Young Doctor | Chapter 32 - Markas Selatan

9K 488 92
                                        

Malam ini Devan memperhatikan komputernya dengan serius. Jam sudah menunjukan pukul 3 subuh, tetapi entah mengapa matanya masih saja tetap terbuka.

Devan mengantuk dan bisa saja ia tidur, karena masih ada anggota AD-2 yang akan mengantikannya. Namun, malam ini ia merasa ada yang salah.

Matanya hendak menutup, tetapi hatinya mengatakan tidak.

Jangan tidur.

Itulah yang ada di benaknya. Devan terus memantau rumah yang di tempati Dara dan Samantha. Semua aman walau Devan sempat melihat titik merah yang berarti ancaman di sana, tetapi Samantha menghubunginya. Berkata bahwa semua baik-baik saja.

Mungkin itu yang membuat Devan binggung setengah mati hingga ia memilih tidak tidur.

Seseorang berjalan mendekatinya sambil membawa kopi. Devan menoleh dan terlihat salah satu anggota AD-2 sedang berdiri di sana.

"Kenapa?" tanya Devan.

"Kopi, saya rasa anda mengantuk. Entah apa alasan anda. Namun, istirahatlah. Tidak ada pergerakan dari pihak Michael," ujar anggota itu.

"Taruh di sana."

Drttt... drttt... drttt...

Devan menoleh pada ponselnya yang bergetar, nomor asing. Devan mengambil ponsel itu lalu mengangkat panggilan dari sosok tak di kenalnya.

"Malam."

"Malam."

"Siapa anda?"

"Satu."

"Apa?"

"Dua."

"Dasar bodoh! Apa anda sedang belajar menghitung?"

"Ti---"

Devan menoleh pada komputernya yang tiba-tiba memperlihatkan tanda seru pada satu titik tertentu, sinyal bahaya. Markas selatan.

"Ga."

Mata Devan langsung melotot lebar. Dengan cepat Devan berusaha menghubungi markas selatan AD-2. Namun, tidak ada yang menjawab.

Devano memencet tombol bahaya di markas pusat, membuat semua anggota bangun seketika. Ketika tombol itu di bunyikan maka tanda bahaya akan langsung di dapatkan semua anggota. Tanda mereka harus waspada di saat itu juga.

BRAK!!!

Pintu terbuka dengan bantingan keras, ulah Gilang yang kepalanya sedikit benjol.

"Kenapa?! Ada serangan?!" tanya Gilang panik.

"Markas selatan di bom," jawab Devan sambil mengotak atik komputernya.

"Hubungi Dara, dan lainnya sekarang!" perintah Gilang pada seorang anggota.

Tasya tiba-tiba masuk dengan panik, sepertinya ia baru saja bangun karena alarm markas berbunyi kencang di setiqp sudut.

"Panggil Allen! Minta dia siapkan Tim Medis, jangan bawa mereka ke rumah sakit!" ujar Gilang pada Tasya. Tasya seketika pucat pasi.

"Markas mana yang di serang?" tanya Tasya.

"Jangan banyak tanya!!" bentak Gilang.

"Apa itu selatan?" tanya Tasya.

"Demi bayi yang ada di perut Dara, kenapa semua cewek rempong semua!! MARKAS SELATAN DI SERANG! JADI GERAK CEPAT TASYA!"

Gilang terdiam saat melihat Tasya tidak berkutik. Tasya menatap Devan.

"Hei---"

"Allen ada di markas selatan."

Young Doctor [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang