Dara berjalan di koridor rumah sakit. Di ujung koridor terdapat satu ruangan yang sering Dara datangi jika ia ingjn belajar lebih banyak. Ruangan Dr. Anthony. Profesornya, Dokternya, Paman Darren dan tentunya sosok yang sangat Dara hormati.
Saat Dara memasuki ruangan itu. Dr. Anthony menatapnya penuh tanda tanya. Namun tatapannya terpaku pada sebuah surat yang ada di tangan Dara.
"Sepertinya saya tau kenapa kamu ada di sini, bukan karena Pasienmu yang kritis dan berakhir tetap sembuh atau lainnya kan?" tanya Dr. Anthony bergurau.
Dara terkekeh. "Bukan Dok. Sebelumnya saya minta maaf dan berterima kasih. Saya harus memberikan ini kepada Dokter, maaf---"
"Surat pengunduran diri?" tanya Dr. Anthony dan Dara menghela nafas lalu mengangguk.
"Ini murni keputusan kamu sendiri?" tanya Dr. Anthony dan Dara kembali mengangguk.
Dr. Anthony menghela nafas berat dan berkata sebagai Gurunya, "saya tidak akan tanya ke mana kamu pergi. Sayang sekali rasanya kamu harus mundur dari rumah sakit. Padahal masuk ke rumah sakit ini butuh perjuangan besar dan kamu berhasil melaluinya walau berakhir seperti ini, saya tidak mempunyai hak untuk melarang. Jadi ... kembalilah jika kamu butuh tempat untuk menyembuhkan orang yang membutuhkan," ujar Dr. Anthony tersenyum.
"Maksud Dokter?" tanya.
"Rumah sakit ini selalu menerima kamu Dara. Walau saya tau, rumah sakit mana pun akan menerima kamu dengan terbuka."
Dara tersenyum sedih, senang sekaligus terharu. Untuk sampai di tempat ini, Dara harus berusaha berkali-kali. Dan sekarang semuanya harus Dara relakan sekarang. Berat rasanya karena sudah nyaman dengan Rumah Sakit ini, namun ada yang harus lebih Dara prioritaskan.
"Dokter, saya ingin meminta sesuatu sebagai seorang Pasien."
"Apa?"
"Rahasiakan semua rekam medis saya. Sekecil atau sebesar apapun hasilnya, jangan biarkan orang-orang tau."
"Termasuk Darren? Soal kahamilan kamu?"
"Iya ...."
"Tapi, Darren harus tau sebagai Ayah dari janin yang ada di rahim kamu. Dan dia Keluarga, sudah sewajibnya keluarga Pasien tau berita membahagia---"
"Apa berita ini akan membawa kebahagiaan untuk Darren dan lainnya? Saya rasa Dokter sudah tau, dan Darren pastinya sudah memilih jalannya sendiri. Saya hanya tidak ingkn menjadi batu penghalang bagi kebahagiaannya, biarkan semua saya yang tanggung sendiri." Dr. Anthony menatap ragu namun Dara berusaha meyakinkan.
"Baik."
"Kalau begitu, tanda tangani ini. Surat perjanjian tutup mulut." Dr. Anthony menatap binggung ke arah Dara.
"A-Apa maksud kamu Dara?" tanya Dr. Anthony.
"Di sini sebagai Pasien saya meminta Dokter untuk menanda tangani surat perjanjian untuk tutup mulut mengenai semua rekam medis saya. Mulai dari pengecekan berakhir mengecewakan hingga saya hamil."
"Apa ini harus?"
"Di posisi seperti ini. Percaya pada Suami sendiri saja saya tidak mampu, bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Dara miris.
***
Dara menutup pintu ruangan Dr. Anthony. Namun matanya membulat terkejut saat melihat banyak Dokter Bedah, Dokter muda, Perawat hingga Pasien yang ia tangani.
Mereka berdiri berjejer menatap dirinya dengan pandangan tidak rela.
"Dokter Dara," sebut mereka kompak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Doctor [COMPLETE✔]
ChickLit[Season 2 of Little Badgirl] _________________________________________ "Darren ...." "Habis ini jangan ngode mulu ya? Bosen denger kode selama empat tahun berturut-turut," ujar Darren sambil tersenyum. "Will you be my wife?" Suasana menjadi sunyi...
![Young Doctor [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/196865645-64-k413983.jpg)