Lee Jeno, usia 26 tahun, seorang pewaris sah dari Lee Corp. hari jum'at, 11/11, meninggalkan kediaman rumah putih keluarga Lee di Gangnam. Di kabarkan Lee Jeno telah menghamili salah seorang anak haram dari salah seorang politikus terkenal dan juga merangkap pembantu. Karena keluarnya pewaris sah ini, ada rumor yang menyebutkan bahwa tahta Lee Corp. akan jatuh ke kakak pertamanya, Lee Jaehyun. Saat ini-….
Berita bisa di lihat lebih lengkap pada halaman 20-22
Baru saja sosok itu ingin mengambil koran itu. Ia mulai menyadari bahwa banyak pasang mata yang menatap kearahnya. Pandangan mereka mencemooh dirinya, seakan dia adalah manusia yang tidak pantas hidup.
"Eomma, bukankah dia si jalang yang menggoda Jeno? Gila, jika memang benar dia, tidak punya rasa malu apa? Kelakuannya benar-benar seperti hewan,"
"Mungkin, posturnya mirip, dan wajahnya juga. Wah, wah gila sekali dia berani keluar, sangat tak tahu malu," sosok berbaju lengan panjang itu menunduk, meraih koran yang ingin ia beli tadi. Dan segera membayarnya. Ia tentu mendengar apa yang tadi anak dan ibunya coba tunjukan padanya.
"Oh, ya katanya dia mengandung anak Jeno? Apa benar dia mengandung anak Jeno?"
"Cih, eomma yakin dia pasti mengelabuhi tuan Jeno. Kasihan sekali nasib tuan Jeno. Harus terlibat dengan anak haram menjijikan seperti jalang itu," kalimat itu menjadi kalimat terakhir yang ia dengarkan. Kedua manik coklatnya sudah tak kuasa untuk membendung cairan bening yang tumpah.
Ia berlari menjauh dari kerumunan orang pagi itu. Sampai akhirnya dia berhenti di bus, ia semakin menundukan kepalanya berusaha menutupi wajah yang dikenali banyak orang. Dia mengelus perutnya yang masih rata. Tidak ada kata yang keluar, tapi dari sorot matanya dia seolah menyemangati sesuatu yang ada di dalam perutnya itu. Padahal dia harusnya menyemangati dirinya sendiri.
Seperti mengingat sesuatu dia membuka lembaran koran yang tadi dia ambil. Membaca 2 lembar penuh tentang Lee Jeno dan berbagai komentar dari para politikus, rekan kerja Lee Corp., dan beberapa artis yang pernah dia gaet Lee Corp. Semua menyanyangkan kepergian Jeno. Sebagian lagi secara tersirat seolah mengingatkan pada orang yang dibawa kabur Jeno untuk tau tempatnya, bahwa dia juga membuat karir seorang Jeno rusak.
Helaan nafas terdengar dari mulut sewarna dengan cherry itu. Ia kembali mengelus perutnya, sebelum membuang koran yang tadi dibelinya.
Saat ia ingin kembali duduk di halte bus. Seseorang dengan pakaian hitam menepuk pelan pundaknya. Ia menengok tanpa ragu. Sampai saat ia melihat sosok di dalam mobil hitam itu, tubuhnya membeku.
"Haechan-ssi, Tuan Mark ingin bicara dengan anda," setelag mendapatkan nyawanya lagi, Haechan mengangguk tanpa menolak.
~~~~
Sekarang dua anak adam itu duduk ditengah restoran yang sepi. Tentu, karena restoran ini full disewa oleh Mark Lee.
Sedari tadi kedua manusia itu diam. Seolah mengumpulkan berbagai kata yang tepat untuk disampaikan. Mark terlihat tenang sambil memakan makananya, Haechan juga walau ia masih menggenggam erat tangannya.
"Jadi," suara Mark memecah keheninga, "sekarang apa yang akan kalian lakukan?" Kalian disini adalah Haechan dan Jeno.
Haechan masih diam, tidak menjawab. Antara tidak mau atau memang tidak bisa menjawab. Belum juga Haechan bersuara. Keributan kecil membuat kedua manusia disana menoleh.
Disana Jeno tengah berusaha lepas dari cengkraman beberapa petugas disana. Wajah Jeno terlihat marah, namun disaat yang sama ia terlihat khawatir. Marah karena Mark membawa Haechan tanpa seijinnya. Dan khawatir tentang Haechan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Tentang Mereka
RandomCerita singkat dari pasangan NoHyuck. Kadang Manis, kadang pahit, kadang ya hambar... Warn!!! bxb boy love
