Epilog

15.3K 513 213
                                        

Dara menaruh surat di atas meja dan tersenyum pada Alexi yang berlari dengan semangat ke arahnya. Senyum di bibir Putrinya lebih sering terlihat sekarang.

"Pagi Bunda!" teriak Alexi semangat membuat Dara tersenyum.

"Gosok gigi dulu gih, Bunda mau bangunin adek-adek!" suruh Dara. Alexi patuh dan langsung berjalan ke kamar mandi.

Dara berdiri dan berjalan ke pintu kamar Atharix dan Rafael.

Atharix dan Rafael saling menendang satu sama lain membuat Dara tertawa melihatnya.

"Pangeran-pangeran Bunda udah bangun ya?" Atharix dan Rafael tertawa sampai matanya tertutup, begitu lucu di mata Dara yang sangat mencintai mereka.

"Sus, tas yang kemarin saya siapin dI mana?" tanya Dara.

Suster yang sedari tadi menemani kedua bayi kembar itu menjawab, "ada di sofa depan Dok. Nanti jadi imunisasi memangnya?" tanya Suster.

Dara mengangguk. "Pasien VIP mah di layanin ya Dok?" tanya Suster membuat Dara tertawa.

Seharusnya hari ini Atharix dan Rafael tidak imunisasi karena Dokternya mengambil cuti. Namun, Dokter kedua bayi Dara memilih mengalah karena rumah sakit Dara masih berusaha membujuk Dara mati-matian.

Padahal sudah nyaris 2 tahun. Mereka masih tidak menyerah membujuk Dara.

Dokter Andhika: Mau jam berapa? Saya tunggu jam berapapun

***

"Alena! Om udah di depan itu!" teriak Shella di ruang tamu sambil menaruh secangkir kopi di meja.

Artha yang sedang menonton berita meraih cangkir kopi.

Tin! Tin! Tin!

"ALENA!!!" teriak Shella murka membuat Alena berlari kocar kacir. Hanya memakai kaos kaki, memeluk sepatu, mengantung tasnya di lengan dan memegang bekal di tangan kiri. Benar-benar rempong.

"Ale otewe!" Alena salim pada Artha dan Shella lalu berlari keluar.

"Ale masih playgroup gitu kenapa kayak anak SD ya?" gumam Shella.

"Karena Bapaknya pinter," celetuk Artha.

"Kamu juga hari ini bukan weekend kenapa gak kerja?!" omel Shella.

"Kesiangan," jawab Artha santai membuat Shella memilih berjalan ke taman belakang.

***

Seorang wanita dengan pakaian rapih membungkuk saat melihat Istri dari atasannya datang.

Dua bodyguard mempersilakan masuk sambil membuka pintu ruangan lebar-lebar.

Wanita dengan pakaian berkelas itu hanya tersenyum kecil dan bergerak masuk ke dalam ruangan suaminya.

"Selamat siang Mrs. Xerioxita, kalau begitu saya permisi untuk kembali bekerja," jelas karyawan Claferro Xerioxita.

Claferro dan Tiffany mengangguk. Cakra yang tadi di gandeng Tiffany sudah berlari memeluk sang Ayah.

"Gak nunggu dulu kan?" tanya Claferro pada Tiffany sambil mengendong Cakra.

Young Doctor [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang