Sudah 2 minggu setelah kejadian, keadaan bukannya membaik namun semakin buruk. Oke fix. Keluarga Stendward sudah lupa dengan keadaan Adel.
Adel di temani Dava di Texas, Amerika Serikat. Adel kembali di rawat dari seminggu lalu karena shock dengan penuturan kedua orangtuanya saat mereka bertemu dan membuat Adel drop.
Flashback
Setelah kejadian di mana Adel membunuh Bella dengan sadis di depan teman nya terutama Arkan, Adel selalu di datangi di sekolah oleh kedua orangtuanya. Namun nihil mereka tak menemukan Adel. Mereka mencari tau di mana Adel tinggal dan setelah satu minggu kejadian, mereka akhirnya menemukan letak mansion Adel yang berada di pusat kota.
Keluarga Stendward mendatangi mansion tersebut dengan memegang suatu map atau berkas yang tak diketahui isinya. Saat akan masuk, mereka di tahan oleh satpam sampai Yuna teriak-teriak.
Adel yang berada di balkon kamarnya melihat ke bawah ternyata keluarga Stendward. Adel tersenyum miring dan segera turun kebawah. Ia sudah siap dengan semuanya terutama Dava yang mendengar keributan.
***
Saat Adel sudah berada di hadapan mereka, Adel langsung di lempari berkas yang tadi di wajah nya. Adel segera mengambilnya dan melihat kartu keluarga nya. Adel mengerinyit bingung karena namanya tak tertera dalam kartu keluarga tersebut.
"Aku tak sudi memiliki anak psikopat sepertimu!" bentak Ridwan.
"Dan mulai sekarang, jangan pernah nampakkan dirimu. Aku menyesal telah melahirkanmu. Ingat itu Adella Crstyan," bentak Yuna.
"Gue ngelakuin nya karena ada alasan," ucap Adel dengan tatapan kosong.
Hatinya sungguh sakit mendengar penuturan dari Yuna dan Ridwan.
"Alasan apa? Lo langsung bunuh dia gak jelas cuma gara-gara dia nyiram lo? Iya?" kini Rafa bersuara.
"Mau tau alasannya? Oke, nama Bella sebenarnya adalah Kalia Anita. Orang yang tempo lalu pernah bully gue tapi hasilnya gue yang ngebully, orang tuanya kerja di tempat gue. Dan berjanji gak bakalan ngulang perbuatan anaknya. Tapi nihil, gue ketemu dia di dekat gang sepi dan hampir ngelakuin pembunuhan terhadap gue. Dan untungnya gue bisa lawan. Dia juga ngelakuin oplas biar bisa balas dendam sama gue, puas kalian? Dan satu lagi, kalian yang bodoh karena percaya waktu dia ngefitnah gue nyulik dia!" suara Adel naik satu oktaf dengan wajah yang memerah karena menahan amarahnya.
Plakkkk
Yuna menampar Adel hingga sudut bibirnya berdarah.
"Untuk terakhir kalinya dan tak ada lagi," ucap Adel tentu dalam hati.
"Jangan mengelak kamu, dasar anak gak tau di untung. Coba saja kita tak perlu ketemu saat di Rumah sakit. Mungkin Bella tak akan mati. Psikopat gila!" bentak ridwan.
Penglihatan Adel kabur, darah sudah mengalir di hidungnya.
"Gue harap, kalian gak nyesel," ucap Adel setelah itu tak sadarkan diri. Untung Dava cepat menangkapnya.
Dava langsung menelpon ambulans, ia akan menyusul Adel jika selesai berbicara dengan keluarganya, bukan bukan, mantan keluarganya.
Dava berjalan ke arah keluarganya dengan tatapan tajam.
"Udah puas kalian nyakitin Adel?" bentak Dava.
"Belum, setelah apa yang ia perbuat terhadap Bella," ucap Yuna.
"Cih, bahkan seorang ibu tak ada yang pernah menampar anaknya sampai masuk Rumh sakit," ucap Dava meremehkan.
Dava langsung melempar sebuah chip yang berisi rekaman, Rafa bingung namun tetap mengambilnya. Rafa memerintah Rena untuk mengambil laptop di mobil dan setelah di putar, mereka semua mematung, bagaimana bisa Bella melakukan semua ini lalu memfitnah Adel yang menculiknya. Disitu terpampang jelas jika Bella sendiri yang melukai dirinya demi balas dendam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad fate[End]
Teen Fiction[Don't copy paste 📌] Bagaimana jika kau menjalani kehidupan yang sama sekali tak orang-orang inginkan? Bagaimana jika kau merasakan pukulan, cacian, dan hinaan dihari yang berturut-turut dan pelakunya adalah keluargamu sendiri. Ku yakin, kau akan m...
![Bad fate[End]](https://img.wattpad.com/cover/200161709-64-k273264.jpg)