Waktu menunjukkan pukul 10 malam kala itu, saat Baekhyun menyandarkan tubuhnya pada sofa maroon yang terletak di ruang tamu rumahnya, pria itu memeluk bantal yang kini hampir tidak bisa ia dekap, pandangan menatap televisi yang menyala dengan malas, lama terdiam Baekhyun akhirnya memutuskan untuk bangkit meskipun dengan agak kesusahan, bagaimana tidak minggu ini kehamilannya sudah memasuki 37minggu, jangan bayangkan betapa kesusahannya ia untuk melakukan banyak hal kecil sekarang, ia selalu meminta bantuan Sehun untuk banyak hal, terkadang meskipun ia bisa melakukannya Baekhyun tetap meminta Sehun membantunya.
Decakan kesal meluncur dari kedua sudut bibir Baekhyun, ia melangkahkan kakinya dengan hati-hati menuju sebuah ruangan, tempat yang tadinya terasa kosong kini sudah berubah sedikit lebih berwarna, Sehun memasang wallpaper biru pada dinding, lengkap dengan stiker lucu yang menambah kesan manis pada kamar ini, tidak hanya itu pria itu sedari tadi sibuk memindahkan banyak barang yang mereka beli sebelumnya, menata setiap perabotan dengan rapi, ia tersenyum melihat tirai putih yang menutupi jendela tetapi senyumnya langsung meredup begitu melihat Sehun masih sibuk dengan box bayi.
"Sudahlah Hyung hentikan."
"Sebentar lagi ini akan selesai."
"Kau sudah dua kali mematahkannya."
Sehun melirik Baekhyun dengan pandangan tidak suka, dia meletakkan kedua tangannya pada dada tanda jika dirinya tidak menyukai ucapan Baekhyun padanya.
"Tidak bisakah jangan mengungkitnya?"
"Bagaimana aku tidak mengungkitnya, kau bahkan merusak barang itu, kau sangat penasaran di buatnya, kau tidak mau menerima fakta jika kau tidak bisa memasang box bayi itu. Sudahlah terima kenyataan ini."
Gelengan pelan di keluarkan oleh Sehun, "Kenapa kau tega mengatakan hal seperti itu padaku?"
"Aku harus menyadarkanmu, supaya kau tidak membuang banyak uang hanya untuk kesenanganmu sendiri, kita butuh banyak barang yang lebih penting daripada itu."
"Apa yang Aegi butuhkan lagi, katakan aku akan membelinya, kau pikir aku miskin!"
"Kau tersinggung hanya karena aku menegurmu?"
"Kau mengatakan hal tadi seolah aku hanya bersenang-senang di rumah dan menghamburkan uang, aku bukan pengganguran."
Baekhyun mendegus, sepertinya kesabarannya cukup di uji hari ini, "Kau menyindirku? Jadi bagimu aku ini pengganguran? Aku tidak punya pekerjaan dan hanya menumpang hidup padamu?"
Bibir Sehun langsung mengantup, dia terlalu banyak bicara hari ini, terkadang Sehun lupa menjaga mulutnya agar tetap diam, tetapi bagaimana lagi terlalu susah untuk menghentikan ucapannya untuk membela diri, ketika berdebat pikiran berjalan lebih lambat dari ucapan, terkadang segalanya refleks keluar begitu saja tanpa dirinya sadari.
"Bukan seperti itu."
"Lalu apa?" Sehun tidak bisa menjawabnya, "jika kau mengganggapku seperti itu, aku akan pulang ke rumah orang tuaku saja, aku tidak mau tinggal bersamamu."
"Baek...."
"Aku kesal padamu."
"Aku tidak bermaksud berbicara seperti itu."
Remaja tersebut mengeluarkan ekspresi mengesalkan sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan Sehun, hingga sosok yang lebih dewasa itu menyusulnya, Sehun mencoba berbicara pada Baekhyun tetapi sosok itu tidak menanggapi apapun yang Sehun katakan. Baekhyun menghentikan langkah kakinya sewaktu sampai di dalam kamarnya, ia membuang wajah ke arah lain lalu menunjuk ke arah luar ruangan.
"Keluar!"
"Tapi--"
"--aku bilang keluar!"
Mau tak mau Sehun menuruti perkataan Baekhyun dan baru saja dia melangkahkan kakinya keluar bunyi pintu yang di banting dengan keras tertangkap oleh pendengarannya, Sehun mengembuskan napas beratnya, dia mencoba mengingatkan dirinya sendiri jika saat ini Baekhyun tengah hamil, jadi Sehun harus sedikit lebih sabar dari biasanya, meskipun terkadang sikap Baekhyun sangat mengesalkan, Baekhyun menjadi lebih pemarah dari biasanya akhir-akhir ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Petrichor ( Sebaek )
Fanfiction{Completed} Apa jadinya jika remaja berumur 16 tahun harus menjalani biduk rumah tangga dengan seorang pria yang 9 tahun jauh lebih tua dengannya, atas dasar perjodohan? Cerita ini mengandung unsur: Yaoi/boyslove Mature content Male pregnancy ( mpre...
