Young Doctor | Chapter 16 - HOME

10.3K 624 189
                                        

Clalea menghela nafas. Dari semalam hingga siang ini, Dara tidak makan sama sekali. Clalea yang mendengar masalah yang menimpa Dara langsung pulang dari Lampung.

"Tiga sendok aja Dar, tiga sendok aja. Mommy mohon," ujar Clalea karena Dara tidak ingin makan sama sekali.

"Dara masih kenyang Mom nanti kalau mau makam juga Dara minta ke Samantha. Mommy masih ada kerjaan kan di Surabaya? Kenapa malah pulang ke Jakarta? Dara gapapa Mom," jelas Dara tidak nyaman karena semua anggita keluarganya terlihat lebih perhatian padanya.

"Buburnya mau kamu tambahin apa? Ini sarapan loh. Jam 12 sarapan itu cuma kamu Dar!" tegur Clalea khawatir karena Dara tidak memasukan makanan sama sekali ke perutnya.

"Jangan kasih masuk!!"

"Ferro! Cakra lagi di ruang tamu! Kamu teriak di depan anakku lagi, nanti malam jangan tidur di kamar!"

"Anak aku juga Tiffany!"

"Yaudah diem! Pak! Kalo Darren masih keras kepala masuk, bilangin. Serahin dulu jalangnya biar saya eksekusi bareng Keisha sama yang lain!"

"Apaan sih Tif---"

"Apa?! Cowo cuma bisa ngomong! Bawa Cakra ke kamar, aku mau ke Dara dulu."

Clalea dan Dara mengeleng kala mendengar perdebatan Tiffany dan Claferro. Rasanya sudah lama sekali Dara mendengar Tiffany berdebat dengan laki-laki, dan dulunya Tiffany tidak pernah berbicara dengan nada tinggi dengan Claferro. Mungkin karena sekarang ia adalah Istri Claferro, jadi Tiffany lebih berani dalam menjalankan perannya sebagai Istri siaga.

"Dar, lo masih gak makan?" tanya Tiffany.

Dara hanya diam sedangkan Clalea mengeleng.

"Darren mau masuk?" tanya Dara membuat Tiffany merutuki dirinya dan Claferro yang berbicara terlalu kencang.

"Lo gak usah pikirin mereka, pikirin diri lo sendiri sama ponakan gue." Clalea tersenyun dan mengangguk setuju.

"Mommy dan Daddy gak akan biarin dia ngeliat wajah kamu sedetikpun."

Dara tersenyum. Akhirnya ia memakan satu sendok yang di sodorkan Clalea.

"Kenapa suapan sendok pertama Mommy ke kamu harus di saat kamu han---"

"Sttt ... setidaknya aku pernah ngerasain suapan seorang Ibu walau terlambat 25 tahun. Lebih baik terlambat dari pada gak sama sekali."

Clalea meneteskan air matanya menatap Putri bungsunya yang terlihat baik-baik saja. Hanya dari luar.

Dara yang sebenarnya merasa kenyang mau tidak mau memakan bubur yang Clalea suapi. Kapan lagi Dara akan di suapi seorang Ibu? Mungkin ini akan menjadi yang pertama dan yang terakhir untuk Dara.

"Nona, saha---"

"DARA!!!" teriak Zara kencang sambil masuk memeluk Dara erat. Clalea yang melihat Keisha dan Shella menyusul masuk tersenyum.

"Saya ke kantor dulu ya."

Semua mengangguk kecuali Zara yang sudah memeluk Dara sambil terisak.

"Bego banget gue jadi sahabat! Kenapa waktu itu gue gak larang lo balik!" omel Zara pada dirinya sendiri.

Tiffany, Shella dan Keisha menatap sedih sahabatnya. Mereka bertiga sudah curiga sejak awal. Apa lagi saat Zara berkata ada yang aneh dengan Dara.

"Darren sialan! Kalo aja dia bukan sahabat Rakha udah gue habisin sekarang!" oceh Zara emosi.

Keisha mengeleng berusaha menahan emosinya dan air mata yang akan turun. Keisha berbalik dan mengambil sebuah kertas dari tasnya.

Young Doctor [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang