[Season 2 of Little Badgirl]
_________________________________________
"Darren ...."
"Habis ini jangan ngode mulu ya? Bosen denger kode selama empat tahun berturut-turut," ujar Darren sambil tersenyum.
"Will you be my wife?"
Suasana menjadi sunyi...
Dara membenarkan rambut dan berjalan keluar sambil menarik kopernya. Dara terkejut saat melihat banyaknya wartawan yang ada di sana. Jelas orang-orang di sana kebinggungan, karena suara potretan kamera terdengar di sana.
"Dar." Dara menoleh saat seorang wanita berdiri di sampingnya sambil tersenyum penuh arti.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tiffany?"
"Ya, saya Tiffany. Mari ikut saya, semua yang Anda minta sudah saya lakukan, Adik ipar kurang ajar," ujar Tiffany dengan wajah menahan kesal.
Dara mengangguk sambil tertawa, lalu Dara dan Tiffany berjalan menuju sebuah mobil yang sudah terbuka untuk mereka berdua.
"Dar, bentar!" Dara spontan berhenti saat Tiffany menariknya.
"Kasih senyuman manis lo!" bisik Tiffany dan Dara langsung tersenyum kikuk depan kamera.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Goodgirl!" ujar Tiffany lalu Tiffany masuk ke dalam mobil terlebih dahulu karena Dara yang masih di potret dan di berita banyak pertanyaan. Dara lupa kapan terakhir kali ia menghadapi situasi seperti ini, sangat lama. Karena pernikahan Darren dan Dara hanya di hadiri oleh orang-orang terdekat.
"Nona! Nona! Apakah Anda Istri dari Putra ke dua keluarga Wijaya?"
"Kami dengar Anda baru saja honeymoon! Sudah berapa lama Anda menikah?!"
"Di mana suami Anda??"
"Apakah Anda seorang Dokter yang dirumorkan lulus sangat cepat?!"
"Apa profesi anda?"
Dara mendelik ke arah Tiffany yang sepertinya membeberkan fakta bahwa Dara menikah dengan Darren.
"Kenapa Anda keluar sendiri?"
Pertanyaan itu membuat senyum Dara pudar. Dara rasa ia tidak perlu menjelaskan suatu hal yang tidak wajib. Ini kehidupan Dara dan Dara tidak ingin menjadi tokoh publik. Dara ingin orang-orang mengenalnya sebagai Dokter Dara Eurosia Spesialis Bedah.
"Jangan panggil ia Nona, panggil ia Nyonya Wijaya. Dara Eurosia adalah Istri sah saya." Darren muncul dari belakang Dara sambil tersenyum tanpa dosa.