werewolf ɪɪ | oikawa tooru

1.3K 136 13
                                        

.

.

.

"Kumohon [Name]-chan," Iris coklat itu memndang sendu gadis yang sedang meringkuk di depannya, "Kau harus makan tubuhmu sudah sangat kurus"

Gadis itu semakin memojok ke dinding ketika laki-laki itu berusaha meraihnya. Tubuh mungilnya bergetar hebat karena ketakutan. Melihat tak ada kemajuan, masih sama seperti berminggu-minggu yang lalu, laki-laki itu menghela nafas lelah. Perlahan ia letakkan nampan berisi roti bakar dan segelas susu di atas meja kecil di sampingnya.

"Aku akan pergi bekerja dulu," ucapnya lalu berdiri, "Jangan lupa makan sarapanmu. Sudah kusiapkan juga makan siang, pastikan kau makan, okay?"

Namun si gadis itu tak menanggapi apapun.

"Aku tak mau kalau kau sampau sakit"

Dengan senyuman kecil yang ia lemparkan, laki-laki itu berjalan ke luar kamar, meninggalkan gadis bermahkota [hair color] itu sendirian.

...

Bunyi dentingan bel pintu terdengar ketika seorang laki-laki beraura blink-blink masuk ke dalam cafè.

"Ohayou Gozaimasu, Maaf aku terlambat"

"Akhirnya datang juga, hampir saja kami membuka cafè tanpamu, Pak Manager" ucap seorang laki-laki bersurai hitam yang sedikit berantakan sambil menata bunga di atas meja.

"Gomen-gomen" balasnya dengan kekehan kecil.

"Apa kau sibuk mengurusi gadis yang kau temukan itu?" dari arah pintu dapur seorang butler bersurai pink-brown menatap sang manager dengan tangan yang bersilang di belakang lehernya.

"Yah, begitulah"

Melihat tingkah manajerya itu, ia menghela nafasnya, "Aku tahu kau berusaha berbuat baik. Dan tentu saja itu bagus. Tapi siapa yang tahu kalau gadis itu sebenarnya punya niat yang tidak baik?"

"Tidak-tidak [Name]-chan tidak mung-"

"Kau menemukannya di hutan kan? Kalau asal-usulnya saja tidak jelas bisa jadi itu akan mendatangkan masalah untukmu"

Si manajer terdiam, dia speechless gais. Tapi kemudian senyum jenaka merekah di wajah tampannya, "Aww, Makki sangat menghawatirkanku"

Laki-laki yang tadi dipanggil Makki memandang si narsis itu dengan tatapan 'r u kidding me?'

Masih dengan tawanya, ia berjalan ke arah dapur, "Kalau begitu aku akan sarapan dulu sebelum kita buka"

"Eh, tapi ini sudah waktunya cafè dibuka, Oikawa-san"

"E-eh?!"

Akhirnya, mau tidak mau-karena profesionalitas Oikawa bekerja dengan perut kosong. Dari pagi hingga jam makan siang. Belum lagi hari itu banyak pelanggan cewek yang teryata adalah barisan man-fans nya. Lelah kuadrat. Bentuk karma yang kecil ini mah.

°°°

"Tadaima"

Dengan perasaan lelah lahir bathin Oikawa melepas lilitan syalnya. Setelah menaruh kantungan berisi makan malam ia berencana untuk membasuh diri.

Namun sesuatu membuatnya berhenti, maniknya menangkap seseorang yang sedang berlari di ruang tengahnya. Dan tanpa ragu ia beranjak untuk mengeceknya.

"[Name]-chan?"

Suaranya yang tiba-tiba membuat sosok itu terperanjat dan dengan cepat melesat melewatinya, menaiki tangga dengan terburu-buru.

"[Name]-chan?! Hei!"

fanfiction book | anime x readerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang