Jaemin menatap Youra nanar, "kamu suka Renjun hyung?"
"Hah?" youra kaget. Nafasnya tercekat ketika Jaemin bertanya seperti itu
Dari mana Jaemin tahu?
"K-kamu--" youra menatap Jaemin terkejut."Kamu tau dari mana?"
Lagi-lagi Jaemin hanya tersenyum tipis. "Tatapan kamu gak bisa bohong kalau kamu suka dia," ucapnya.
"Kamu kenal Renjun?" tanya Youra.
Jaemin mengangguk. "Dia saudaraku," ungkapnya. "Lebih tepatnya kakak tiri, sih."
Dan lagi-lagi Youra di buat terkejut dengan fakta yang baru saja Jaemin katakan. Jadi selama ini Jaemin adalah adik tiri Renjun? Tapi kenapa Renjun tidak pernah menceritakan hal ini?
"Tapi kenapa selama ini Renjun nggak pernah cerita?" tanya Youra.
"Itu karena memang kita sepakat buat nggak bilang-bilang sama siapapun," jawab Jaemin. "Lagipula aku baru pindah ke sekolah ini dua minggu yang lalu."
Youra mengangguk paham. Pantas saja dia tidak pernah melihat Jaemin. Youra kira karena dia yang terlalu introvert.
"Jaemin," panggil Youra.
"Ya?" Jaemin menoleh, menatap Youra. Rambut laki-laki itu berhembus seiring dengan tiupan angin.
"Kamu bisa janji kan kalau kamu gak akan ngasih tau Renjun tentang hal ini?" Youra mewanti-wanti.
Jaemin terdiam. Namun segera mengedikkan bahunya. "Aku gak bisa janji. Tapi aku bakal usahain, kok."
Walau jawaban jaemin tidak meyakinkan, setidak nya Youra bisa sedikit tenang kalau Jaemin tidak akan memberi tahu Renjun.
Youra tidak mau Renjun menjauhi nya setelah tahu semunya. Ia takut kalau Renjun akan berpikir kalau Youra hanya mengarang-ngarang cerita.
Lagipula, siapa yang akan percaya kalau penyakit seperti ini memang benar-benar ada?
"Jaemin," panggil Youra lagi.
"Ya?"
"Kamu belum jawab pertanyaanku yang tadi."
Jaemin terlihat berpikir sejenak. "Oh ya?, yang mana?"
"Tentang siapa orang yang kamu suka," tukas Youra.
Jaemin tertawa renyah. Melangkah maju dan mendudukkan tubuhnya di kursi panjang yang sudah usang.
Bahkan ekspresi nya saat ini terlihat biasa-biasa saja seakan-akan dia sedang baik-baik saja dengan penyakit aneh nya itu.
"Mending kamu duduk dulu sini," Jaemin menepuk tempat kosong di sampingnya. Menyuruh Youra duduk karena sedari tadi gadis itu hanya berdiri.
Youra menurut. Ia duduk di samping Jaemin. "Jadi, siapa orang yang bikin kamu bernasib sama kayak aku?" ulang nya penuh harap.
Jaemin terdiam. "Aku gak bisa masih tau kamu sekarang," ungkapnya.
"Oke, nggak apa-apa," ucap Youra. "Tapi kamu janji harus kasih tau aku kalau kamu udah siap buat ngasih tau siapa orangnya."
Jaemin tersenyum, membalas dengan anggukan kepala.
"Youra," panggil Jaemin.
"Ya?"
"Kenapa kamu gak bilang ke Renjun hyung kalau kamu suka dia dari dulu?"
"Percuma," tukas Youra. "Dia nggak mungkin suka sama cewek kayak aku. Kamu tau sendiri kan kalau aku---"
"Kamu sempurna, jangan pernah beranggapan kalau kamu nggak pantas buat siapapun." tukas Jaemin memotong ucapan Youra.
"Dan kamu sendiri, kenapa gak bisa ungkapin perasaan kamu sama orang yang kamu suka selama ini?" Youra balik melontarkan pertanyaan pada Jaemin.
"Karena aku mikir, dia nggak akan bisa balas perasaan aku." kelakar Jaemin.
"Jaemin, kamu tau kan kalau mencintai dan dicintai adalah hak semua orang? Perihal orang itu nggak bisa balas perasaan kita itu juga hak dia dan kita nggak boleh maksa," jelas Youra.
"Tapi itu sulit dan nggak semua orang bisa lakuin," cetus Jaemin. Laki-laki itu terkekeh hambar.
"Kamu benar," guma Youra, "tapi kalaupun orang itu nerima kita dengan perasaan terpaksa, secara nggak langsung dia sama aja kayak bohongin kita dan juga perasaan kita,"
Jaemin terdiam. Yang di katakan Youra memang ada benar nya.
"Gak semua perasaan harus di ungkapin, dan nggak semua yang terlihat Indah di ciptakan untuk kita miliki. Cukup di pandangi dari jauh, dan syukuri kalau ia ada disana untuk kita kagumi dalam diam."
Untuk sepersekian detik Jaemin merasa terenyuh mendengar perkataan Youra.
"Jaemin, kamu nggak apa-apa, kan?" Youra mengibaskan tangannya.
"A-ah? Iya aku nggak apa-apa, kok," Jaemin gelagapan.
"Syukur, soalnya kamu dari tadi cuma diam. Takutnya kenapa-napa," ungkapnya,
Youra berdiri dari duduk nya. "Aku harus pergi, sebentar lagi bel masuk."
Jaemin mengangguk. "Makasih."
"Untuk?"
"Untuk pencerahan nya." laki-laki itu tersenyum manis.
Youra terkekeh, Jaemin benar-benar lucu. "Sama-sama."
Setelah Youra pergi, Jaemin terdiam cukup lama sebelum ia terbatuk-batuk. Satu kelopak bunga Mawar putih keluar dari mulutnya.
Jaemin rasa, Renjun salah karena tidak memilih Youra.
---tbc
Susah ya kalau Cinta bertepuk sebelah tangan wkwk
Kalian pernah ngalamin juga?
Kalau aku pernah. Kalah saing sama Jaehyunbom :)
Ga, canda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanahaki Disease
Fanfiction❝Kamu membuat kebun bunga di paru-paru ku. Meskipun mereka cantik, tapi aku tidak bisa bernafas.❞ Apa kalian pernah mendengar tentang penyakit bernama Hanahaki disease? Kalau iya, apa kalian percaya bahwa penyakit itu benar-benar ada di dunia nyat...
