Kini Dara sedang memperhatikan Tiffany yang menyuapi Cakra bubur dengan telaten sedangkan Shella sedang menidurkan Alena. Keisha yang sedang keluar untuk berbicara dengan kliennya, Zara yang sedang mewarnai kukunya.
"Guys, kalian bener-bener sesibuk itu sampai gue dateng dan kalian gak sadar?" tanya Dara datar di depan kamar Tiffany.
"Masuk aja Dar," ucap Tiffany. "Bi, ini tolong Cakranya di ajak balik ke kamar ya, suapin juga sampai habis terus kasih lagi obatnya." Pengasuh Cakra langsung datang dan mengambil alih Cakra dari Tiffany.
"Done, anak gue udah tidur. Okay, Keisha mana?" tanya Shella.
"Tau tuh, katanya kasus kali ini lumayan penting." Shella hanya mengeleng-geleng. "Orang yang suka ngatur itu pasti lagi gak suka di atur."
Zara yang sedari tadi fokus pada kukunya beralih ke arah Dara. Zara meletakan cat kukunya lalu menghampiri Dara yang kini sudah duduk.
Zara memperhatikan Dara lalu menoleh ke arah Tiffany. "Katanya mau ngumpul, ayo lah!" ajak Zara membuat Tiffany dan Shella beranjak dari kasur.
"Lo pada belom mulai? Gue udah kelar nih," ujar Keisha dengan pakaian formalnya masuk ke dalam kamar. Dara mengeleng dan berkata, "matiin ponsel lo Kei."
Keisha mematikan ponsel dan bergabung dengan sahabat-sahabatnya itu.
"Jadi?" tanya Shella pada Zara.
"Gue di lamar Rakha ...."
"Dan lo tolak lagi buat yang ke 6 kalinya?" tanya Tiffany menghela nafas dengan tabiat Zara.
"Engga, gue terima."
Dara, Tiffany, Keisha dan Shella terdiam mencerna kalimat Zara.
"DEMI APA LO?!"
"KAPAN LO NIKAH?"
"Butuh jasa pengapit?"
"Kita siap bantuin lo."
Dara tersenyum melihat sahabat-sahabatnya tertawa. Mungkin ini bukan lah waktu yang tepat karena Zara sedang bahagia. Dan Dara rasa ia tidak pantas menghancurkan momen ini. Pertemuan mereka memang harus di sertai kebahagiaan, itulah menurut Dara. Dara yang akhirnya memilih menanggung semuanya sendiri.
***
Dara menuruni tangga bersama dengan Samantha menuju mobil. Jujur saja sebenarnya Dara belum ingin pulang mengingat rumahnya sedang hancur sehancur-hancurnya. Namun mendengar cerita Tiffany yang selalu di manjakan Claferro yang dingin. Shella yang selalu kerepotan mengurusi Artha dan Alena setiap pagi.
Dara iri.
Dara merasa gagal membangun rumah tangganya. Sampai sekarang hanyalah Dara yang sudah menikah namun belum memiliki anak hingga akhirnya Darren memiliki anak dari Brenda, yaitu Alexi. Dara yang merasa tidak nyaman dengan pembicaraan tersebut langsung berkata ingin pulang.
Namun panggilan di belakangnya membuat Dara menoleh. Zara berdiri di belakangnya, menyusul Dara yang turun.
Saat sampai di depan Dara. Zara langsung memeluk Dara erat. Samantha yang mengerti langsung masuk ke dalam mobil.
"Gue belom nikah dan gue juga gak ngerti apa masalah rumah tangga karena Rakha selalu nurut sama gue. Tapi satu hal Dar, pertemuan kita gak harus selalu di sertai kebahagiaan. Kalo lo butuh bantuan, gue dan semuanya siap bantu lagi." Dara tersenyum lalu mengejamkan matanya sejenak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Doctor [COMPLETE✔]
Literatura Kobieca[Season 2 of Little Badgirl] _________________________________________ "Darren ...." "Habis ini jangan ngode mulu ya? Bosen denger kode selama empat tahun berturut-turut," ujar Darren sambil tersenyum. "Will you be my wife?" Suasana menjadi sunyi...
![Young Doctor [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/196865645-64-k413983.jpg)