Young Doctor | Chapter 44 - Amarah Gabriel

7.9K 499 225
                                        


-Khusus buat Gabe&Kei
-Yg suka barat atas, yg kurang bawah.
-Yg mau mengenang masa SMAnya bisa yg tengah.
Yg tengah sm bawah nyesek ges.
Selamat membaca

---

"Kami menemukan jasad yang tubuhnya sudah tidak utuh." Gabriel mendengarkan dengan takut.

"Golongan darahnya A."

Kepalan tangan Gabriel melongar seketika. Golongan darah Gabriel A.

Sama seperti Keisha.

"Sepertinya jasad tersebut adalah Keisha Febegavriela."

Gabriel mengusap wajahnya dengan kasar. Matanya sudah bengkak sekali, air mata yang keluarpun sulit di hitung. Sesak yang ada di dada Gabriel bertambah setiap harinya.

Kini hidup Gabriel hampa. Gabriel tidak memiliki saudara sama sekali. Orang tuanya pun sudah tiada. Lalu kenapa Keisha juga harus ikut pergi meninggalkannya?

Setidaknya ... kenapa Tuhan memberikan akhir kisah hidupnya yang seperti ini? Kepada Keisha yang selalu mengisi kehampaannya, kenapa harus Keisha? Kenapa tidak mereka yang selalu membuat sahabat-sahabatnya menderita? Kenapa?

Hukuman apa yang Tuhan berikan pada Gabriel?

Gabriel menatap pistol di tangannya. Pistol yang Keisha bawa untuk berjaga-jaga, pistol dengan satu peluru sesuai keinginan Keisha. Pistol yang di modifikasi sesuai keinginan sang pemilik.

Setetes air mata kembali mengalir dari mata ke pipi lalu terjatuh di atas pistol. Gabriel bergerak memeluk pistol tersebut. Hanya ini peninggalan Keisha, Keisha bukanlah sosok wanita yang memiliki banyak benda berharga.

Bahkan saat mereka harus berpisah karena Keisha akan kembali ke New York dan Gabriel menetap di Jakarta. Yang mereka lakukan adalah menghabiskan waktu bersama, dari apda membeli barang untuk kenang-kenangan.

"Kenangan lebih berharga dari segala hal."

Gabriel terkekeh sambil menangis.

"Karena kenangan gak bisa di perjual-belikan, semua di simpan di sini...." Keisha mengetuk kepala Gabriel hingga Gabriel meringis. "Dan jangan lupa, kenangan juga harus selalu ada di sini," lanjut Keisha sambil menyentuh dada Gabriel.

"Itu yang aku lakuin kalau sama kamu dan sahabat-sahabat kalian. Kalau di simpan di otak aja, mungkin kita bakal lupa. Tapi, kalau di hati engga akan, bahkan sampai lupa ingatanpun. Kenangan akan tetap ada." Keisha tersenyum sok bijak.

"Makanya! Selama aku kuliah, sampai aku dapat kabar kamu ganjen sama cewek lain, awas aja!" Keisha menatap tajam.

Kekehan Gabriel berubah menjadi tawa yang menyedihkan, membuat siapapun yang mendengarnya merasa tersayat-sayat.

Young Doctor [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang