Beberapa bulan kemudian...
Kini Gilang dan Dara berada di sebuah mobil, mereka baru saja kembali dari rumah sakit. Kebetulan Tasya dan Samantha sedang sibuk, jadi hanya Gilang yang bisa menemaninya.
Gilang memang termasuk manusia kurang kerjaan.
"Kata Dokternya apa?" tanya Gilang sambil fokus menyetir mobil.
"Semuanya aman." Gilang mengangguk-angguk.
"Lo sama Samantha gimana?" tanya Dara.
"Masih jalan di tempat," jawab Gilang.
"Astaga, lo berdua dari dulu ribut sampai sekarang gak kelar-kelar. Kayak bocah sumpah," omel Dara membuat Gilang malas.
Dara mengeleng-geleng lalu menyender pada kaca jendela. Matanya menangkap suatu pergerakan saat mobilkan belok ke kiri. Dara memicingkan matanya.
Dara melihat ke depan, lampu merah tersisa 6 detik lalu dengan cepat Dara menoleh ke Gilang dan berkata, "naikin kecepatan mobilnya sekarang! Lewatin lampu merahnya!!" teriak Data memerintah.
Gilang langsung melakukan apa yang Dara suruh karena Gilang tidak pernah meragukan insting Ketua yang ia anggap sialan itu.
Dara melihat ke atap mobil yang bisa di buka. Dara membuka laci dashboard mencari sesuatu di antara tumpukan sampah.
"Siapa yang pakai mobil ini sebelum kita?! Sampah apa sampah ini, banyak banget gila!" ujar Dara kesal.
Gilang mengeleng. "Mana gue tau! Kayaknya---"
"Nah!" Gilang melotot saat melihat Dara mengeluarkan sebuah pistol.
"Lo ngapain anjir?"
"Bego! Dari tadi kita di kejar! Belok ke jalan lain, mereka mau ke markas!"
Dor!
"Anjir yang nembak tipikal cowok peka," ucap Gilang bercanda membuat Dara berdecak kesal.
Dara melihat ke kanan dan ke kiri. Di depan ada tikungan dan ...
"Gilang!!!" Dara berteriak kala Gilang menikung patah yang berakhir mobil berputar dan teriakan Dara yang kencang karena terkejut.
Gilang langsung menganti kopling dan, menginjak gas dalam.
"Gunanya apaan anjir!!!" bentak Dara emosi.
"Lo setir yang bener! Biar gue yang tembak!"
"Bapakmu! Gue yang tembak, bisa mati di bunuh orang gue sampai bayi lo kenapa-kenapa!"
Gilang berhenti mendadak di tengah jalan lalu duduk di samping kemudi. Berbeda dengan Dara yang berpindah begitu saja tanpa keluar mobil.
"Siap?" tanya Dara sambil memakai seatbelt.
"Gak usah siap-siap segala! Siap mati lo kalo gitu terus," balas Gilang membuat Dara kesal lalu langsung menginjak gas tanpa aba-aba.
Dara menyetir dengan kecepatan di atas rata-rata. Namun, tetap stabil. Dara sering kali membuat mobilnya belok hingga zig-zag untuk menghindari tembakan dari musuhnya.
Gilang kesal saat ingin menembak tetapi mobil Dara terus belok ke kanan dan ke kiri.
"Lo lurus aja napa Dar! Kasih kepastian ke gue soal ini mobil! Gue mau nembak gak jadi-jadi anjir," omel Gilang. Dara berdecak kesal dengan Gilang yang tukang komentar. "Kalo lo jago, sekalipun ini mobil salto juga lo pasti bisa!" balas Dara.
Dor!
Prang!
"Ini mobil bukannya anti peluru?" tanya Dara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Doctor [COMPLETE✔]
ChickLit[Season 2 of Little Badgirl] _________________________________________ "Darren ...." "Habis ini jangan ngode mulu ya? Bosen denger kode selama empat tahun berturut-turut," ujar Darren sambil tersenyum. "Will you be my wife?" Suasana menjadi sunyi...
![Young Doctor [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/196865645-64-k413983.jpg)