1

6.5K 279 2
                                        



5 tahun yang lalu

Aku, Jisoo. Anak SMA yang selalu bikin onar. Gak di rumah di jalan atau di sekolah. Sampai semua orang benci banget ke aku. Temenku kebanyakan cowok.

Aku bersekolah di sekolah, ya, kalo di bilang terbesar juga enggak. Aku aja sampai gak ingat apa nama sekolahku.

Aku adalah murid langganan guru BK-ku. Hah. Masuk ruang BK sungguh indah bagiku. Kok bisa? Entah.

Sama halnya seperti teman-temanku yang juga sama nakalnya. Rosè, Jennie, Lalisa, Bobby Jaehyun Dan Kai.

Aku memiliki guru yang sangat aku benci. Dia wali kelas di kelas kami.
Dia guru paling menyebalkan yang pernah aku temui. Dia selalu mencari cari letak kesalahanku. Pernah suatu hari aku terlambat dan bodohnya lagi itu adalah hari ulangan guru menyebalkan itu.

Hosh! hosh!

"Huft!" Semua pandangan tertuju padaku. "Kenapa loe pada ngliatin gue." Mereka dengan kompak menggelengkan kepala. Aku menelisik seluruh ruangan. Ternyata guru itu belum datang. "Huft, syukurlah." Ku elus dadaku berkali-kali, kurasa aku belum terlambat.

"Ekhem!" Ada yang berdehem di belakangku, seketika aku menoleh. Dan menampilkan sosok yang amat sangat aku benci. Itu guruku. Astaga, apa aku terlambat?

"Jisoo, kamu tau ini jam berapa? Dan kenapa kamu baru datang? Teman-temanmu semua sudah mengerjakan setengah soal ulangan! Apa kamu lupa bahwa hari ini ada ulangan"

Astaga, setengah soal? Jam berapa sih ini? Ku lihat jam tanganku. Langsung saja aku menepuk jidatku berkali-kali. Ini kan sudah mau jam pelajaran kedua. Kok, bisa telat sejauh ini, sih?

"Mm--maaf, Pak. Saya tadi, emm anu ... ban sepeda saya bocor jadi saya jalan kaki deh," ucapku. Aku nyengir kuda di depan guru itu.

"Sekarang kamu lari keliling lapangan sepuluh kali!"

"Apa-apa an sepuluh kali, 'kan gue udah ngomong kalo gue tadi jalan kaki, makanya terlambat," kataku marah, ucapanku ternyata malah membuat guru itu semakin marah

"Sekarang atau saya kasih tambah dua puluh kali plus guru BK dan penggarisnya," imbuh guru tadi dengan hidung kembang kempis mirip banteng yang siap menyeruduk lawannya.

Astaga, apa dia gak kasian sama cewek secantik aku ini. Oh, dengan berat hati dan sedikit menghentak-hentakkan kaki akhirnya aku berlari mengelilingi lapangan. Mulai detik itu, aku bersumpah akan selalu membenci guru sialan itu.

Sebenarnya aku selalu berpikir. Apa masalah hidup guru tersebut, hingga selalu saja tak berhenti mencari-cari letak kesalahanku. Padahal nih, ya, aku tak pernah sedikitpun punya masalah sama dia. Sial, sial nasibmu Jisoo.

MyLittleBadGirl (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang