Bagian 18

389 17 0
                                        


Sesuai janjinya, Salma sekarang berdiri di depan kelas Egi untuk mengambil gitarnya. Dengan penampilan yang sudah berbeda dari sebelumnya dengan polesan make up yang tidak terlalu tebal pada wajahnya membuatnya terlihat semakin manis.

Saat hendak saja Salma akan mengetuk pintu kelas itu, seorang perempuan sudah membukanya dari dalam membuat keduanya kaget.

"Ehh cari siapa?" Sapanya.

Salma tidak tau siapa perempuan itu. Namanya saja dia tidak tau.

"Cari Egi" balasku dengan senyuman.

"Ohiya, sebentar ya" balasnya dengan senyuman, pula.

Kemudian perempuan itu masuk dan meneriaki nama 'Egi' dengan lantangnya. Membuat teman-teman sekelasnya berkomentar tidak suka.

"Ya maaf, abisnya takut dia ga denger" ucap perempuan itu tersenyum merasa bersalah kepada teman-temannya.

Tidak lama dari itu, sosok yang Salma cari melangkah keluar untuk menemui dirinya.

"Maaf ya kalo ganggu" ucap Salma

"Eh gapapa ko, kan ini juga punya kamu" balas Egi terdengar tulus.

Salma mengulurkan tangannya berniat untuk mengambil alih gitarnya. Egi sontak melihat uluran tangan Salma. Dia sebenarnya tau apa maksudnya, namun perempuan manis di depannya ini meminta untuk di sedikit di bercanda kan.

Egi membalas uluran tangan Salma membuat Salma terbelalak tidak percaya.

"Egi Mahesa" ucapnya dengan senyum jahilnya.

"Eh ko?"

"Kenalan dulu. Kan dulu ga sempat buat kenalan sambil pegang tangan kaya gini"

"Eh? Iya?"

Salma merutuki bibirnya yang selalu saja tidak pernah profesional kalo sedang berhadapan dengan seorang Egi Mahesa.

"Jadi?"

"Eh iya, Salma Amanda" ucap Salma pada akhirnya dengan senyuman.

Egi tersenyum puas karena berhasil membuat perempuan di depannya ini tersipu malu. Karena, menurutnya wajah Salma yang sedang begitu adalah poin tercantik, menurutnya.

Seperti tersadar dari alam bawah sadarnya, Salma buru-buru menarik tangannya. Tapi justru terlihat seperti seorang yang salah tingkah dimata seorang Egi Mahesa.

Setelah puas melihat wajah merona Salma, Egi mengulurkan tangannya untuk memberikan gitar kepada Salma. Salma yang sedang sibuk menetralkan diri dari rasa aneh ini kembali dibuat kaget oleh perlakuan Egi.

"Ini gitarnya, Salma. Makasih yaa udah bantu saya buat latihan"

Saat sebelumnya berniat untuk membalas ucapan Egi, Salma dibuat bungkam oleh kalimat terakhir Egi.

"Maksudnya, bantu gimana?" Tanya Salma.

"Maksudnya, karena kamu memberikan saya pinjaman gitar, saya bisa untuk sekedar latihan. Dan itu sangat membantu saya, Salma Amanda" jelas Egi mencubit pipi Salma dengan gemas.

Sadar akan apa yang telah di lakukan Egi, Salma berlari menjauh karna takut Egi akan lebih menertawakannya karena mengetahui pipinya sudah memanas.

Kalo kaya gini caranya mending gausah ketemu sekalian yaallah. Bikin spot jantung aja dia tuh
Batin Salma merutuki.

Namun, hati tetap saja tidak bisa di bohongi. Dia tetap merasa bahagia dengan apa yang telah di lakukan Egi di saat pertemuan pertamanya setelah tiga bulan tidak bertemu. Salma pernah merasa takut untuk bertemu lagi, meski hati sudah sangat merindu. Namun, ketakutan bahwa dia akan menemukan Egi yang berbeda dari yang terakhir dia temui adalah alasan kenapa dia menikmati waktu semesta mempermainkannya untuk kesekian kalinya. Namun hari ini, semesta sedang berpihak kepadanya dan dia sangat bersyukur.

Salma bergabung dengan teman-temannya untuk sekedar berlatih. Meskipun mereka sudah berlatih dari jauh-jauh hari, tapi tetap saja demam panggung itu selalu muncul, kan?.

Saat sedang serius berlatih, suara MC yang mengumumkan bahwa kelas yang akan tampil adalah kelas Egi, teman-temannya bersemangat untuk membubarkan diri dan berlarian ke depan panggung demi untuk menonton the most wanted di sekolah ber-mayoritas perempuan ini.

Salma pun ikut melakukan hal yang sama, namun dengan tempo yang berbeda. Salma memilih untuk menonton di barisan belakang namun bisa tetap jelas melihat grup Egi dan teman-temannya. Mereka menyanyikan lagu Semua Tentang Kita milik Peterpan. Suara lembut vokalis dan merdunya petikan gitar yang dimainkan oleh Egi dan dua orang teman lainnya membuat kakak kelas mereka terbawa suasana. Bahkan, semua yang menonton saat itu ikut bernyanyi terkecuali Salma. Tentu saja, Salma lebih memilih untuk melihat bagaimana kerennya seorang Egi Mahesa yang sedang memainkan gitar.

Mereka menampilkan yang terbaik dari awal hingga akhir lagu. Bahkan, banyak yang meminta untuk mereka melanjutkan menyanyi dengan lagu yang berbeda. Namun tetap saja, MC menjelaskan tentang waktu yang sudah semakin sore membuat penonton mengeluh tidak suka.

Setelah beberapa grup yang tampil, kini giliran Salma dan teman-temannya. Mereka sudah berada di atas panggung dan siap untuk menyanyikan lagu Goodbye milik Air Supply. Intro mengalun dengan sangat enak untuk di dengar membuat Egi tersenyum memperhatikan Salma. Entahlah, dia tersenyum karena musiknya atau karena melihat Salma. Rupanya jatuh cinta memang sulit untuk di tebak ya. Sama seperti biasanya, siswa-siswi menikmati setiap musik yang di tampilkan dan sesekali ikut bernyanyi. Mereka menampilkan yang terbaik menurut Egi.

Melihat Salma turun dari panggung, Egi berniat untuk menghampirinya. Namun, sepertinya Salma terlihat harus mengurus sesuatu dulu membuat Egi memutuskan untuk menunggunya di gerbang sekolah.

Tidak lama Egi menunggu, Salma sudah ada di depannya. Namun sepertinya, Salma tidak menyadari kehadirannya karena matanya fokus pada handphone yang sedang di genggamnya. Wajahnya terlihat murung kemudian dia menempelkan handphonenya pada telinga menandakan bahwa seseorang telah menelponnya atau dia yang menelpon seseorang itu.

Tidak berniat menguping, namun Egi menghampiri Salma dan berdiri di belakangnya mendengarkan pembicaraan Salma dengan seseorang itu.

"Kenapa ngedadak sih ga bisa jemputnya?" Omelnya.

"Terus ama pulang sama siapa dong? Udah malem nih"

"Ama gapunya aplikasi ojek online, kak"

"Yaudah yaudah" kemudian telponnya tertutup.

"Saya boleh menawarkan diri jadi ojek onlinenya, mba?"

Salma kaget. Dia benar-benar kaget dengan kehadiran Egi yang tiba-tiba dari belakang. Entah tiba-tiba atau bahkan sudah sejak tadi. Namun sepertinya, sudah sejak tadi mengingat dia menawarkan diri untuk menjadi ojek online kepadanya. Salma hanya menunduk menahan malu pada Egi.

"Bagaimana?" Tanya Egi.

"Eh?"




******
Sebelumnya, aku mau minta maaf karna telat banget updatenya dikarenakan hpku ke reset dan lanjutan ceritanya hilang. Ini aku nulis lagi ceritanya, dan baru bisa di update sekarang. Karna mudik dan banyak sekali masalah dengan idolaku yang membuat malas untuk melakukan apapun. Hehehe.
Pokonya makasih yang udah mampir kesini, ke cerita ku yang tidak seberapa ini. Makasih banyak yaa🖤🖤🖤

Filosofi SenjaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang