Jangan pernah menyalahkan takdir semesta, bahkan diluar itu semesta punya rencana lebih indah dari yang kita bayangkan.
Author POV.
Malam yang indah untuk menikmati langit yang terang. Galaksi dan Mentari duduk dikursi panjang taman depan rumah. Malam yang begitu menyenangkan, sekilas diiringi canda tawa antara mereka.
"Hari ini malam minggu lo Tar" ucap Galaksi memberi kode
"Iya aku tau. Terus kenapa?" tanya Mentari tak paham kode kode Galaksi
"Ya jalan lah, biasanya malam minggu itu malam sakral buat pasangan loh" ucap Galaksi
"Bagiku semua hari itu sama aja Gal. Tiap hari aku juga ketemu kamu, tiap hari ngobrol bareng kamu. Itu udah cukup menurut aku" ucap Mentari tersenyum senang
"Ada yang berubah dari hubungan ini Mentari" ucap Galaksi menatap pekat kearah Mentari
"Hah? Apa?" tanya Mentari takut
"Perasaanku" ucap Galaksi singkat
"Pe.. Perasaanmu? Tanya Mentari gugup
"Iya. Semakin hari aku semakin jatuh cinta padamu Mentari. Entahlah setiap saat rasa itu datang dengan begitu cepat dan menjalar keseluruh hati yang kumiliki. Kamu disana akan tetap ada sampai nanti" ucap Galaksi yang membuat Mentari meneteskan air mata.
"Kau tau kenapa kita dipertemukan?" tanya Mentari
"Memang kenapa?" Tanya Galaksi balik
"Semesta selalu punya cara yang indah untuk kita. Dulu kau pernah begitu rapuh karena kesalahan dimasa lalumu. Aku tak pernah menyerah, dan akhirnya semesta mengerti rencana baik yang aku lakukan dan semesta mendukungnya. Aku tak pernah berpikir untuk berada disampingmu setiap waktu Galaksi, bagiku melihatmu bahagia itu adalah yang paling penting. Tapi jika semesta mengijinkan aku bersamamu, itu adalah bonus. maka aku usahakan tak akan pernah menyia-nyiakannya" ucap Mentari
Galaksi memeluk Mentari erat, pelukan yang bertanda ketulusan. Pelukan yang membawa mereka pada bahagia dimasa yang akan datang. Semua orang pasti bisa bahagia, semesta selalu punya rencana yang lebih indah.
---
Angga menatap jam ditangannya. Sudah satu jam lebih ia menunggu Kirana. Apakah wanita jika berdandan harus lama ?
"Lama amat ni bocah, buset dah" ucap Angga heran
"Maaf lama ngga, hehe" ucap Kirana menghampiri Angga
"Ketiduran ya ? Lama amat dah" ucap Angga menyelidik
"Apaan sih, Aku kan dandan cantik gini juga buat kamu" ucap Kirana membela diri
"Udah gak usah dandan. Natural aja cantik kok" ucap Angga
"Munafik banget deh, bilangnya aku natural. Nanti kalau aku natural trus ada cewek lain yang dandan cantik kamu tertarik dan ninggalin aku gimana?" ucap Kirana merengek
"Haduh salah lagi gue" ucap Angga lirih
"Udah ya jangan dibahas lagi, kamu cantik aku suka kamu apa adanya kok" ucap Angga menenangkan
"Beneran?" tanya Kirana ragu
"Iya. Suer deh" ucap Angga menyerah.
---
Sementara didalam kamar, Melody hanya duduk melamun, pikirannya benar benar tertuju pada Bryan. Kemana laki laki itu ? Ah Melody sangat merindukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALAKSI MENTARI (TAMAT)
Fiksi Remaja!!BELUM SEMPAT REVISI!! "Hendak mengelak sekalipun kalau semesta maunya aku denganmu bagaimana?" Galaksi "Kita hanyalah masa lalu yang dipaksa untuk pergi dan terlupakan" Mentari
