Adel langsung naik ke kamar nya dan merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya sembari menatap langit-langit kamarnya, ia merasakan kebahagiaan karena ada keluarga yang mau merawatnya. Bahkan keluarga itu adalah keluarga dari sahabat kecil dan cinta pertamanya. Adel mengulas senyum sambil memejamkan matanya. Sampai akhirnya ia pun tertidur.
***
"Adel!! Adel!!" panggil Rafa kepada Adel sembari menarik selimut Adel.
Bukannya bangun, Adel semakin menaikkan selimutnya sampai menutupi kepalanya. Rafa yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Hingga satu ide jahil muncul di otaknya.
Rafa masuk ke kamar mandi dan mengambil air lalu mencipratkannya ke wajah Adel sambil berteriak, "bangun woy, banjir woy!!!" Adel yang mendengar dan merasakan cipratan air itupun terbangun dengan tidak elitnya.
Bayangkan. Tubuhnya jatuh ke lantai dengan kepala di bawah dan kaki di atas kasur nya.
"Awkkhhhh sakit GOBLOK!!!" umpat Adel sambil menepuk lantai. Rafa yang melihat itu hanya menahan tawa nya.
"Ihhhh Afa mah jahat," ucap Adel dengan mengerucutkan bibirnya. Rafa yang melihat itu pun merasa gemas dan langsung mencium pipi gadis itu.
Adel mematung dengan jantung yang berdebar. Rafa baru saja mencium pipinya. Benar-benar tidak di duga. Tanpa ia sadari pipinya mulai memerah antara malu dan senang yang bersatu.
"Jangan ngelamun terus, nantj kerasukan jin lagi!" ucap Rafa membuyarkan lamunan Adel.
"Ihhh, Afa kurang ajar bat lu yah!!" ucap Adel dengan suara seperti anak kecil membuat Rafa semakin gemas dan mengacak-acak rambut Adel.
"Makanya, bibirnya tuh jangan di monyongin. Tuh pipi udah merah kayak tomat busuk," ucap Rafa menggoda Adel.
"Huaaaaaaaa raf-"belum sempat adel menyelesaikan rengekannya, Rafa langsung memeluknya.
"Iya modus aja terus," ucap Adel dengan nada mengejek.
"Aku gak modus Del, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu." ucap Rafa sambil menatap lekat mata Adel. Entah lah semerah apa pipinya sekarang.
"Adel mau kan jadi pacar Afa?" ucap Rafa. Adel terdiam memikirkan perkataan Rafa, cinta pertamanya.
"E-emm i-iya, aku mau kok." ucap Adel kemudian menutup wajahnya karena malu.
"Khmkhm, udah nih pelukannya. Makan dulu sana!" ucap mommy di ambang pintu bersama daddy.
"Eh mommy sama daddy dari kapan di situ?" ucap Adel berharap agar mommy nya tak melihat saat ia dicium.
"Sejak kamu di tembak sama Rafa," balas daddy dengan senyum jahil.
Dalam hati Adel merasa lega karena mommy dan daddy nya tidak melihat kejadian sebelum itu.
"Yaudah, cepetan ke bawah! Makan malem dulu," ucap mommy dan meningglkan Rafa dan Adel bersama daddy.
Mereka pun turun ke bawah dan makan malam bersama.
***
Adel dan keluarga barunya berada di ruang keluarga sembari bercerita,
menonton dan tertawa bersama layaknya keluarga yang harmonis.
"Hmm, Adel mau sekolah besok?" tanya daddy.
"Aku gak mau ke sekolah itu dad, aku ga sekolah gak apa-apa kok," ucap Adel dengan senyuman yang menyimpan banyak kesedihan.
"Kamu harus jadi anak yang sukses nak, biar bisa tunjukin sama orangtua kamu yang menelantarkan kamu!" ucap mommy dengan tegas saat mengingat kisah Adel dengan keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad fate[End]
Dla nastolatków[Don't copy paste 📌] Bagaimana jika kau menjalani kehidupan yang sama sekali tak orang-orang inginkan? Bagaimana jika kau merasakan pukulan, cacian, dan hinaan dihari yang berturut-turut dan pelakunya adalah keluargamu sendiri. Ku yakin, kau akan m...
![Bad fate[End]](https://img.wattpad.com/cover/200161709-64-k273264.jpg)