E N A M B E L A S

224 12 0
                                        

Hari Yang baru kembali menyambut mereka di Villa mewah itu rencananya mereka akan berkeliling sebuah perkebunan teh yang terletak tidak terlalu jauh dari villa mereka.

Setelah selesai dengan sarapan pagi, mereka langsung menuju lokasi perkebunan tersebut dengan berjalan kaki, bau khas kebun teh langsung memasuki indra penciuman mereka, memang waktu yang pas berkunjung disaat matahari belum sampai ditengah-tengah langit

Mereka langsung berpencar, dua pasang yang baru saja jadian itu memilih untuk berfoto-foto,teman-teman Nata memilih untuk mengelilingi kebun teh yang luas itu,sedangkan Nata memilih untuk menghampiri salah seorang petani kebun yang sedang memetik daun teh itu

Tidak ada maksud lain dia hanya ingin tau sedikit tentang bagaimana bentuk daun yang siap dipetik dan mana yang sudah tidak layak,setelah mendapat persetujuan si petani serta arahan si petani Nata pun akhirnya memilih menolong si petani,bahkan ia tidak sadar bahwa disana Fares masih mengamatinya sambil menfokuskan kamera yang ia bawa, dia tersenyum bangga melihat hasil jepretannya, tidak hanya sekali kadang katika Nata tertawa bersama si Petani dia pun juga akan mengabadikan momen itu

Setelah puas akhirnya Fares memilih untuk menghampiri Nata,sebenarnya dia tidak punya niat untuk membantu dia hanya ingin berdiri disana

"Neng pacar nya ya?" tanya si petani ketika menyadari kedatangan Fares

"Hah?" sontak Nata langsung menoleh kebelakangnya dan melihat penampakan Fares disana "ah bu-"

"Hehehe iya bu, kenalkan bu saya Fares pacar dia" ucap Fares dengan sangat ramah melupakan Nata yang sudah memasang wajah cengo nya

"A-apa-apaan sih... Ngga kok bu, dia emang suka ngada-ngada" - Nata

"Padahal cocok lho neng" Nata sontak mengerjapkan kedua matanya yang lucu bagi Fares dan sontak mengundang tawa Fares dan juga si Petani

"Nah kan,ibu nya aja tau kita tuh cocok..oya bu saya bawa pacar saya dulu ya bu,boleh?" - Fares

"Ah boleh kok,lagian ibu sudah selesai...sekali lagi terima kasih ya neng Nata"

"Iya bu sama-sama" Fares langsung mengandeng tangan Nata menjauhi tempat dimana mereka berdiri tadi

"Yah padahal gue masih mau disana" - Nata

"Kita kan masih disini ngga kemana-mana" - Fares

"Maksudnya tuh di tempat ibu-ibu tadi bareng dia"

"Bareng gue aja"

"Nggak"

"Kok nggak?"

"Lo nyebelin" setelahnya kekehan terdengar dari mulut Fares

"Nyebelin gini lo suka kan, yudah ngga usah dirumit-rumitin"

"Apa sih" ucap Nata yang langsung melepas genggaman tangan Fares dan malah berlari menjauhi Fares,Fares pun juga langsung mengejarnya,dan jadilah mereka bermain kejar-kejaran ditengah kebun itu

Bruukkk

"Auww" Fares langsung menghampiri Nata yang sudah terduduk disana sambil melihat pergelangan kaki nya, ada luka pada beberapa bagian ditangan dan juga sedikit pada kaki nya, tidak berbicara apapun Fares malah langsung jongkok dihadapan Nata

"Ayo naik, kita pulang sekarang"

"Gue bisa jalan sendiri kalik"

"Gue.nggak.terima.penolakan." ucap Fares dengan sedikit penekanan pada nada bicaranya yang sontak membuat Nata langsung naik ke punggung Fares

"Makanya jangan lari-lari,kayak anak kecil aja lo, bagus kalo larinya hati-hati lah ini celingak celinguk sampe ngga tau ada batu besar didepan, lain kali hati-hati,lo tuh ya ngga masak ngga lari sama aja ngga bisa hati-hati dikit...kalo tadi gue ngga ngejar lo emang lo bisa balik sendirian,itu kaki lo terkilir siku lo juga luka,heran gue seneng banget bikin bekas luka ditubuh sendiri" Nata hanya diam mendengar omelan dari Fares

"Udah? Udah cape ngomel nya?...sifat sok dingin tapi kalo ngomel cerewetnya keluar" ucao Nata sambil terkekeh

"Orang khawatir juga malah diketawain, ntar kalo kagak ada orang yang khawatir ma lo lagi mampus lo" seketika tawa Nata terhenti mendengar kata-kata yang secara spontan terucap dari mulut Fares, bukan tanpa sebab Nata langsung diam ia hanya tiba-tiba teringat dengan kedua orang tuanya yang tidak mengakhawatirkan nya sedikitpun "hm gue minta maaf,gu-gue ngga sengaja maaf" ucap fares dengan nada yang merendah

"Gapapa, santai aja"

Setelah nya merekapun sampai divilla itu setelah mendudukan Nata dikursi ruang tamu Fares langsung mencari kotak P3K dan juga kompresan dari dapur,dengan telaten Fares mengobati dan juga membersihkan semua luka pada tangan Nata

"Kok lo bisa sih?kan cowo biasanya ngga suka yang kayak gini"

"Dulu waktu sd sama smp gue hobi berantem,suatu saat papa marah dan menyurub mama untuk tidak mengobati semua luka pada tubuh gue,dan berakhirlah gue yang balajar sendiri,ngga sendiri sepenuhnya sih pembantu gue juga nolong,tapi saat smp semuanya sudah gue lakuin sendiri"

"Apa faedahnya sih berantem-berantem sampe luka-luka gitu,yang ada cuman bikin tuh tubuh sakit"

"Gue orangnya mudah emosi, mereka nantang ya gue turutin kemauan mereka"

"Ngapain harus pake otot nyeleseiin nya tuh otak ada buat apa kalo kagak digunain,  sekarang lo masih hobi yang begituan?"

"Maybe yes"

"Jangan lagi, gue yang ngelarang pokoknya lo ngga boleh berantem-berantem lagi" mendengar itu lantas Fares kembali terkekeh

"Lo ngekhawatirin gue?utututu sayang nya Fares ini,iya by iya,mulai saat ini gue janji ngga bakalan tawuran lagi deh"

"Apaan by by gue bukan babi lo"

"Memang bukan kan lo by mine forever"

"A-apaan sih, kenapa sih gue harus ketemu sama lo"

"Ngapain ditanya lagi, udah jelaslah buat ketemu pemilik tulang rusuk gue"

"Bodo lah gue mau kekamar"

"Emang bisa?hahah.. Sini gue bantu"








______________________________________________

Bulan Dan Bintang ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang