*Petrichor*
*
*
*
Cahaya matahari yang menyilaukan nan sangat terik tersebut menemani siang hari Baekhyun kala itu. Remaja mungil tadi duduk di atas kursi pantai dengan tenang sembari menghisap kelapa muda di atas pangkuannya. Ia melambaikan tangannya pada Sehun yang dari kejauhan baru tertangkap pandangan matanya, pria tadi baru keluar dari dalam air, membiarkan bagian tubuh atasnya terekspos dan hanya mengenakan celana pendek ketat membalut kedua kakinya. Sial, itu terlihat seksi.
Baekhyun melepaskan pakaiannya menunggu Sehun untuk datang, lalu melemparkan sunblock pada suaminya tersebut.
"Pakaikan itu padaku."
Sehun menatap Baekhyun dengan sebal, "Kenapa kau melepaskan pakaianmu? Siapa yang menyuruhmu melakukannya?"
"Kau boleh, kenapa aku tidak."
"Khusus untukmu hanya aku yang boleh melihatmu," Sehun mendekatkan wajahnya pada Baekhyun, "aku pencemburu, aku tidak mau berbagi dirimu sekalipun itu hanya tatapan mata saja."
"Tidak adil."
"Mana pernah aku adil."
Bibir Baekhyun mencebik mendengar ucapan Sehun padanya, tak menyadari jika suaminya tadi sudah terkikik geli melihat wajah sebal Baekhyun, ia menuntun sosok itu untuk berbalik dan merangkak di antara paha Baekhyun tetapi tak menumpukan beban apapun pada sosok di bawahnya, ia menunduk dan mengecup bahu Baekhyun sebelum mengusapkan sunblock tadi pada punggung Baekhyun dengan perlahan.
"Hyung, nanti ada yang melihat."
"Aku tidak peduli."
"Ck, kau benar-benar mengesalkan."
"Tapi kau sayang padaku, 'kan?"
Baekhyun mendengus kesal dan membalikan badannya menghadap Sehun menarik leher sosok di atasnya tersebut pelan, untuk mendapatkan ciuman pelan.
"Aku membencimu."
"Ah, kenapa aku mendengar yang sebaliknya?"
Jemari Sehun mencolek ujung hidung Baekhyun, mengangkat dagu sosok itu padanya, sembari tersenyum penuh arti.
"Kau mau menggodaku di sini?"
"Jika kau berani melakukannya." Baekhyun tersenyum miring pada Sehun.
"Tentu aku berani, kenapa harus takut? Aku ingin memperlihatkan pada orang lain, bagaimana waktu bergairah kita."
Sehun mengedipkan matanya pada Baekhyun, yang langsung di berikan gigitan pada lengannya oleh Baekhyun. Ia tak suka Sehun berkata-kata tak pantas seperti itu di depan umum.
"Hyung, berikan pahamu."
Pria yang lebih tua itu merangkak turun dari atas tubuh Baekhyun, memposisikan dirinya duduk menyamping di atas kursi Baekhyun, hingga sosok mungil itu dengan leluasa meletakkan kepalanya pada pada suaminya, bersandar dengan nyaman di sana.
Jemari Sehun membenarkan surai kecoklatan Baekhyun yang berantakan, ketika sosok itu memunggunginya. Membiarkan kedua tangannya terlipat pada kedua pahanya, menjadi tempat dagunya bertumpu, membiarkan terik matahari menyinari tubuhnya.
"Apa kau senang?"
"Tentu saja, aku sangat senang pergi berlibur. Kenapa kau tak sering-sering melakukannya? Ajak aku pergi kemanapun yang kau mau, aku akan dengan senang hati mengikutimu."
Sehun mengusap punggung Baekhyun yang kini terasa hangat, "Dulu kau tak mau ikut denganku."
Baekhyun meliriknya, "Kapan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Petrichor ( Sebaek )
Fanfic{Completed} Apa jadinya jika remaja berumur 16 tahun harus menjalani biduk rumah tangga dengan seorang pria yang 9 tahun jauh lebih tua dengannya, atas dasar perjodohan? Cerita ini mengandung unsur: Yaoi/boyslove Mature content Male pregnancy ( mpre...
