*petrichor*
*
*
*
Deringan ponsel di dalam ruangan yang terlihat masih sepi padahal matahari sudah meninggi itu mengganggu sosok yang masih terlelap dalam mimpi indahnya, Kyungsoo membuka satu kelopak matanya dan meraih benda persegi yang ia ingat meletakkannya pada nakas meja sebelum dirinya tidur. Padahal hari ini itu hari Minggu biasanya ia baru bangun pukul 12 siang, tetapi baru jam 8 pagi sudah ada yang mengacaukan segalanya, remaja itu lupa mematikan ponselnya tadi malam. Ia melihat nama Kai tertera pada layar persegi itu.
"Haloo, kenapa meneleponku pagi-pagi buta seperti ini? Ingin mengajak aku pergi, Hyung?"
"Tidak, tapi datanglah ke rumahku sekarang juga."
"Ou, kenapa? Aku masih mau tidur."
"Baekhyun ada di sini, cepat datang."
"Hah? Bagaimana bisa?"
Kedua kelopak matanya yang setengah terpejam tadi langsung terbuka dengan sempurna, untuk apa kakaknya di sana padahal hari masih pagi, ia menatap ke arah ponselnya dan sadar ada puluhan panggilan tak terjawab dari kakak iparnya tadi malam, pasti mereka berdua bertengkar lagi.
"Tunggu, aku akan ke sana sebentar lagi."
"Cepat, dia sakit dan dari semalam terus menangis."
"Iya, aku akan berangkat setelah bersiap-siap."
Setelah mengatakan hal itu, Kyungsoo langsung lompat dari atas tempat tidurnya dan berlari secepat kilat ke arah kamar mandi, untuk membersikan dirinya diri.
🌧️🌧️
Dengan tergesa-gesa Kyungsoo pergi ke rumah Kai, ia tak memperdulikan tampilannya yang sedikit berantakan, karena tak mempunyai waktu untuk memikirkan hal seperti itu kali ini, ia bahkan masih memakai sandal, lupa untuk mengenakan sepatunya, ia hanya memakai kaus berlengan panjang berwarna merah dengan celana pendek di atas paha, pergi ke sini menaiki motornya, terlalu takut terjadi sesuatu pada kakaknya yang menyebalkan itu, meskipun mereka selalu bertengkar tetapi ia menyayangi Baekhyun.
Secara tak sabaran ia mengetuk pintu kayu itu, hingga saat pintu itu terbuka ia langsung memasukinya tanpa permisi.
"Tidak punya sopan santun."
Kyungsoo hanya memperlihatkan wajah datarnya, "Di mana kakakku?"
"Di kamarku, dia sakit, badannya panas tapi tidak mau makan, dari semalam hanya menangis."
"Bertengkar dengan Sehun Hyung?"
"Tidak."
"Lalu apa? Jangan bilang dia ingin kawin lari dengan Chanyeol?"
"Tidak, bukan itu."
"Terus apa masalahnya, Hyung?"
Kai memutar bola matanya dengan tak tenang, mengisyaratkan pada Kyungsoo untuk duduk, ia akan menceritakan apa yang dirinya dengar dari Baekhyun tadi malam dengan perlahan, meskipun ia tak tahu apakah itu sungguhan atau tidak.
"Tidak mungkin." Kyungsoo menggelengkan kepalanya tak percaya, "Sehun Hyung tidak mungkin seperti itu."
Mereka dari kecil bersama, jadi Kyungsoo tahu pria macam apa Sehun itu, ia selalu menjaga keduanya meskipun tak jarang menggoda Baekhyun dan Kyungsoo, tetapi Sehun bukan tipe pria seperti itu, ia bisa menjaga diri. Apalagi sekarang ia sudah punya Baekhyun, jika misalkan Sehun hanya kasian, ia akan mengatakannya terus terang pada kakaknya, ia tahu Sehun menyukai Baekhyun, meskipun tak pernah mengatakannya, orang buta dan tuli pun pasti menyadari sikapnya yang berbeda pada kakaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Petrichor ( Sebaek )
Fanfiction{Completed} Apa jadinya jika remaja berumur 16 tahun harus menjalani biduk rumah tangga dengan seorang pria yang 9 tahun jauh lebih tua dengannya, atas dasar perjodohan? Cerita ini mengandung unsur: Yaoi/boyslove Mature content Male pregnancy ( mpre...
