Sesuai dengan perjanjian tadi, Renjun benar-benar mengajak Youra pulang bersamanya.
Setelah bel berbunyi, Youra buru-buru membereskan barang-barangnya. Dia harus cepat karena Renjun sudah menunggunya di parkiran samping sekolahnya.
Setibanya di parkiran, Youra mendapati Renjun yang tengah duduk di kursi panjang di bawah pohon. Tanpa sadar Youra tersenyum tipis. Entahlah, perasaanya menghangat setiap kali melihat laki-laki itu.
"Renjun," panggil Youra. "Kamu udah lama nunggu?"
"Nggak kok, baru sepuluh menit yang lalu." jawab Renjun. "Yuk berangkat sekarang biar nanti nggak kemaleman."
"Kita mau kemana?" Tanya Youra, menatap Renjun dari dari samping.
Bahkan dari samping saja dia terlihat sempurna
Batin Youra.
Renjun mengulas senyum nya. "Nanti kamu juga tau, sekarang kita ke halte dulu nunggu bus," ujar Renjun sembari menggulung lengan blazer nya.
Youra hanya menurut, mereka berdua berjalan menuju halte yang tidak jauh dari sekolah. Tidak butuh lama, bus yang mereka tunggu segera datang.
"Ayo," Renjun menggenggam tangan Youra saat hendak naik ke bus.
"E-eh?" Youra sedikit terkejut. "I-iya, ayo."
Rasanya seperti senam jantung, Youra merasa detak jantungnya berdebar lebih cepat saat Renjun menggenggam tangannya.
Untungnya bus itu tidak penuh, hanya ada lima orang. Renjun menyuruh Youra duduk di dekat jendela sedangkan dia duduk di sampingnya.
Youra tidak lagi bertanya pada Renjun kemana ia akan membawa nya. Toh lagipula ia percaya Renjun tidak akan berbuat macam-macam padanya.
"Youra," panggil Renjun.
Youra menolehkan kepalanya, "ya?"
"Kamu nggak keberatan ikut aku, kan?"
"Tenang aja, sama sekali nggak ngerepotin kok," Youra tersenyum.
Renjun terkekeh. "Nanti aku ajak kamu makan, hitung-hitung buat ucapan terima Kasih aku ke kamu."
Youra mengangguk. "Terserah kamu aja, aku bantu kamu karna kamu juga udah banyak bantu aku. Benar, kan?"
"Ey, gak begitu banyak," Renjun terkekeh kecil. "Aku bantu kamu karna kamu temen aku."
Youra hanya bisa tersenyum miris saat Renjun hanya menganggap nya teman. Tidak lebih.
Seandainya Renjun tahu tentang perasaan Youra padanya, apa mungkin dia bisa membalas perasaan Youra atau malah sebaliknya?
Nyatanya sampai sekarang Youra tidak berani bilang.
"Ayo, kita udah sampai," suara Renjun menginterupsi.
Mereka berdua segera turun dari bus, berjalan di trotoar lalu berbelok menuju berbagai macam toko yang berjejer rapi.
"Nah, kita sampai," ucap Renjun. Tersenyum lebar.
Youra mendongak, memperhatikan toko di depannya.
Bukankah ini toko yang menyediakan berbagai jenis kado ulang tahun? Kenapa Renjun mengajaknya ke sini? Siapa yang ulang tahun?
Lamunan Youra buyar ketika Renjun mengajaknya masuk. Ia berjalan tidak jauh di belakang Renjun.
Renjun menoleh, "Jalan nya di samping aku, dong. Jangan di belakang nanti kamu hilang."
"E-eh, iya," Youra kembali gugup, buru-buru ia menyusul Renjun dan berjalan di samping nya.
"Renjun?" panggil Youra.
"Ya?"
"Kenapa kamu ngajak aku ke tempat ini? Kamu ulang tahun?"
Renjun terkekeh tanpa menatap Youra."Bukan aku."
"Lalu?" youra mengernyit. "Siapa?"
Renjun mengalihkan perhatian dari boneka beruang besar di depan nya. "Seunghee bentar lagi ultah, kamu gak inget?"
Youra membeku, dia baru ingat bahwa sebentar lagi Seunghee akan berulang tahun.
Seunghee sahabatnya dari kecil.
Jadi Renjun mengajaknya kesini hanya untuk membelikan kado ulang tahun untuk Seunghee?
Melihat Youra melamun, Renjun mengibaskan tangannya si depan wajah Youra.
"Youra, kamu gakpapa, kan?" tanya Renjun memastikan.
Youra tersentak kaget. "A-ah, iya. A-aku gakpapa," ucapnya gelagapan.
"Jadi, kamu mau beli kado buat dia?" tanya Youra.
Renjun mengangguk, tersenyum tipis. "Yap, makanya aku ajak kamu kesini karna kamu sahabatnya, pasti kamu lebih tau banyak tentang dia dari pada aku. Jadi aku butuh bantuan kamu buat kasih pendapat." kelakar nya.
Youra terdiam beberapa saat, perasaan aneh mulai menyeruak di dadanya.
Ia menatap Renjun yang sedang fokus melihat-lihat barang.
"Renjun," panggil Youra.
Renjun menoleh. "Ya? Kenapa?"
"Kamu---" Youra mengulum bibir bawahnya, "Kamu suka Seunghee?"
Mendengar itu, Renjun terkekeh. "Keliatan banget ya kalau aku suka dia?"
"Jadi kamu beneran suka dia?" Youra bertanya sekali lagi.
Butuh beberapa saat, sebelum Renjun menjawab.
"Iya, aku suka dia." jawab Renjun yang di iringi dengan senyuman.
Saat itu juga, apa reaksi kalian jika berada di posisi Youra?
---tbc
Please voment juseyo:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanahaki Disease
Fiksi Penggemar❝Kamu membuat kebun bunga di paru-paru ku. Meskipun mereka cantik, tapi aku tidak bisa bernafas.❞ Apa kalian pernah mendengar tentang penyakit bernama Hanahaki disease? Kalau iya, apa kalian percaya bahwa penyakit itu benar-benar ada di dunia nyat...
