Young Doctor | Chapter 29 - Pengintai

9.4K 490 69
                                        

"Gak!" jawab orang-orang itu serentak.

Dara menghela napas, keputusannya memang sulit di terima, tetapi tidak dengan alasannya. Alasannya cukup logis agar mereka mengizinkan Dara tinggal sendiri.

"Lo gak bisa sendiri Eurosia pembangkang!" Tiffany terlihat sangat, sangat, sangat tidak setuju.

"Gue sama Samantha kok," ujar Dara menenangkan.

"Dalam empat bulan lo bakal lahiran dan di luar sana bahaya Dara...," balas Keisha tetap pada pendiriannya.

"Gue bisa pantau lo dari jauh, bukan berarti AD-2 bisa sampai di sana dalam waktu sedetik, kita bukan superman yang ada di film-film bioskop!" jelas Devan tidak habis pikir dengan keputusan Dara.

"Ini wilayah kita, gue jamin mereka gak bakal serang---"

"Mereka pihak jahat, mafia, teroris. Ngeledakin kantor polisi aja pasti berani!" potong Tiffany kesal.

"Mereka mafia, mafia bukan pencuri dan semacamnya yang asal ngebunuh, mereka pasti gak rela kalo gue mati dalam hitungan detik begitu. Mereka lebih suka cara yang lebih keji," jelas Dara.

"Dan bukannya malah membuka peluang kalo---"

"Lo bener, gue sengaja mau pancing mereka," potong Dara pada ucapan Allen.

Semua orang yang ada di ruangan itu menatap Dara penuh terkejut. Bagaimana bisa Dara berpikir untuk menjadikan dirinya umpan sementara dirinya tengah mengandung?

"Lo bener-bener gila Dar," gumam Keisha sambil mengeleng-geleng lalu bersandar pada kursi. Pusing menghadapi Dara yang keras kepala atau mungkin ... lebih dari keras kepala.

"Kita terlalu lama santai dan mereka terlalu lama bermain-main."

"Bukannya bagus? Kita bisa jamin kelahiran---"

"Engga, gue tau mereka mau nyerang gue detik-detik mau lahiran. Lebih baik serang sekarang dari pada nanti," potong Dara.

"Apa cuma gue yang gak ngerti?" tanya Gilang malas.

"Gini Dar, kalo pun mereka susun rencana pas lo lahiran, kita bisa ubah rencana sekarang dari pada lo begini dan mereka nyerang ketika AD-2 sendiri belom si---"

"Ya makanya gue bilang kita terlalu santai kan?" potong Dara.

"Lo hamil, jadi tahan hasrat lo buat mulai tantangan baru," ujar Keisha. Keisha tau Dara tidak suka di serang tiba-tiba. Dara lebih senang memancing dan menyerang, tetapi musuh mereka berbeda.

"Pokoknya gue mau keluar dari sini!" ujar Dara tidak ingin di bantah lalu keluar dari ruangan itu. Membuat semua yang ada di sana tercengang.

Keisha sendiri sudah beralih pada ponselnya.

Agrenia(5)

Keisha. F: Dar, berhenti kekanak-kanakan

Zara. Z: Dara kenapa?

Keisha. F: Dia mau sewa rumah dan tinggal pisah dari markas. Lo tau betapa berbahayanya itu.

Shella. C. M: Dia pasti punya alasan.

Keisha. F: Ya tapi itu bahaya Shel

***

Dara membereskan semua barang-barangnya dengan cepat. Sekarang bukannya waktu untuk berdebat.

Tiba-tiba seseorang membantunya, Dara menoleh dan terlihat Tiffany berdiri dengan wajah kesalnya.

"Lo mau ke mana?" tanya Tiffany.

Young Doctor [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang