Allen menatap Dara yang sedang membantunya mengecek persediaan obat di ruang kesehatannya.
"Tumben." Dara tidak menoleh, ia sibuk menghitung sisa obat-obatan bulan ini.
"Kak, ini." Dara berbalik dan kembali menghela nafas melihat apa yang Tasya bawa masuk. "Buang aja," suruh Dara membuat Allen mengeleng-geleng.
Tasya menatap Allen seakan-akan berat melakulannya. Allen pun memberi kode untuk menaruh dua barang itu di atas meja.
Sudah lima hari berturut-turut satu surat dan buket bunga datang dari perbatasan, awalnya Dara penasaran. Namun, saat tau yang memberinya adalah Darren, dengan sangat kejamnya Dara membuang dua barang itu ke tong sampah
Darren tau keberadaan Dara karena ia membawa sendiri mengembalikan senjata-senjata AD-2. Lengkap tanpa kurang satu pun, hanya lebih satu.
Setelah itu Darren sering memberikan surat dan buket bunga melalui anggota AD-2 yang menyamar. Entah bagaimana caranya Darren tau. Yang pasti Mafia yang pernah Dara tolong itu dalangnya.
Anggota AD-2 yang merupakan kaum hawa selalu penasaran dengan pengirimnya hingga mereka pernah bertanya langsung pada Dara. Yang tentunya Dara jawab...
"Gembel."
Yang tentunya mereka tidak mengerti. Karena tidak semua berasal dari Indonesia, walau mereka belajar bahasa tanah kelahiran Dara, bukan berarti mereka tau apa itu gembel.
"Dar," panggil Allen.
"Apaan?" tanya Dara.
"Buka tuh, beli buket bunga juga pakai uang. Dia termasuk niat, kalo---"
"Dia selalu niat," potong Dara malas mendengar pujian Allen pada Darren.
Selalu niat, termasuk soal Brenda.
"Itu tau, mungkin dia nyesel. Dar, semua itu pengalaman, ambil hikmah di dalamnya. Dia pasti nyesel---"
"Gue gak butuh dia nyesel," potong Dara sekali lagi.
"Berhenti pikirin masa lalu yang Gilang bilang sesuram hubungan dia sama Samantha. Liat ke depan, masih ada banyak masalah lebih berat yang harus lo hadapin."
Allen mengambil kertas yang Dara pegang membuat Dara menatap kesal ke arahnya. "Sekali-kalo lo buka Dar," suruh Allen sambil berjalan meninggalkan Dara.
"Setiap cerita cinta manusia itu pasti punya kehancuran masing-masing, tapi di situ ada pesan kehidupan. Jangan sibuk pikirin kesalahan dia di masa lalu, karena nyatanya semua orang gak sempurna. Dari awal nikah sama dia harusnya lo udah tau resikonya, inget Aulia?" tanya Allen sebelum menutup pintu.
Dara terdiam menatap surat di atas mejanya. Perlahan Dara berjalan untuk duduk di kursi yang biasa Allen duduki.
Tangan Dara bergerak mengambil surat itu dan membukanya.
From: Wijaya
To: Eurosia
Untuk ke sekian kalinya aku harap kamu gak buang bunga ini. Bunga ini aku petik dan rangkai sendiri setelah belajar berjam-jam. Aku pikir kalau aku yang buat, mungkin kamu bakal baca.
Tapi aku tau suatu saat aku pasti bakal nyesel udah petik langsung bunga ini, bunga ini asli, indah dan harum, tapi layu ketika aku ambil. Sama kayak kamu, hati kamu asli, indah dan harum, tapi ketika aku ambil dari orang tuamu, kamu gak bertahan lama.
Aku harap kamu bukan bunga yang bisa layu, tetapi sungai yang selalu mengalir selamanya. Karena aku sadar, kesalahan aku sulit kamu maafkan.
Jangan lupa makan dan tidur yang cukup.
Dara menghela nafas malas. Dara yakin kalimat itu Darren ambil dair internet. Sejak kapan manusia dingin nan posesif dan pembohong itu bisa berkata manis? Ah, Dara lupa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Doctor [COMPLETE✔]
ChickLit[Season 2 of Little Badgirl] _________________________________________ "Darren ...." "Habis ini jangan ngode mulu ya? Bosen denger kode selama empat tahun berturut-turut," ujar Darren sambil tersenyum. "Will you be my wife?" Suasana menjadi sunyi...
![Young Doctor [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/196865645-64-k413983.jpg)