23. 이루리

463 74 37
                                        

Warn 2k+ words

Happy reading~

Author POV.

Tak bisa berkata kata, Chan hanya bisa menatap pigura yang menampilkan wajah Subin dan Seungsik yang sedang tersenyum dan terlihat bahagia. Hatinya terenyuh saat melihat dua guci yang beranamakan nama mereka dibalik kotak kaca itu. Di sanalah abu milik Subin dan Seungsik berada.

Bahkan hati Chan terasa sakit lagi, saat melihat foto dan abu milik teman teman Subin di samping kotak kaca Subin.

"Lihat?" Ucap Seungwoo dengan suara bergetar.

"Mereka udah meninggal Chan.. dan yang lo alamin itu cum-"

"Ba-bagaimana bisa.." potong Chan.

"Gu-gue gak ngerti.." ucap Chan lagi.

Seungwoo diam, ia menatap Chan yang terus melihat foto Subin di balik kotak kaca.

Ada begitu banyak pertanyaan dan teka teki di otakknya yang tidak ia mengerti. Bagaimana bisa Chan tau Subin dan Seungsik? Ia bahkan tidak pernah menceritakan kisah "mereka" kepada siapapun.. tapi bagaimana bisa Chan tau mereka..

"Itu pacar gue.." ucap Seungwoo sambil menunjuk foto Seungsik di balik kotak kaca.

Chan yang tadinya termenung kini tersadar dan melebarkan pupilnya. Ia baru tau kalau Seungsik adalah pacarnya Seungwoo.

"Lo tau kan? Pas kemarin, lo gue ajakin ke kolumbarium ini? Ya tujuannya satu.."

"Buat say hi ke pacar gue dan adiknya.." cerita Seungwoo sambil tersenyum penuh arti. Ia benar benar rindu pada kekasihnya itu.

"Dulu.. lima tahun yang lalu- mungkin lo udah lupa sama tragedi itu.. waktu itu lagi musim panas, Seungsik pulang ke Jeju buat nemenin Subin liburan.. dan pas malam puncak festival musim panas berlangsung.."

"Tsunami nyerang negara kita dan negara tetangga.. sempet ada gempa kecil sebelum Tsunaminya datang, tapi gak ada satu pun yang sadar. Dan setelah gempa susulan yang besar terjadi, Tsunami dateng tanpa ada aba abaㅡ"

"Mereka.. Seungsik dan Subin gak selamat, gedung acara yang didatengin Subin sama temen temennya hancur, runtuh gara gara gempa susulan"

"Dan Seungsikㅡ"

Seungwoo menggigit bibirnya, berusaha untuk 'tidak apa apa' saat menceritakan kejadian kelam itu.

"Dia.. ditemuin gak jauh dari gedung itu, Tsunami yang ngehantamnya terlalu besarㅡ"

Seungwoo tak kuat lagi. Ia akhirnya jatuh bersimpuh di hadapan foto Subin dan Seungsik. Wajahnya ia tutupi dengan tangan besarnya. Itu tak cukup untuk menutupi tangisannya.. air matanya masih bisa terlihat dari sela sela jarinya.

"Ka-kalo aja.. alarm Tsunaminya aktif, orang orang yang ada di festival itu.. Seungsik dan Subin.. pasti masih bisa selamat.." ucap Seungwoo dengan suara serak.

Chan mengepalkan tangannya kuat kuat, air matanya sudah jatuh dari tadi. Ternyata.. itu adalah kali terakhir Subin melihat dirinya, saat Subin memberikan gelang itu padanya.. dan dia berhasil membuat Subin hampir menangis saat itu.

'Kenapa.. kenapa gue gak sadar pas itu?! kenapa gue bersikap kasar sama dia.. harusnya gue bisa bersikap lembut kalau tau.. itu adalah kali terakhirnya lo ngelihat gue'

Chan menundukan kepalanya. Ia mengusap air matanya. Wajahnya ia dongakan demi menatap pigura Subin. Tak jauh dari pigura itu ada benda benda milik mendiang Subin dan Seungsik. Matanya melebar saat melihat gelang yang hampir sama dengan miliknya ada di sana.. tapi bedanya gelang itu berhiasan bulan.. bukan bintang.

TIMEline ✔ -ChanBin- VICTONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang