Lelaki sejati yg dipegang adalah janji yg diucapkannya. Seperti itu lah Minho. Ia sekarang menepati janjinya pada si manis. Dengan motor besarnya Minho membelah jalanan menuju kearah panti.
Setelah berhasil memarkirkan motornya dan meminta izin dengan Bu mina, Minho langsung berlarian kearah danau dibelakang panti.
Benar saja, disana ada di manis yg sedang duduk sendirian.
Semakin dekat Minho melangkah, semakin jelas juga alunan suara merdu milik si manis.
Minho sengaja berdiri 5 langkah dibelakang si manis agar tidak mengganggu nyanyiannya.
"Huh aku rasa kak Minho tidak akan kemari"
Seungmin menghentikan nyanyiannya lalu menunduk.
"Siapa bilang?"
Seungmin langsung membalikkan tubuhnya ke arah belakang. Senyuman ia pasang diwajah manisnya.
"Kak Minho?"
"Aku datang"
Minho duduk disebelah Seungmin menyerahkan satu kotak susu strawberry.
"Aku tidak tau kamu suka rasa apa tapi aku pilihkan susu rasa strawberry"
Seungmin tersenyum lalu mulai menancapkan sedotannya.
"Aku suka strawberry kak, kebetulan sekali. Bagaimana sekolah kak Minho?"
Minho menghela nafasnya lalu berbaring diatas rumput.
"Sangat menyenangkan. Hari ini aku bisa memecahkan soal matematika dengan cepat"
"Wah kak Minho hebat. Bagaimana dengan teman-teman di sekolah?"
Seungmin bertanya begitu antusias membuat Minho juga semangat untuk bercerita.
"Aku itu salah satu anak tampan dan juga cerdas disekolah"
Mendengar kalimat menyombong yg keluar dari mulut Minho membuat Seungmin terkekeh.
"Hei aku serius. Kami sering disebut flowerboy disekolah. Kami sering dibilang sekumpulan pria tampan yg luar biasa"
Kali ini Seungmin tidak bisa menahan tawanya. Minho yg melihat si manis tertawa lepas pun hatinya menghangat.
"Oh iya, aku juga menceritakan tentangmu pada teman-teman ku. Mereka penasaran ingin bertemu"
"Benarkah? Wah kak Minho memang punya banyak teman"
"Kan sudah ku bilang"
Minho kembali menyedot susu coklat yg ada ditangannya.
🍃
Bunyi musik terdengar menggema didalam ruangan sempit dan dihiasi kaca itu. Seseorang didalam sana tidak henti-hentinya menggerakkan tubuhnya kesana dan kemari sambil sesekali menyeka keringat yg ada diwajahnya.
"Kak hyunjin"
Hyunjin mengalihkan pandangannya menatap kearah pintu ruang latihan dance dirumahnya.
Seketika senyum dengan mata menyipit bak bulan sabit terbit diwajahnya.
"Ayo masuk"
Hyunjin mematikan musik yg sedari tadi menemaninya berlatih.
"Ayah memanggil kakak"
"Ada apa?"
"Uhm itu-"
Hyunjin menaikkan sebelah alisnya menunggu kalimat yg akan keluar dari mulut sang adik.
