[ 8 ]: Mistake

2.4K 229 17
                                        

*Petrichor*

*
*
*

Deringan ponsel itu, mengganggu Baekhyun yang tengah berjalan di area pusat perbelanjaan bersama dengan Chanyeol. Ia melepaskan jemari keduanya yang bertautan, lalu merogoh ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata itu Sehun. Baekhyun agak terkejut, ia melirik ke arah sampingnya, di mana Chanyeol menatapnya heran.

"Ada apa?"

Baekhyun menempelkan jemarinya di bibirnya sendiri, "Ssstt, jangan berisik ya. Suamiku menelpon."

Setelahnya ia langsung mengangkat sambungan telepon itu, sembari mengatur ekspresinya, meskipun Sehun tak bisa melihat wajahnya tetapi ia bisa curiga jika ia gugup saat berbicara dengannya.

"Ada apa, Hyung?"

"Bagaimana harimu, sayang?"

Baekhyun tersenyum mendengarnya, tak menyadari pandangan Chanyeol yang seperti tidak suka mendengarnya.

"Cukup menyenangkan."

"Bagus jika seperti itu, apa nanti kau bisa pulang sendiri? Ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan."

Bibir Baekhyun mengerucut, "Tadi Hyung bilang bisa menjemputku."

"Jangan marah, aku akan menjemputmu nanti."

"Tidak perlu, jika kau sibuk tidak apa-apa, aku bisa pulang bersama Kai saja nanti."

"Kai? Siapa itu?"

"Teman, Hyung."

"Benar tidak apa-apa?"

"Iya, bekerjalah yang rajin. Aku menunggumu di rumah."

"Apa jika aku rajin, kau akan memberiku hadiah?"

"Berhenti menggodaku dan bertingkah mesum."

Bisa Baekhyun dengar kalau Sehun tertawa di seberang teleponnya, tetapi tak tahu kenapa Baekhyun bukannya marah justru ikut tertawa juga.

"Baiklah, aku tidak akan menggodamu lagi. Jika sudah sampai rumah, hubungi aku ya? Jangan lupa karena aku menunggu. Sebentar lagi Appa datang nanti dia akan memarahiku jika melihat aku justru sibuk meneleponmu daripada bekerja."

"Eemmm, sampai jumpa nanti."

Ia langsung menutup sambungan telepon itu, Baekhyun menatap ke arah jam yang terpasang pada tangannya, ia punya banyak waktu jika pulang sekarang, ia bisa menyiapkan makan malam untuk Sehun nanti, seperti kemarin.

"Apa yang pria itu katakan?"

"Oh, dia tidak bisa menjemputku."

"Benarkah? Jadi kita tidak perlu kembali ke sekolah lagi?"

"Iya, aku akan langsung pulang, setelah ini."

"Baek...."

"Apa?"

"Karena kita tidak perlu kembali ke sekolah, jadi kita masih punya waktu untuk bersama lebih banyak lagi kan? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat."

Petrichor ( Sebaek ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang