Darren memandang datar pemandangan di luar rumah sakit. Sekali lagi ia kembali meneguk alkohol langsung dari botolnya lalu ia taruh lagi botol itu di meja. Beberapa orang di rumah sakit sudah menegurnya, bahwa itu tidak baik untuk Darren lakukan. Namun, Darren malah mengusir semua orang agar tidak mengganggunya.
Orang-orang hanya bisa kebingungan melihat manusia sejenis Darren meminum alkohol dengan begitu santainya. Apa lagi tempat di mana Darren berdiri sekarang adalah rumah sakit. Di mana orang ingin menyembuhkan penyakitnya, bukan malah bersenang-senang supaya bisa sakit.
Saat hendak mengambil minumannya, tiba-tiba botol alkoholnya di ambil seseorang. Darren mendongak menatap pelaku yang mengambil alkohol miliknya.
Gilang. Kini ia meletakkan kopi di hadapan Darren.
"Coba, habis minum alkohol lanjut kopi." Darren kembali menatap pemandangan di hadapannya, berusaha mengacuhkan Gilang yang terus menerus mendekatinya.
"Dia bakal baik-baik aja. Mending lo minum kopi dari pada minum alkohol yang bikin lo berhalusinasi. Sampai lo berhalusinasi Dara meninggal, siap-siap gue penggal otak gak guna lo itu!" kecam Gilang yang masih kesal dengan Darren.
Darren menatap kopi di hadapannya. "Ada jaminan kopi itu gak ada racunnya?" tanya Darren antisipasi.
Gilang menatap tak percaya lalu bergerak mengambil kopi itu, meminumnya hingga setengah lalu menyodorkannya pada Darren.
"Puas?"
"Gak minum kopi bekas."
"Dasar cewek."
"Ngomong apa lo?"
"CEWEK! Budek telinga lo?"
Darren langsung bangkit dari kursinya, menatap Gilang penuh emosi. Bersiap melayangkan tangannya yang sudah terkepal.
Samantha yang berdiri di ujung hanya bisa menghela napas melihat dua manusia yang bertolak belakang dari segi sifat, tapi sama dari segi otak, tumpul.
Masalah kenapa Gilang dan Samantha bisa ada di kantin. Ya ... karena hanya AD-2 yang tidak bisa di usir. Anggota AD-2 tidak bisa di perintah orang luar, hanya Dara yang bisa. Walau kini di ganti oleh Shella dan Gilang.
"Tuhkan, yang begini nih calon Ayah? Lo mau ngajarin apa ke anak-anak lo? Kekerasan? Mau jadi apa mereka?" tanya Gilang sambil tertawa mengejek.
"Tutup mulut lo!" bentak Darren.
Gilang meletakkan botol alkohol Darren di meja.
"Jujur aja, lo sendiri ngerasa gagal kan?" tanya Gilang yang tidak di jawab Darren.
"Kenapa gak jawab? Lo mati kutu---"
BRAK!!!
PRANG!!!
Gilang tergelak kala botol alkohol yang Darren lempar ke arahnya malah lepas landas ke lantai.
Kronologinya seperti ini, saat Gilang berbicara, Darren melempar, Gilang yang refleks malah memukul botol alkohol itu ke kanan hingga membentur lantai. Mereka beruntung tidak ada orang yang berdiri di sana.
"Akhirnya seekor monyet membangunkan orang utan," gumam Samantha sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
Samantha memberikan 50 dollar pada seorang penjaga kantin. "Uang ganti rugi, kalau kurang, orang di sana, Tuan Wijaya namanya," ujar Samantha lalu berjalan mendekati dua manusia yang kini kembali bertengkar.
"Pergi lo, parasit."
"Parasit ini yang jagain dua bayi lo."
"Jangan bangga, sekarang Dara sekarat."
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Doctor [COMPLETE✔]
Literatura Kobieca[Season 2 of Little Badgirl] _________________________________________ "Darren ...." "Habis ini jangan ngode mulu ya? Bosen denger kode selama empat tahun berturut-turut," ujar Darren sambil tersenyum. "Will you be my wife?" Suasana menjadi sunyi...
![Young Doctor [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/196865645-64-k413983.jpg)