Young Doctor | Chapter 33 - Who?

8K 474 37
                                        

Dara menatap tajam Dokter di hadapannya. Emosi Dara semakin membesar di tambah hormon kehamilannya.

SRAT!!!

Dara melempar beberapa kertas tepat di depan wajah seorang Dokter yang mengoperasi Vie.

"KOMA?!" bentak Dara pada Dokter itu yang langsung menunduk.

"Kenapa menunduk? Sejak tadi anda keras kepala mengatakan bahwa anda tidak melakukan kesalahan, tapi ini hasilnya kan? Anda seorang Dokter kan? Dokter Bedah apa? DOKTER GADUNGAN HAH?!" teriak Dara di depan wajah Dokter itu.

"Apa? Infeksi? Pendarahan? Atau ada pembuluh darah yang---"

"Anda tidak bisa menuduh saya seperti ini! Saya seorang Dokter! Seharusnya anda berterima kasih karena saya masih bisa menyelamatkan pasien! Bukankah anda juga seorang Dokter? Bahkan anda lebih muda dari saya! Anda hanya beruntung dapat lulus dan menjadi Dokter Spesialis dengan cepat!" ujar Dokter itu membela diri.

"Manusia sialan...," geram Dara.

Dokter itu menatapnya dengan pandangan remeh.

"Saya Dokter bukan manusia sialan!"

Dara tersenyum dan terkekeh. Samantha yang berdiri di sampingnya hanya menyiapkan ponsel, jaga-jaga jika Dara kelepasan.

"Dokter yang melakukan malapraktik maksudnya?" tanya Dara membuat Dokter itu menegang.

"Sampai 24 jam Vie tidak bangun, maka jangan harap hidup anda akan tenang," ancam Dara lalu berjalan pergi dengan Samantha.

Samantha hanya terdiam berjalan di belakang Dara. Mereka berbelok ke arah lift, hendak turun ke bawah.

Saat pintu lift terbuka Dara berjalan masuk bersama Samantha. Sebeljm mereka ada satu pria dengan pakaian serba hitam dan juga topi yang menutupi wajahnya.

Samantha memencet tombol paling bawah dan pintu lift tertutup.

Dara mengambil ponsel yang ada di sakunya. Saat layar ponsel itu gelap dapat Dara lihat CCTV di pojok kanannya. Dara menyalakan ponselnya lalu mencari kontak seseorang dan menempelkannya pada telinga Dara.

"Bicaralah, waktumu 5 menit," ujar Dara membuat sosok di belakangnya tersenyum.

"Anda sangat cerdik," puji sosok di belakang Dara.

"Kalau tidak seperti ini, anda akan terus menutup mulut anda sampai pintu lift ini kembali terbuka," elak Dara tidak ingin di puji saat Vie berada di ambang hidup dan mati.

"Pertama, ikut dengan saya dengan tenang dan Dr. Allen Theodore akan tetap hidup. Kedua, menolak tawaran ini dan Dr. Allen Theodore akan mati," jelas sosok tersebut.

Samantha sudah mengeram dalam hati. Granat yang ada di tangan Samantha bisa meledak kapan saja. Namun, sekarang mereka ada di rumah sakit. Terlalu banyak manusia tidak berdosa yang akan terkena imbasnya.

"Menolak, itu jawabannya." Sosok tersebut tersenyum saat Dara kembali pura-pura memasukan ponsel ke dalam sakunya.

Beberapa detik kemudian pintu lift terbuka. Sosok di belakang mereka berdua langsung keluar dan pintu langsung Samantha tutup lagi.

"Dua pilihannya sama-sama beresiko, kita harus apa sekarang?" tanya Samantha pada Dara.

Dara mengeluarkan pena dan notebook dari tasnya. Dara menulis sesuatu di notebook dengan cepat, setelah selesai Dara merobek kertas yang sudah terkena tinta penanya.

"Ini dan...." Samantha melotot saat Dara menarik tangannya lalu menulis sesuatu di telapak tangan kiri dengan spidol permanen yang ia ambil dengan cepat di tas.

Young Doctor [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang