*Petrichor*
*
*
*
Dengan penuh kehati-hatian, Baekhyun mengusap bahu Sehun, membersikan tubuh prianya tersebut, sebelum memakaikan pakaian rumah sakit baru untuknya. Tak lupa membenarkan surai pria itu yang sedikit berantakan, ia mengulum senyuman terbaiknya, lalu mengecup pipi Sehun gemas.
"Apa sekarang lebih baik?"
Sehun mengangguk pelan, meraih pinggang Baekhyun untuk mendekat ke arahnya, memeluk remaja mungil tersebut di dalam dekapan hangatnya, ia sangat senang Baekhyun bersikap manis padanya lagi. Tidak seperti waktu itu, ia merasa senang dengan keadaan ini.
"Aku ingin mengajakmu per--"
Baekhyun membekap mulutnya sendiri, lalu melepaskan diri dari Sehun, berlari ke arah kamar mandi. Tentu saja kejadian itu membuat Sehun khawatir, pasti Baekhyun sakit karena menjaganya sepanjang hari dan tidak beristirahat dengan cukup, bahkan beberapa kali pria itu tidur di rumah sakit hanya untuk bisa menemaninya. Sungguh Baekhyun sangat perhatian padanya, itu membuat Sehun merasa bahagia dan tak memerlukan apapun lagi, sedikit perhatian dari pasangannya itu mampu menenangkan hatinya, bahkan mengalahkan rasa sakit yang dirinya derita, ia tak mau Baekhyun terus khawatir padanya.
Sehun mencoba untuk bangkit dan berjalan tertatih menyusul pasangannya itu, tetapi Baekhyun lebih dulu keluar dari kamar mandi dan menatapnya marah, karena sudah berulang kali remaja itu mengatakan pada Sehun jika ia tak boleh terlalu banyak bergerak. Namun, coba lihat sekarang?
Sehun benar-benar membuat Baekhyun kesal. Ia menghampiri pria tersebut dan menarik telinga pria yang lebih tua darinya itu.
"Aku bilang Istirahat, kenapa kau turun."
"Aku khawatir padamu."
"Aku baik-baik saja, justru sangat baik sekarang."
"Sungguh?"
"Tentu saja," Baekhyun tersenyum lebar, "Hyung, sudah saatnya tidur siang, kau sudah makan, minum obat, bahkan ganti pakaian pun sudah, jadi lebih baik tidur."
"Aku tidak mengantuk."
"Kau harus banyak istirahat supaya cepat sembuh."
"Tapi--"
"--tidak ada tapi-tapian." Potong Baekhyun telak.
"Baiklah."
Sehun menggerutu meskipun ia menuruti permintaan Baekhyun padanya, sementara sosok mungil itu menuntun prianya untuk berbaring lagi di atas ranjang bahkan menyelimutinya.
"Aku pergi sebentar, nanti aku kembali lagi."
"Mau kemana?"
Baekhyun menyentuh permukaan perut ratanya, "Lapar. Aku butuh makan, Kyungsoo belum juga datang dan kami tak bisa menunggu terlalu lama."
Baekhyun menggigit bibir bawahnya, jika menunggu adiknya datang untuk membawa makan siangnya itu terlalu lama, sepertinya janin di dalam perutnya tak bisa menunggu lagi, ia memberontak, meskipun nyatanya ibunya melarangnya untuk makan sembarangan, ia harus memakan masakan Ibunya yang cocok untuk orang hamil. Yang sakit Sehun, tetapi yang menderita kenapa Baekhyun?
KAMU SEDANG MEMBACA
Petrichor ( Sebaek )
Fanfiction{Completed} Apa jadinya jika remaja berumur 16 tahun harus menjalani biduk rumah tangga dengan seorang pria yang 9 tahun jauh lebih tua dengannya, atas dasar perjodohan? Cerita ini mengandung unsur: Yaoi/boyslove Mature content Male pregnancy ( mpre...
