Gugurnya cinta di musim semi

21 4 0
                                        


Aku penasaran sedang apa bunga cintaku di seberang sana, bagaimana keadaannya, masihkah kau ingat dengan pecundang ini? Aku tak bisa memahami hatiku, apa yang diinginkannya dan untuk apa ia selalu merindukanmu. Aku tahu awal dari perasaan ini, cinta datang secara tiba-tiba, perginya pula tanpa permisi. Padahal saat ini musim berseminya cinta, mengapa hanya bunga cintaku yang gugur?

Awalnya menyenangkan tanpa kutahu akhirnya akan seperti apa, kupikir semuanya berjalan seperti yang kubayangkan. Kedamaian saat bersamamu dan hangatnya hembusan nafasmu, seakan membawaku ke tempat yang menyenangkan. Tapi aku gagal melindungi hal yang berharga, dirimu adalah satu-satunya bunga yang gugur saat musim semi tiba. Seiring waktu kau kembali menjadi sosok yang hilang ditelan bumi, melewati musim semi tanpa siapapun. Jika memang inilah jawaban dari kisah cintaku, aku benar-benar tak menyukainya

Aku harap kau juga merasakan hal yang sama. Keberadaanmu saja sudah membuatku bahagia. Kau tidak perlu mengatakan apapun, rasa sakit menyembunyikan perasaan itu, aku sungguh tak memahami itu. Kucoba meniti waktu yang telah berlalu, aku menyesal kenapa dulu kubiarkan bunga itu gugur. Aku mohon padamu, mekarkan kembali cinta yang sempat layu

Aku tidak pernah memikirkan apapun untuk memulai obrolan denganmu. Jujur kuakui kelemahanku, keberanianku rasanya hanya sejengkal, aku tak suka itu. Yang aku pikirkan sekarang, bagaimana caraku memberanikan diri untuk menyapamu, hanya sekedar melihatmu tersenyum cukup bagiku mengobati rindu

Kini aku sadar, aku kehilangan kesempatan itu. Bukan bahagia yang kau dapat dariku. Bagaimana mungkin aku tak sadar setelah berulangkali kesalahanku kau maafkan. Cinta yang kau jaga kuanggap sebagai mainan, bodohnya aku. Apa yang harus kulakukan agar kau kembali menyapaku saat musim cinta tiba?

Ada cinta yang kuabadikan di setiap musim berganti. Itu mengingatkanku pada potongan kisah bersamamu, membawaku pada kenangan indah. Aku ingin tahu, apakah masih ada ucapan apa kabar? Atau sekedar ucapan omong kosong. Itu sudah lebih dari cukup darimu bunga yang telah gugur. Aku berusaha melupakanmu bersama perginya musim gugur, sialnya meskipun jarak menjadi jembatan terburuk bagi kita, kenapa kenangan lalu begitu sulit menghilang? Setidaknya sebelum kau jatuh ikutkanlah bayanganmu, bagiku ini sama sekali tidak menyenangkan.

Waktuku habis mengenangmu saja, meskipun tak ada lagi niat untuk mengembalikan rasa yang hilang. Memikirkanmu pastinya tak akan merubah apapun.  Tidak peduli bagaimana caraku melupakan, hasilnya sudah pasti berujung kegagalan. Kenapa aku harus memikirkanmu lagi? Dan mengapa aku menyesali hal itu? Padahal sudah jelas kalau akulah yang meninggalkanmu. Kini, tak ada lagi yang harus kulakukan, tak ada lagi bunga yang kuperjuangkan. Itulah kenyataannya, bunga pun akan layu dan gugur seiring waktu masih berputar.

Sepertinya, lagi, sebelum aku sadar, kenangan bersamamu pelan-pelan terlupakan begitu saja. Kumohon, jangan muncul dipikiranku lagi, aku sangat menantikan hal itu.

BreaKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang