Part 13

3.9K 132 2
                                        

Happy reading untuk pecinta my story♥
Dont forget to⭐⭐⭐⭐⭐
" Belajar Menghargai dari hal kecil;) "
______________________________________________

"Apa? Kekasih Aliya?" Tanya Zain tersontak kaget mendengar ucapan Surraiya.

"Iya, Nak." jawab Surraiya.

"Ck, Ibu,, kami baru kenal. Masa iya aku langsung menjadikan Aliya sebagai Kekasihku." ucap Zain diselipi tawa kecil.

"Ibu tidak akan memaksamu menjadikan Aliya sebagai Kekasihmu sekarang. Tapi Ibu hanya berharap saja, semoga kelak nanti kamu dan Aliya benar-benar ditakdirkan oleh Allah untuk selalu bersama." ucap Surraiya yang direspon senyum canggung dari Zain.

"Oya, Dok. Tolong jangan beritau kepada Aliya masalah penyakitku ini. Jika Aliya sampai tau hal ini, pastinya dia akan selalu murung dan sedih. Aku tidak ingin Aliya patah semangat belajar, gara-gara mengetahui penyakitku ini." pinta Surraiya.

"Insyaallah Bu, Aku akan merahasiakan hal ini." timpal Zain, sesekali tersenyum.

---------

Sementara itu, Aliya tengah menyuapi Karin dengan makanan berupa sayuran yang sudah disiapkan oleh pihak Rumah sakit.

"Cepat sembuh ya, Karin." Ucap Aliya dengan nada lembut.

"Iya, Kak" timpal Karin.

Tak lama kemudian, Zain masuk ke dalam Ruang Rawat Karin. Lalu berjalan menghampiri Aliya.

"Bagaimana kondisimu?" Tanya Zain menatap Karin dengan senyuman.

"Alhamdulillah agak baikan, Kak." jawab Karin.

"Syukurlah kalau begitu." ucap Zain merasa lega.

"Oya Dok, apa kau tau, ternyata Karin ini tidak tau.."

"Tidak tau jalan pulang. Aku sudah tau cerita itu sebelum kau mengetahuinya. Karin sendirilah yang menceritakannya padaku." sambung Zain.

"Hmm, ternyata Dokter udah tau. Ku kira belum tau." ucap Aliya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Rencananya aku akan membawa Karin ke Rumahku. Tapi Karin menginginkan kamu yang mengurusnya." ucap Zain.

"Hah? Aku? Benarkah itu, Karin?" Tanya Aliya memandangi Karin dengan tatapan tanda tanya.

"Iya, Kak! Aku ingin Kakak yang mengurusku." jawab Karin, tak lupa menunjukkan wajah lucunya pada Aliya.

"Tapi, Dok. Aku tidak punya waktu untuk mengurus Karin karena aku masih kuliah." ucap Aliya.

"Kamu bisa mengurusnya setiap pulang dari kampus sampai malam." timpal Zain.

Aliya berpikir sejenak. Haruskah ia bersedia mengurus Karin walau sebentar?

Sejenak Aliya menarik napas panjang. "Baiklah, aku akan mengurus Karin setiap pulang dari Kampus sampai malam." ucap Aliya sambil tersenyum kepada Karin.

"Makasih, Kak." ucap Karin.

"Kamu tenang saja, Aliya. Selama kamu mengurus Karin, aku akan mencari Orang tua kandung Karin." sahut Zain.

"Makasih, Kakak Zain." ucap Karin yang direspon senyuman dari Zain.

"Oya, Karin. Sekarang kamu akan di jaga dulu oleh Suster di Rumah sakit ini. Soalnya aku mau ajak dulu Aliya keluar." ucap Zain.

"Emangnya Kakak mau ajak Kakak Aliya kemana?" Tanya Karin.

"Ada lah.. Cuman sebentar kok." jawab Zain sambil memegang pergelangan tangan kanan Aliya.

"Kita mau kemana, Dok?" Tanya Aliya menengadahkan wajahnya memandangi Zain.

Zain sejenak tersenyum. Kemudian ia mendekatkan wajahnya pada telinga Aliya. "Aku akan mengajakmu ke Salon. Disana kamu akan di make over-in." bisik Zain.

"Tapi, Dok. Make over itu apa?" Tanya Aliya.

"Kamu juga akan tau nanti." jawab Zain, langsung menarik pergelangan tangan Aliya secara lembur keluar dari Ruangan rawat.
______________________________________________
NextOrStop'???
Thanks for vote⭐😚
SriWulandari_13
_seeyoutoo♥

SUAMIKU DOKTER TAMPAN (selesai) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang