*Petrichor*
*
*
*
Tegang, tidak ada kenyamanan sama sekali di dalam ruangan tersebut, seorang pemuda yang tak lain adalah Sehun, menatap marah seseorang di hadapannya sembari meletakkan kedua tangannya pada dada dengan angkuh. Ia tak bisa menahan perasaannya untuk ke sini dan membuat perhitungan dengan siapa saja yang merusak ketenangan keluarganya. Apa mereka tidak tahu tengah berhadapan dengan siapa?
"Tuan Oh saya minta maaf untuk apa yang terjadi."
Sehun melirik sinis, pria yang lebih tua darinya tersebut, saat ini ia sedang berbicara empat mata dengan pemilik yayasan tempat di mana Baekhyun bersekolah yang merupakan teman dari Ayahnya. Ia kaget ketika teman Baekhyun mengatakan kalau pasangannya itu pingsan karena banyak berita buruk tentangnya tersebar di sekolah, banyak yang melakukan perundungan verbal padanya. Tentu saja Sehun tak dapat menerimanya.
"Kau tahu, Ayahku mengeluarkan banyak uangnya ke sini bukan agar seluruh siswamu membully istriku."
"Saya tahu tapi--"
"Tapi apa? Aku tidak menerima pembelaanmu ataupun yang lain, aku tahu bagaimana cerita yang sebenarnya, jadi kau tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan segalanya."
Tidak. Sehun tidak akan mengampuni siapapun yang membuat Baekhyun bersedih, ia mengirim pasangannya ke sekolah untuk belajar, bukan untuk mendengarkan ucapan-ucapan tidak baik tentangnya.
"Aku akan menuntut semua orang yang terlibat dan aku akan menghancurkan tempat ini kapanpun aku mau, apa kau paham? Daripada kau sibuk menjelaskan padaku, lebih baik cari dalang dari semua ini, aku tidak mau tahu, kau harus menemukannya. Jika tidak... Jangan salahkan aku, ketika tempat tersayangmu ini hanya akan jadi abu."
Setelah mengatakan hal tersebut, Sehun langsung melangkah pergi, meninggalkan sosok yang dari tadi berbicara padanya. Lagipula ia tak membutuhkan jawaban pria tadi, ia tidak menerima pembelaan apapun, sebab baginya ini kesalahan yang cukup fatal, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Baekhyun, kenapa sekolah membiarkan hal itu terjadi, kalau mereka semua tidak becus mengurus segalanya lebih baik robohkan saja bangunan ini.
Sehun melangkah dengan terburu-buru, ia khawatir dengan keadaan Baekhyun, tadi Sehun sempat melihat sosok itu masih pingsan, jadi ia membiarkannya dan sekarang ia harus ke sana untuk melihat Baekhyun lagi. Sehun hanya menampilkan wajah datarnya ketika banyak pasang mata tertuju padanya, ia tak perduli, ia benci mereka semua, karena membuat pasangannya jadi seperti ini, kalau mental Baekhyun sampai terganggu ia tidak segan-segan membalas dendam.
Namun, sewaktu sampai di ruang kesehatan ia masih bisa melihat Baekhyun terbaring di atas ranjang dengan kedua kelopak yang terpejam. Sehun menghampirinya dan mengusap lembut surai kecoklatan milik Baekhyun.
Beberapa waktu kemudian, kedua kelopak mata yang tertutup sekian lama, terbuka perlahan. Baekhyun mengedarkan pandangannya ke arah lain dengan takut-takut, sadar oleh hal tadi, Sehun menggenggam tangan Baekhyun untuk menyadarkan sosok itu jikalau Sehun berada di sini.
"Hyung...."
Baekhyun mengatakannya dengan tercekat.
"Iya, ini aku."
"Hyung...."
Kedua maniknya berkaca-kaca, ia memosisikan dirinya duduk lalu memeluk Sehun dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Petrichor ( Sebaek )
Fiksi Penggemar{Completed} Apa jadinya jika remaja berumur 16 tahun harus menjalani biduk rumah tangga dengan seorang pria yang 9 tahun jauh lebih tua dengannya, atas dasar perjodohan? Cerita ini mengandung unsur: Yaoi/boyslove Mature content Male pregnancy ( mpre...
