in den erinnerungen | erwin smith

3.1K 242 5
                                        

In den Erinnerungen [Erwin Smith x Reader]

Anime: Shingeki no Kyojin
Rated: T

Disc:
Shingeki no Kyojin © Hajime Isayama
Story © ChibiCapricorn_

Image © Artist - Source : Pinterest

.

.

.

"Enjoy it Minna Hope you Like this"

.

"In den Erinnerungen, -Hajimemashou!"

.

"Ibu" Seorang bocah laki-laki menghampiri ibunya yang sedang menyulam "aku merindukan Ayah"

Wanita yang dipanggil ibu itu menghentikan aktifitasnya "ya, Ibu juga merindukannya"

"Apa Ayah masih akan lama?"

"Sabarlah, Ayahmu pasti akan segera pulang" Dia melemparkan senyumnya.

Kami merindukanmu

Apa kau baik-baik saja di sana?

"Ibu!" seorang bocah laki-laki berlari sambil memegang secarik kertas di tangannya.

"Ada apa, sayang?" sang ibu yang baru saja menjemur selimut yang telah dicucuinya berbalik ke arah anaknya dengan senyuman lembutnya.

"Lihat!" Seru Edgar -nama bocah itu- memperlihatkan hasil karyanya

Wanita itu mengelus rambut pirang anaknya "Gambar yang bagus sayang"

"Aku tidak sabar ingin menunjukkan gambar ini pada Ayah!" ucapnya bersemangat sambil mengangkat tinggi-tinggi lukisan tangannya

"ya, Ayahmu pasti akan menyukainya"

Kapan kita akan berkumpul bersama lagi?

"Ibu, aku mau bertanya" Kali ini Edgar menghampiri Ibunya yang tengah bersiap tidur.

"Apa yang ingin kau tanyakan, sayang?"

"Orang-orang bilang Ayah dan yang lainnya tidak akan kembali, apa itu benar?"

"Kenapa tidak akan kembali? Ayahmu dan yang lainnya pasti akan Kembali"

Edgar sedikit menunduk "Lalu mereka juga bilang kalau pasukan yang Ayah pimpin itu pasukan yang mencari mati"

Dengan lembut [Name] menarik tangan putranya,
mendudukannya di sampingnya dan memeluknya "Tidak perlu mempercayai kata-kata itu. Pasukan pengintai bukanlah pasukan yang mencari mati, mereka adalah pahlawan yang berani mempertaruhkan nyawa untuk keluar dinding. Seharusnya kau bangga, sayang"

Edgar kembali menundukkan kepalanya, namun kali ini disertai dengan buliran air matanya "maafkan aku karena sudah bertanya hal yang tidak-tidak Ibu"

Sang ibu kembali tersenyum "Tak apa. Tapi kau harus tetap ingat untuk rendah hati, Jangan karena Ayahmu seorang pemimpin pasukan pengintai kau jadi sombong, ok sayang?"

"ya!" kali ini Edgar tersenyum lebar

Aku tidak peduli apa yang dikatakan orang-orang

Aku percaya padamu.

"[Name]" Seorang wanita paru baya memanggil nama anak perempuan kesayangannyam

"Ada apa ibu?" seperti seharusnya wanita bernama [Name] itu memperlihatkan senyumnya.

fanfiction book | anime x readerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang