Young Doctor | Chapter 25 - Pertemuan

9.1K 523 96
                                        

"Bukan begitu caranya," omel Gilang untuk ke sekian kalinya.

Dara mendelik ke arahnya yang duduk lesehan sambil memakan cemilan. Tasya hanya meringis saat melihat Dara berkali-kali bahkan panahnya salah sasaran.

"Ayo lagi, masa Ketua AD-2 ga bisa!" teriak Gilang mematahkan semangat.

Gilang bangun dan mendekati panah yang di bawa beberapa anggota AD-2. Gilang mengambil salah satu dengan asal lalu menatap meremehkan ke arah Dara, membuat Dara kembali menatap kesal ke arahnya.

Dara sedikit bergeser dan membiarkan Gilang ada di posisinya tadi. Gilang membenarkan posisi kaki dan tubuhnya, lalu menatap sasarannya.

Gilang tersenyum sombong, menarik busur itu perlahan lalu melepaskannya.

Srat!!! *anggap suara panah ye🤣

Sekarang Dara benar-benar geram menatap Gilang yang kembali mengejeknya. Sudah sangat lelah baginya untuk berlatih panah berhari-hari. Panah bukan keahliannya.

"Woah, tenang dulu. Kemarin lo kena kan? Angka 5 kan? Sekarang gue jamin lo dapet angka 10!" ujar Gilang saat Dara sudah bersiap memanah dirinya.

Jika benar-benar salah sasaran maka Gilang bisa mati di tempat dengan jarak mereka yang sangat mendukung keinginan Dara.

Devan masuk ke ruangan itu dan memberikan sesuatu pada Gilang. Gilang terkekeh saat melihat sesuatu itu. Gilang berjalan ke arah tembok. Mencabut panahnya tadi.

Beberapa detik kemudian Dara tercengang melihat apa yang Gilang ganti dan pasang kembali.

"Gue yakin kalo sasarannya wajah dia, pasti kena!" ujar Gilang membuat Dara menatap tak percaya.

Wajah Brenda terpampang jelas di sana, dan tidak sendiri, itu adalah gambar di mana Brenda sedang berjalan bersama Darren beberapa tahun yang lalu. Namun, cukup membuat api di tubuhnya berkobar.

Devan menatap Gilang yang tersenyum penuh kemenangan lalu berkata, "Lang, lo yakin berhasil?" tanya Devan. Gilang mengangguk. "Liat aja mukanya udah kayak kucing yang ikannya di ambil tetangga," jawab Gilang.

Sementara itu Dara menatap tajam ke arah sasarannya. Jika Dara tepat sasaran maka senyuman bibir Brenda akan terkena panahnya. Baik, ini lebih menantang.

Dara menegakkan bahunya, membuka kakinya lebar hingga posisinya nyaman lalu menarik perlahan busurnya, dan sorot mata tajamnya melihat senyum Brenda yang bahagia sekali.

Dara melepaskan panahnya dan ... panah itu melesat cepat ke titik yang Dara tuju.

Senyum Brenda.

Srat!!!

"AKHIRNYA! GUE DAPET!!!" teriak Dara girang.

Sedangkan Gilang dan Devan salinh menatap satu sama lain.

"Iya sih kena senyumnya si Brenda, tapi itu angka 5 Dar ... kok malah jadi makin turun," ujar Devan lalu beralih pada Gilang.

"Jangan salahin gue, lo ngeditnya salah, harusnya lo bikin senyumnya dia ada di titik angka 10," ucap Gilang cepat.

"Masih untuk gak gue edit ada darah-darahnya! Muak bang---"

"Ada orang?" potong Samantha tiba-tiba masuk ke ruangan itu.

"Ya?" tanya Gilang menoleh pada Samantha binggung. Namun, sayang sekali Samantha malah mengacuhkannya, miris.

"Komputer Devan bunyi dari tadi," ujar Samantha.

***

"Jadi?" tanya Allen yang baru saja sampai.

Young Doctor [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang