"Akhhh..... Kenapa sih hidup gue selalu rumit"
Pagi ini aluna merasa kesal dengan bunda nya. Padahal hari ini hari minggu, malah dirinya disuruh datang buat gantiin bundanya yang nggak bisa datang ke arisan.
Aluna tetaplah aluna. Aluna yang meras kepala, namun aluna tak setega itu sampai sampai membuat bunda nya memohon mohon pada nya.
"Luna, dengerin bunda nak. Bunda nggsk bisa datang karena ada urusan di butik. Tolong sekali ini aja lun. Luna mau kan?"
Aluna menghela nafas "iya bun, luna mau kok"
Lia selaku bunda aluna pun tersenyum bahagia mendengar kalau aluna setuju. Aluna juga bahagia, itung itung buat nebus kesalahan nya kepada bunda.
"Yaudah, bunda pergi dulu ya! Eh bentar lun, kan mbak tera nggak punya pembantu nih. Bunda mau kamu yang bantuin mbak tera ngurus arisan dirumah nya ya? Itung itung silaturahmi gitu"
ishh nih bunda mau nya apa sih udah di kasih hati mintanya jantung, sabar luna sabar! Orang sabar pasti tambah cantik. Batin aluna
"Iya bun, udah sana bunda pergi" ucap aluna dan menyalimi tangan lia. Lia hanya tersenyum dan meraih tas nya kemudian pergi.
"Huh, gini kan sama aja kalo gue yang repot" dengus aluna. Setelah itu dia meraih tas nya dan pergi menuju rumah tetangga nya.
Sebenarnya luna malas biat ketemu roti regal. Masa' kemana mana ketemu mulu. Ah..... Sudahlah lupakan saja.
Aluna pun memencet bel rumah regan dengan malas. tak lama kemudian tante tera membukakan pintu rumah nya.
"Assalamualaikum tante, tadi kata bunda luna harus bantuin tante" ucap aluna. Tera hanya mengangguk dan memasang senyum tak enak.
"Maafin tante yah, kamu jadi yang repot. Oh ya, kamu bantuin regan di dapur ya, buat minuman"
Huh, kenapa ada roti regal segala sih! Nyesel gue dateng. Batin aluna.
"Eh, iya tan. Yaudah aluna kedapur dulu ya?" ucsp aluna sopan dan menuju dapur.
Ya memang, sebenarnya aluna dan regan selalu bermain bersama. Tetapi itu waktu kecil, namun lihatlah perubahan regan, menyebalkan.
"Sini biar gue aja" ucap luna dan mengambil alih gelas kosong dari tangan regan dan mengisi nya dengan jus jeruk.
"Eh ada bebeb luna. Yaudah kalo gitu biar aa' yang beresin lainya" ucap regan dengan lebay membuat luna ingin melempar kan gelas itu kewajah regan sekarang juga.
"Amit amit gue" gumam aluna dengan bergidik jijik melihat tingkah lebay regan.
Setelah membereskan semua itu, aluna sempat mendengar suara lrang berbicara. Ternyata ibu ibu. Aluna langsung saja membawa minuman itu ke ruang tamu.
Di ruang tamu, aluna menaruh minuman itu sesekali melihat ibu ibu itu. Bagaimana tidak! Lihatlah ibu ibu rempong itu. Masa' arisan saja memakai anting anting besar, gelang emas yang banyak, liontin juga.
Aluna yakin, kalau itu bukan lah emas asli. Jika aluna di tanya, aluna juga berhak menjawab. Emang ibu ibu itu kepo.
💕💕💕
Di sisi lain reganmerasa gerah. Rega pun melepas pakaian nya. Sekarang dia pun bertelanjang dada. saat melihay televisi, rasa lapar lun menyerangnya.
"Makan apa yak? Makan telur goreng aja lah" putus regan dan ingin menuangkan minyak itu ke wajan.
Namun naas, minyak itu tumpah ke lantai. regan tak menghiraukan itu, dia hanya terus menggoreng tanpa membersihkan minyak itu.
Tiba tiba aluna datang dan tak melihat ada minyak tumpah. Untung aluna langsung memegang lengan regan membuat leduanya jatuh, dengan posisi regan diatas aluna.
"Aaaaa! Apa yang kalian lakukan" teriak ibu ibu rempong tadi. Mungkin ingin buang air kecil, dan lagi oula saat itu regan bertelanjang dada. Membuat ibu itu berfikir nrgatif.
"Anak kamu itu bagaimana sih ter! Liat tuh didapur lagi tindih tindihan sama anak nya bu lia"
Tiba tiba aluna datang dan menyela "nggak tan, aluna tadi cuma jatuh"
"Nggak gimana? Orang tadi saya liat sendiri kok! Situ sama anak nya bu tera tindih tindihan" ucap ibu itu dengan bersikukuh.
"Benar itu lun, gan" tanya bu tera. Mereka hanya diam.
"Kan diam! Udah lah saya pulang aja kalo gitu" ucap ibu tadi.
"Eh, saya juga ya jeng" ibu ibu lainnya pun juga pulang. Sekarang tinggal mereka bertiga.
"Mama nggak mau tau! Semarang mama mohon kalian menikah aja! Dan kamu regan, mama nggak pernah ngajarin kamu kaya gini! Kan jadi mama yang malu! Lalu gimana kalau aluna hamil!"
"Tan, luna sama regan nggak ngapa ngapain tadi. Luna cuma kepleset karen minyak nya tumpah" sangkal aluna.
"Nggak tante nggak mau tau. Besok saya dan anak saya bakal datang kerumah kamu dan merundingkan semua ini"
"Lo ngomong dong! Jelasin sama mama lo, biar nggak salah faham" bisik aluna, regan hanya menggedikkan bahu acuh.
"Tan tolong pertimbangkan semua ini, lagian luna sama regan masih kelas 11 bagaimana mungkin. Nanti yang ada launa malah di keluarin"
"Kamu belum tau kalo sekolahan itu milik suami tante. Lagian kepitusan tante sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat. Sekarang lebih baik kamu pulang dulu dan mempertimbangkan semua ini. Tante mohon, kalo kamu nggak setuju tante sama bunda mu yang bakal jadi omongan tetangga luna, apa kamu nggsk kasihan sama kami. Dan juga sebenarnya kami berdua juga ingin menjodohkan kalian. Tapi tante rasa ini akan mempermudah kamu dan regan buat ngasih kami cucu"
"APAAAA!!!!"
Mohon maaf ya reders kalau masih ada kesalahan dalam kalimat maupun tanda baca
jangan lupa selau tinggal kan jenak ya
sampai ketemu di part Selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
REGANALUNA [END]
Teen Fiction[21+ konten dewasa] Aluna tak menyangka semua terjadi pada dirinya. Aluna mengira bahwa regan juga mencintainya, namun aluna berharap terlalu besar. Apakah mereka akan bahagia??? Apakah mereka akan berpisah??? Apakah regan akan menyesal dengan apa y...
![REGANALUNA [END]](https://img.wattpad.com/cover/209648801-64-k770927.jpg)