Happy Reading❣
"Masih sakit kan kaki kamu?"
"Udah baikan, kemarin dikasi obat. Yuk jalan sekarang, nanti terlambat."
Soobin mengangguk terus menggandeng Lia masuk ke mobil. Hari ini Lia harus menghadiri acara kolega bisnis papanya dan ternyata Soobin juga diundang. Jadinya mereka berangkat bareng.
"Ini dress yang dulu kamu pakai pas ultahnya oma kan?" Tanya Soobin.
"Masih inget?"
"Inget lah, kok di pakai lagi?"
"Kenapa? Jelek ya?"
Soobin buru-buru menggeleng. Mana ada Lia jelek, walaupun pakai dress yang sama Lia tetap cantik. Atau bahkan lebih cantik, soalnya udah lama Soobin ga ketemu Lia.
"Biar flashback gitu loh" kata Lia.
"Iya boleh kok, tapi itu bener gaapa pakai heels lagi?".
"Ih gaapa Soobin, bawel banget!"
"Ini namanya khawatir tau"
Lia tersenyum terus mengelus kepala Soobin.
"Perhatiannya" kata Lia.
Sampai di tempat acara, mereka duduk dulu terus berbaur sama tamu yang lain. Ngomongin tentang kuliah atau tentang bisnis keluarga mereka. Habis itu baru deh mereka bisa berduaan lagi pas acara dansa.
"Aku gabisa tau, maaf ya kalau keinjek" kata Lia.
"Ih jangan sampai keinjek dong, ikutin aku aja ya"
Lia ngangguk terus pelan-pelan dia mengikuti Soobin. Awalnya agak kaku tapi lama-lama akhirnya dia terbiasa. Suasana malam itu jadi romantis banget, mereka kayak merasa cuma berdua aja.
"Tuh bisa kan?"
Lia tersenyum sambil mengangguk kecil. Mereka saling tersenyum satu sama lain, entah kapan terakhir kali mereka seperti ini.
"Kamu tau aku di cafe itu dari siapa?" Tanya Lia.
Karena ya Lia memang penasaran kok dengan mudahnya Soobin bisa cari dia disana.
"Panjang ceritanya. Awalnya aku minta bantuan Minho, tapi ternyata dia juga kurang tau tentang kamu sekarang. Terus dia bantu cari kontak temen kamu"
"Herin?"
Soobin berpikir sebentar, memastikan apa nama yang disebut Lia itu bener. Kemudian Soobin mengangguk, Lia langsung berdecak. Pantes aja Herin tiba-tiba kepo tentang masa lalunya, padahal dulu dia biasa aja.
"Kenapa ga minta kontak aku langsung?" Tanya Lia lagi.
"Aku yakin kamu pasti gamau bales, jadi ya aku tanya Herin aja. Pokoknya Minho sama Herin itu udah bantu banyak" kata Soobin.
"Kamu seniat itu ya?"
Soobin mengangguk. Lagi-lagi Lia merasa ga enak hati sama Soobin, harusnya dia juga bisa mencari cara untuk mengembalikan hubungan mereka lagi.
"Udah gausah cemberut gitu, yang penting sekarang kita ketemu lagi kan"
Lia cuma mengangguk. Mungkin ini hari yang paling menyenangkan setelah kembalinya dia ke amerika.
"Lain kali kalau ada apa-apa itu cerita dulu aja, seberat apa pun itu aku pasti akan terima kok"
"Maaf ya, aku egois banget waktu itu"
Soobin sadar Lia pasti merasa bersalah lagi, makanya dengan cepat dia mengecup bibir Lia. Membuat Lia terkejut.
"Ih!"
KAMU SEDANG MEMBACA
[1] Give and Take || Lia x Soobin
FanfictionThere has to be give and take on both sides. Berawal dari kesepakatan bodoh yang perlahan menyatukan perasaan mereka. [Masih dalam tahap revisi] Highest Ranking: #1 on soobinlia 10/7/2020
![[1] Give and Take || Lia x Soobin](https://img.wattpad.com/cover/187138215-64-k710763.jpg)