The Devil

9K 1.5K 116
                                        

"Iblis? Tapi bagaimana--"

"Ceritanya panjang, sangat panjang dan mungkin bisa membuatmu mati bosan." Renjun berlalu dan menutup pintu ruangannya.

"Oke. Tapi aku sudah pernah mati kan?" Monolog Jeno yang segera membawa kotak ditangannya kebelakang.

.
.
.

Full moon

.
.
.

Setetes darah mengalir dari pelipis Lucas, bahkan saat ini penampilannya jauh dari kata rapi dari biasanya.

Kemeja putih yang ia kenakan bahkan sudah robek di beberapa bagian dengan noda darah dibeberapa tempat, kedua pergelangan tangannya tampak memerah bahkan mengalirkan darah akibat rantai yang membelenggunya.

Pintu besi dihadapannya berderit terbuka, samar ia dapat melihat seseorang melangkah masuk.

Lelaki itu menurunkan topi yang dikenakannya dan menatap Lucas. "Jika aku tak ingat kau ini orangnya Renjun, mungkin aku akan langsung membunuhmu. Yah kau tau kenapa kan? Aku benci sekali iblis tapi tetap saja aku tak mau berurusan dengan dia."

Lucas hanya diam, tak menjawab ataupun menggubris ucapan lelaki yang tampak seumurannya itu.

"Ck iblis memang menyebalkan."

"Jungwoo."

Lelaki yang tadinya akan melangkahkan kakinya keluar itu berhenti, menoleh dengan cepat dengan raut wajah tak terbaca sementara Lucas tampak tersenyum tipis, tidak mungkin itu bisa dikatakan adalah sebuah seringai.

"Kau benci iblis? Tapi kenapa berbalik saat aku memanggil namamu?" Ucap Lucas.

Jungwoo berdecih kecil, tak menjawab sama sekali dan memilih untuk melangkah keluar.

Beberapa saat setelah Jungwoo pergi, diluar pintu terdengar keramaian juga suara Jungwoo yang terdengar meninggi diikuti dengan suara seseorang yang sangat dikenalnya.

Huang Renjun.

Kemudian pintu dihadapannya terbuka lagi, dengan brutal tentunya bahkan pintu besi itu hampir hancur hanya karena tendangan Renjun.

"Huang Renjun! Bisa tidak masuk baik-baik tanpa menghancurkan barang-barang di rumahku!"

Itu Jungwoo yang terdengar emosi namun juga mencoba menahan emosinya, sementara si pelaku pengrusakan terlihat tak peduli dan melangkah masuk dengan seseorang di belakangnya.

"Hey tak bisakah kau melawannya?" Ucap Renjun sembari menunjuk kebelakang. "Aku tau kau tak selemah itu dasar merepotkan, berhentilah acting."

Lucas mendengus kecil kemudian ia menarik tangannya hingga rantai yang membelenggunya hancur, dirinya beranjak kemudian dalam sekejap mata penampilannya tampak baik-baik saja. Semua luka di tubuhnya bahkan menghilang, menguap seperti air.

"Jadi tuan muda anda kemari untuk menolongku sekaligus pulang membawa dia?" Ucap Lucas menunjuk Jeno yang sedari tadi diam memperhatikan dibelakang Renjun.

Renjun berdecak pelan kemudian berbalik keluar. "Pulang kemana maksudmu? Aku hanya akan mampir sebentar kemudian kembali lagi, lagi pula aku punya seekor kelinci untuk diurus di mansion."

Full Moon (End) ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang