Darren memasuki penthouse Brenda dengan cepat. Darren bangun kesiangan karena alarm miliknya tidak berbunyi. Dara juga tidak membangunkannya.
Namun Darren menghela nafas lega saat melihat Brenda masih duduk dan sepertinya sedang meminum susu hamil yang Darren belikan beberapa hari yang lalu.
Brenda tersenyum cerah dan langsung turun menghampiri Darren. Brenda mencium Darren sambil melumatnya. Ini masih pagi dan Brenda sudah seperti ini, bagaimana dengan beberapa hari ke depan.
Darren memegang pinggang Brenda.
"Kenapa? Ada yang bikin kamu setres?" tanya Darren penuh kelembutan saat Brenda memeluknya erat.
"Aku gak suka liat berita kamu sama jalang itu! Kamu gak sengaja bikin berita itu kan?" tanya Brenda dan Darren mengeleng.
"Terus siapa?" tanya Brenda.
"Tiffany."
"Siapa dia?" tanya Brenda penuh selidik.
"Kakak ipar sekaligus sahabat aku Ren."
"Bagusnya aku a---"
Cup!
"Katanya mau cek baby? Ayo, ganti baju terus kita berangkat. Alexi jangan di bawa, rumah sakit gak bagus buat anak-anak," ucap Darren dan Brenda mengangguk patuh. Darren hanya tidak ingin Brenda macam-macam dengan Tiffany, bisa gawat nantinya.
***
"Janinnya sehat?"
"Sehat."
"Jenis kelaminnya?"
"Belum tau."
"Ada yang perlu di waspadai?"
"Jangan sampai Ibunya lelah, obatnya di minum teratur dan tolong jangan bebani pikiran Ibunya," ujar Dokter Laras.
"Suami saya pasti gak bakal biarin saya kecapean kok Dok, di rumah aja saya gak boleh kerja sama sekali," pamer Brenda membuat Darren yang di sampingnya tersenyum lalu mengelus puncak kepala Brenda.
Laras yang duduk di depan Brenda hanya bisa tersenyum palsu dan mengangguk-angguk. Muak rasanya saat tau Brenda adalah simpanan dari Suami rekannya, Dara.
Gila memang, ketika Dara mendatanginya karena ingin hamil anak dari Darren yang di puja-puja Laras. Ternyata Darren sendiri sudah memiliki satu anak dari Brenda, ralat. Sekarang menuju dua. Pria bajingan berwajah dua di depannya ini benar-benar brengsek.
"Semoga bayinya sehat sampai lahir nanti," ucap Brenda senang.
"Aamiin..." semoga aja ya Bu.
"Kalau begitu kami permisi, setelah ini saya mau ke rumah mertua dulu." Laras mengangguk dan berdiri untuk menyalimi Darren dan Brenda. Brenda terlihat amat angkuh karena merasa rumah sakit ini adalah milik Paman Darren. Sayang sekali Darren datang menggunakan masker.
"Oh iya Pak, ini ada resep khusus untuk Ibu hamil," ujar Laras lalu memberikan satu kertas untuk Darren.
"Wah,, Dokter baik sekali. Makasih banyak ya Dok," ucap Brenda lalu keluar terlebih dahulu.
"Honey, aku duluan ya. Ngobrol aja dulu sama Dokter Laras, dia pasti ada saran bagus buat kesehatan anak kita," ujar Brenda lalu pergi keluar meninggalkan Darren.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Doctor [COMPLETE✔]
Chick-Lit[Season 2 of Little Badgirl] _________________________________________ "Darren ...." "Habis ini jangan ngode mulu ya? Bosen denger kode selama empat tahun berturut-turut," ujar Darren sambil tersenyum. "Will you be my wife?" Suasana menjadi sunyi...
![Young Doctor [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/196865645-64-k413983.jpg)