melaju kencang dengan pintu belakang sedikit terbuka, memperlihatkan Nawalia yang tak sadarkan diri.
"Hei! Hentikan mobil itu!" Rangga berteriak
Ia langsung menuju mobilnya, menyalakan mesin, dan mengejar kendaraan tersebut. Namun, mobil penculik itu melaju dengan kecepatan tinggi, memanfaatkan jalanan yang ramai untuk menghilang.
Frustrasi, Rangga terus memutar di sekitar area itu, mencoba menemukan jejak mobil tersebut, namun semuanya sia-sia. Ia akhirnya berhenti di tepi jalan, memukul setir mobilnya dengan keras.
"Kenapa aku bisa lengah? Ini salahku..." Rangga berbisik pelan
Ia segera menghubungi Rian untuk melaporkan kejadian itu.
"APA?! Nawalia diculik? Bagaimana bisa?!" Ucap Rian di telepon, dengan nada serius
"Maaf, Pak. Saya ceroboh. Tapi saya janji, saya akan menemukannya."
"Kamu harus segera menemukan dia! Itu anak saya!" Ucap Rian dengan amarahnya
Rangga berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia akan menemukan Nawalia, apa pun yang terjadi. Dengan bantuan jaringan militer dan pengalamannya sebagai seorang perwira, ia memulai pencarian yang akan membawanya ke berbagai kejadian mendebarkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fly To Eternity
Non-Fictioncinta, kehilangan, dan pengorbanan, meskipun hidup penuh dengan ujian dan penderitaan, jiwa seorang pahlawan tetap terbang menuju keabadian.
