20

5.7K 497 30
                                        

.

.

.

.

.

Jungkook dan Taehyung duduk di tepian rumah pohon yang merupakan markas mereka, memandangi lagit yang terlihat begitu cerah malam ini serta bintang-bintang yang bertaburan menambah suasana keintiman diantara mereka berdua.

Tempat ini memiliki begitu banyak kenangan bagi keduanya baik yang menyenangkan maupun kenangan yang menyebalkan, dan kini kenangan itu bertambah. Bertambah dengan sesuatu yang tidak akan keduanya lupakan seumur hidup.

"Hyung. " panggil Jungkook, tangan kanannya ia letakkan dibahu yang lebih tua, sedangkan Taehyung meletakkan kepalanya di bahu Jungkook.

"Hmm. " entah kenapa malam ini terasa begitu menyenangkan bagi Taehyung, seperti ada sesuatu yang terjadi pada dirinya namun ia sendiri tidak bisa menjelaskan apa itu.

Seperti segala beban yang dimilikinya hilang entah kemana, mungkin -mungkin karena ada Jungkook disini, disamping nya. Memeluknya dengan lembut, seolah-olah Taehyung adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.

Taehyung senang, ia merasa begitu bahagia. Sebenarnya Taehyung masih sedikit tidak percaya bahwa Jungkook -Jungkook yang selama ini ia sayangi seperti adiknya sendiri sebentar lagi akan menikah dengannya, menjadi satu-satunya orang yang akan berada dalam hatinya. Meskipun Taehyung saat ini belum mencintai Jungkook seperti Jungkook mencintainya-atau Taehyung belum sadar akan perasaannya sendiri, ia berjanji kalau ia akan belajar untuk mencintai Jungkook.

.

"Hyung. "Panggil Jungkook lagi, Taehyung yang mendengar panggilan Jungkook memutar bola matanya malas. Ia lalu memutar kepalanya untuk menatap Jungkook, meskipun dengan posisinya saat ini -bersandar pada bahu Jungkook- ia hanya bisa memandang sebagian wajah rupawan milik yang lebih muda.

"Apa, Jungkook? " jawab Taehyung sebal, ia tidak sadar kalau ia sudah memanang Jungkook begitu lama, sampai saat Jungkook mengalihkan pandangannya pada Taehyung saat itu pula napasnya tercekat.

Kedua mata Jungkook tepat menatap lurus padanya, membuat Taehyung tidak bisa mengalihkan pandangannya sendiri walaupun ia mau. Taehyung merasa ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya, hanya Jungkook. Yang bisa ia lihat saat ini hanyalah Jungkook tidak ada yang lain.

Perlahan Jungkook memajukan wajahnya dengan masih menatap lurus yang lebih tua, sedangkan Taehyung hanya bisa menahan napasnya. Ia tidak bisa bergerak, jantungnya begitu cepat berdetak dan seluruh tubuhnya terasa begitu kaku.

Hingga saat bibir Jungkook menyentuh miliknya, pikirannya terasa kosong. Sentuhan dari bibir Jungkook begitu lembut, membuat mata Taehyung yang sempat melotot kemudian dengan perlahan mulai terpejam mengikuti Jungkook yang sudah lebih dulu menutup kedua matanya.

Meskipun hanya sebuah kecupan, namun hal itu sanggup membuat Taehyung merasa ada sesuatu yang menggelitik perutnya. Perasaannya membuncah, bukan sesuatu yang buruk bukan?

.

Setelah beberapa lama, Jungkook menyudahi ciumannya. Membuat Taehyung seketika menundukkan wajahnya yang kini berwarna merah. Ia merasa malu dan juga gugup, ia kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya ishhh ini benar-benar memalukan pikirnya.

Jungkook yang melihat tingkah Taehyung pun tertawa kecil, menjauhkan tangan yang lebih tua dari wajahnya dan kemudian menggenggamnya.

"Hyung, heii.. " mengangkat wajah Taehyung yang masih menunduk menggunakan tangannya agar dapat dilihatnya dengan jelas. "..lihat aku. "

Taehyung awalnya hanya diam dan terus menundukkan wajahnya, namun saat ia mendapat elusan ditangannya dari yang lebih muda ia kemudian memberanikan diri untuk menatap Jungkook. Dan ia menyesali keputusannya ketika mendapati tatapan Jungkook yang diberikan padanya. Tatapan itu adalah tatapan yang selalu Taehyung impikan, tatapan penuh cinta yang hanya tertuju padanya, hanya untuk Taehyung.

Hancur sudah pertahanan Taehyung.

Airmatanya mengalir membasahi kedua pipinya, bukan apa-apa hanya saja ia merasa sangat bahagia saat ini. sementara Jungkook yang melihat Taehyung menangis pun menjadi panik, ia takut kalau Taehyung marah padanya karena menciumnya tanpa izin dari yang lebih tua.

"Hei, hyung?! Hyung, kenapa menangis?! " Jungkook kelabakan, ia ingin menghapus airmata Taehyung namun ia takut kalau Taehyung justru semakin marah padanya.

"Maaf- ah hyung maafkan aku. Ak-aku.. "

"Dasar bodoh, kenapa meminta maaf? " kata Taehyung disela-sela tangisnya, tangannya memukul Jungkook dengan pelan.

"Bukankah- eum bukankah kau menangis karena aku ehm aku mencium mu? " tanya Jungkook, nada suaranya begitu pelan. "Hyung, aku minta maaf, okey? Aku tidak akan melakukannya lagi jika kau tidak mau, ak-"

"Shhh, " sebelum Jungkook selesai bicara, Taehyung menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya. Jungkook kalau sudah seperti itu pasti tidak akan berhenti bicara sampai Taehyung yang membuatnya diam.

"Jungkook, kau itu berisik sekali, sih. " kata Taehyung, ia sudah berhenti menangis walaupun masih sesegukan. "Aku tidak marah karena -eum karena kau mencium ku, "

"Lalu? " Jungkook bingung, Kalau bukan itu kenapa Taehyung tiba-tiba menangis?

"Aku, " menarik napasnya dalam-dalam, Taehyung kemudian melanjutkan "aku hanya merasa sangat bahagia, aku bahagia karena kau Jungkook. Semua yang telah kau berikan padaku, aku sungguh merasa bahagia sekarang. Itulah kenapa aku menangis. "

Jungkook yang mendengar perkataan Taehyung langsung menariknya ke dalam sebuah pelukan, pelukan yang begitu erat namun tidak menyakitkan.

"Hyung, jangan pernah menangis tiba-tiba seperti tadi. Aku pikir aku sudah menyakitimu, hyung. " kata Jungkook, ia semakin mengeratkan pelukannya yang dibalas Taehyung tak kalah erat.

"Maaf. "

"Hmm, " Jungkook melepaskan pelukannya pada Taehyung dan memberikan kecupan singkat di dahinya. "Sekarang ayo kita kembali ke mobil. "

"Nanti saja~ " kata Taehyung, ia mengatakannya dengan begitu menggemaskan hingga membuat Jungkook mencubit hidung Taehyung hingga membuatnya mengaduh.

"Tapi ini sudah malam, hyung. Disini dingin. " kata Jungkook, mengusap rambut poni Taehyung dan meletakkannya dibelakang telinga.

"Kan ada kamu, "kata Taehyung malu-malu, Jungkook yang mendengarnya sampai tersedak ludahnya sendiri. Kenapa Taehyung begitu menggemaskan sih.

"Tapi aku hanya memakai baju tipis, hyung. "

"Kan bisa peluk, " ah hancur sudah, Jungkook tidak tahan lagi untuk tidak memberikan ciuman ke seluruh wajah Taehyung saking gemasnya.

Hari ini begitu menyenangkan bagi Jungkook dan Taehyung, semoga mereka akan seperti ini selalu.

.

.

.

ha. ha.


Next

Let Me Be | Kv √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang