*reff awalnya Dara bangettt wkwk
Darren menatap kesal Dara yang berdiri di belakang seorang pria. Ada rasa marah dan cemburu di hatinya. Tetapi Darren tidak bisa apa-apa, status mereka berdua menjadi penghalang. Termasuk kelakuannya dulu. Dulu?
"Dar, aku mau ngom---"
"Gak ada yang perlu di omongin lagi! Lo bisa pergi sekarang," potong Gilang seperti sinetron Indonesia. Dara menghela nafas, tidak bisakah ucapan Gilang terdengar serius sedikit.
Sedangkan Darren menatap kesal ke arah Gilang. "Gue gak ada urusan sama lo, urusan gue sama Dara. Lo siapanya Dara?" tanya Darren kesal.
"Mau tau? Gue ini -- akh!" Gilang meringis memukul kepalanya.
"Mau ngomong apa?" tanya Dara sambil berbalik dan kembali duduk di kursi tadi.
Gilang menatap kesal ke arah Dara.
"Keisha bakal marah kalau tau Dar!" omel Gilang memperingati. "Tutup mulut dan Keisha gak akan tau." Setelah menjawab Dara menarik Gilang lalu membisik, "lo tau seberapa pengen dan gak maunya gue ketemu dia."
Gilang menghela nafas. Selama ini Dara memang terlihat membenci Darren. Bukan hanya terlihat, tetapi Dara benar-benar membenci Darren. Namun, di balik semua itu, Dara juga harus menahan dirinya untuk tidak mencari Darren dan meminta Darren memberinya pelukan hangat. Hormon wanita hamil. Dara selalu berkata padanya jika itu hanya sebatas keinginan bayinya.
"15 menit, gak lebih kecuali kurang," pesan Gilang dan Dara mengangguk.
Gilang dan Darren saling menatap tajam satu sama lain saat berpapasan. "Lo tau apa yang bakal terjadi kalau sampai Dara kenapa-napa," ancam Gilang pada Darren.
Gilang berjalan menjauh sekitar beberapa meter dari mereka. Tidak mungkin Gilang meninggalkan Dara berdua dengan pria berengsek itu. Gilang masih ingin hidup.
Terlihat Darren berjalan lebih dekat, di sebelah kiri Dara. "Boleh aku duduk?" tanya Darren hati-hati.
"Apa semua laki-laki gak bisa berdiri sebentar aja?" tanya Dara membuat Darren binggung. Gilang yang mendengar dari kejauhan hanya tersenyum mengejek.
Darren menghela nafas mengalah.
"15 menit dan itu gak lama, ada alasan yang penting sampai kamu datang ke sini?" tanya Dara menyindir, yang ada di pikiran Dara, pasti karena Brenda lagi.
"Aku kangen sama kamu Dar," jawab Darren membuat hati Dara porak poranda. Namun, Dara pintar mengatur ekspresi sehingga Darren hanya melihat raut datar Dara.
"Hanya itu?"
"Apa itu gak cukup jadi alasan aku berdiri di sini?"
Dara terdiam, lalu menjawab, "gak cukup setelah apa yang kamu lakuin. Dulu aku mulai ngalah, ada di rumah setiap kamu pulang. Alasan aku tunggu kamu saat itu, karena aku gak mau ngelepas kamu."
"Kenapa kamu lepasin aku?" tanya Darren.
"Kecewa," jawab Dara sederhana.
"Tapi kamu diam."
"Karena diam adalah level tertinggi dari segala kekecewaan yang kamu buat," potong Dara. Dapat Darren rasakan getaran dari suara Dara, tapi ia kurang puas dengan jawaban Dara.
"Kalau gitu, kenapa kamu gak balas lebih berat, biarin aku hidup melarat, kamu bisa ambil semua harta aku dan buat aku hidup kesusahan," jelas Darren lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Doctor [COMPLETE✔]
Literatura Feminina[Season 2 of Little Badgirl] _________________________________________ "Darren ...." "Habis ini jangan ngode mulu ya? Bosen denger kode selama empat tahun berturut-turut," ujar Darren sambil tersenyum. "Will you be my wife?" Suasana menjadi sunyi...
![Young Doctor [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/196865645-64-k413983.jpg)