11. Journey to the Light

4.1K 483 18
                                    

"Life is beautiful and sometimes people forget to be grateful to The Owner of life, Allah".

Hana mengabadikan video suasana di dalam kereta api yang sedang membawanya menuju kota kelahiran Mama.

"Bersyukur atas nikmat udara yang kita hirup setiap hari secara gratis dikala sebagian orang di rumah sakit harus bergantung pada alat ventilator di ruang perawatan intensif.

Saya belajar satu hal hari ini, kadang kita baru menyadari sesuatu itu sangat berharga, ketika sesuatu yang penting itu, tiba-tiba pergi dalam hidup kita.

Nasihat untuk senantiasa bersyukur, bisa datang dari siapa saja dan dimana saja. Dia bisa berasal dari pengamen jalanan yang bernyanyi daripada harus meminta-minta.

Dia bisa muncul dari seorang tua renta yang masih berjualan buah keliling dan kita kadang mempertanyakan kemana anak keluarganya, membuat kita bersyukur kita masih memiliki keluarga yang saling peduli.

Nasihat agar kita kembali pada jalan Allah bisa datang melalui hal yang tidak terduga.

Seorang teman pernah mengatakan, hidup yang kita jalani saat ini adalah resultan dari do'a orang-orang yang mengasihi kita. Do'a dari orangtua, saudara kandung, atau orang-orang yang pernah kita tolong tanpa kita harap mereka akan membalas dengan kebaikan yang sama.

Maka yakinlah Sahabat-sahabatku. Jalan berhijrah terbentang luas, begitu pula dengan surga yang dijanjikan Allah, yang luasnya meliputi langit dan bumi.

So, Jangan pernah menjejakkan langkahmu sendirian menuju surga. Genggamlah tangan orang-orang yang kalian sayangi, untuk masuk bersama ke dalamnya.

Sampai jumpa di video lain dalam "The Journey to the Light" series lainnya. Ana uhibbuka fillah.

Gadis itu mengabadikan matahari terbit dari balik jendela kereta yang sebentar lagi berhenti di stasiun kota Pekalongan, sebagai bagian akhir dari video yang akan diunggah di Vlog miliknya.

💕💕💕

"Barra, kamu kesini juga? Aku kelihatan aneh ngga pakai ini?"

Mereka berdua bertemu di pelataran parkir Masjid Al-Azhar.

"Bagus kok Za."

Aliza tersenyum mendengar jawaban Barra. Gadis itu mengenakan kerudung merah marun dengan baju gamis bermotif bunga tulip.

"Ini kado dari Yazid."

Aliza tampak berseri.

"Kamu pakai baju kayak gini sementara atau selamanya?"

terkadang antara isi pikiran dan ucapan Barra tidak sinkron. Ia sebenarnya hanya ingin mengucapkan selamat bila Aliza pada akhirnya memutuskan untuk berhijrah.

"Bukan Barra kalau ngga nyinyir ngomongnya. Aku masih belajar Bar. Minimal sudah pernah belajar pakai baju syar'i."

"Selamat ya Za, semoga bisa seterusnya."

Barra menjajari langkah Aliza.

"yang ajak kamu datang kesini siapa Bar?"

"Aku yang ajak Barra," suara khas milik Yazid menghampiri keduanya.

Jadi, Yazid yang ajak Barra? Suddenly Aliza merasa sedikit kesal karena mengira Yazid memperlakukan dirinya secara spesial. Tapi ternyata pria itu juga mengajak Barra.

Mereka bertiga berpisah di barisan jama'ah perempuan dan laki-laki. Yazid menjadi pembawa acara dalam acara peringatan hari besar tahun baru Islam 1 Muharram.

Selesai mengisi acara dan sholat Zhuhur berjama'ah, Yazid duduk di sebelah Barra.

"Bar, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk hadir."

"Alhamdulillah pas kosong agenda hari ini."

"Oya Bar, aku mau menunjukkan sesuatu. Boleh minta tolong like and subscribe vlog buatan murid aku. Bagus nih, kalau viewersnya banyak, anaknya makin semangat untuk buat video baru."

Barra semula acuh tak acuh melihat video yang diputar Yazid di youtube. Ia awalnya tidak terlalu akrab dengan Yazid.

Tapi sejak pria itu pindah dari Surabaya ke Jakarta dan Aliza mengenalkan padanya, mereka cukup sering menjalin kerjasama. Yazid kerap diundang menjadi trainer dan motivator untuk pengembangan sdm di hotel miliknya.

Barra menatap siluet gadis yang tampak membelakangi kamera. Mendengar suara sopran gadis itu, seperti bertemu dengan oase di gurun yang tandus.

Barra tidak menyangka gadis itu bisa memotret diorama sosial di sekelilingnya. Bahkan gadis itu bisa mengungkapkan isi pikirannya untuk mempengaruhi orang-orang yang melihat unggahan videonya.

"Hana yang buat video ini ya?"

Yazid mengernyitkan dahi keheranan karena Barra ternyata telah mengenal sosok muridnya.

"Kamu kenal sama Hana dimana Bar?"

"Well.... We're met in special way."

Barra tersenyum mengingat saat Hana muntah karena pusing dengan bau parfumnya.

"Bar, jangan bilang kalau kamu serius tertarik sama Hana?" Yazid berubah menatapnya tajam. Seolah tatapan seorang lelaki terhadap rivalnya.

Barra terdiam. Benarkah perasaannya pada Hana murni antara dua orang laki-laki dewasa pada seorang perempuan ataukah hanya rasa sayang antara seorang kakak pada adiknya.

"Bar, beritahu aku kalau kamu benar-benar serius sama Hana. Kalau kamu cuma main-main, lebih baik dari sekarang kamu menjauh.

Hana gadis yang baik, dia sudah seharusnya mendapatkan lelaki yang baik pula. Ingat, status kamu masih tunangan dengan Aliza."

Yazid berdiri dan meninggalkan Barra yang bergetar menahan marah.
Ia memilih keluar masjid dari pintu yang berbeda dan masuk ke dalam Mercedes Benz hitamnya.

Barra bahkan tidak menawarkan Liza untuk pulang bersama. Di dalam mobil, Barra membuka ponsel dan diam-diam memutar video yang dibuat oleh Hana di youtube.

"One day My Brother told me,
Once you move forward, never look back.

It's look like you are challenging yourself to become responsible for what you've decide.

Never worry for what you choose, as long as your purpose of life is for the sake of Allah, you will be happy😊.

It's me Hana, may Allah Swt always bless you all."

Hana, masih adakah kesempatan buat aku untuk mengikuti langkahmu, berhijrah.

Barra mengingat tausiah dari Ustadz Iqbal di pengajian yang tadi baru diikutinya.

"Rasulullah Shallahallahu 'alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Pada setiap orang, apa yang ia niatkan.

Siapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya untuk Allah dan RasulNya.

Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.

(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Semoga kali ini hijrahku karenaMu Ya Rabb....

💕💕💕

Our Chemistry Of Love (Tamat di KBM dan Karyakarsa)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang