"Aliya, kau tidak apa-apa?" Tanya Zain panik setelah mendapati Aliya tersedak.
Uhukkk .. Uhukkk .. Uhukkk
(anggap saja itu suara batuk aliya😁)
Secepatnya Zain mengambil jus jeruk di depannya, lalu di tegukkan secara perlahan ke dalam mulut Aliya.
"Diminum ya," seru Zain.
Setelah meneguk, Aliya pun mengambil napas panjang, akhirnya masa-masa tersedak pun bisa terlewati.
"Kenapa bisa tersedak sih?" Tanya Zain.
"Habisnya Dokter ngegombal mulu dari tadi, makannya aku tersedak makanan," jawab Aliya disertai wajah kucing malu-malu.
"Ohh, jadi itu alasan mengapa bisa sampai tersedak. Emang bener kan, kalau sebenarnya kau adalah Bidadari cantik yang diciptakan sempurna oleh Allah," ucap Zain dengan suara paraunya. Lantas Aliya menunduk malu.
"Sudahlah, Dok. Nanti aku tersedak lagi," pinta Aliya.
"Baiklah, kali ini aku akan diam, sesuai permintaan dari Bidadari cantik," ucap Zain menatap Aliya dengan tatapan yang tak bisa ditebak.
Aliya mengabaikan tatapan Zain. Ia pun kembali melanjutkan makannya dengan tingkah yang canggung, karena saat itu Zain terus menatapnya.
"Ya ampun, kenapa Dokter malah menatap diriku terus sih? Kan malu diliatin mulu," batin Aliya mulai salting.
Sementara itu, Zain tertawa kecil melihat tingkah Aliya. Mungkin karena saking malunya, Aliya tak menyadari kalau ada noda makanan di tepi bibirnya.
"Ck, kamu itu lucu tau gak." ucap Zain membuat dahi Aliya berkerut.
"Apa? Lucu?".
Zain tersenyum miring. Ia pun segera membersihkan noda makananan yang menempel di tepi bibir Aliya dengan ibu jarinya. Alhasil kedua bola mata Gadis cantik itu membulat, karena jarang-jarang ada Pria yang begitu perhatian padanya.
Sejenak Zain menatap lekat wajah Aliya, ibu jarinya masih menempel di tepi bibir Gadis itu.
"Entah kenapa, aku merasakan hal berbeda jika berada di dekat Aliya. Wajahnya begitu cantik bagikan rembulan malam, hatinya begitu lembut bagaikan salju putih, tingkahnya yang lucu dan selalu ceria bagaikan burung-burung yang sedang berkicau penuh riang. Aku tidak tau perasaan aneh apa yang menyelimuti hatiku ini, apa aku sudah jatuh cinta kepada Bidadari cantik yang ada di hadapanku ini? Jika memang iya aku mulai mencintai Aliya, maka dekatkanlah hati kami, Ya Allah." batin Zain sambil tersenyum tak karuan memandangi Aliya.
"Ada apa denganku? Baru kali ini aku merasakan perasaan yang berbeda bila berada di dekat Dokter Zain. Perasaan kalau aku dekat sama Mr Rafeek, gak kayak gini banget. Tapi entah kenapa kalau dekat sama Dokter Zain, jantungku selalu berpacu lebih cepat. Apa aku mulai jatuh cinta kepadanya?" Batin Aliya.
Kini Zain dan Aliya saling memandang satu sama lain sambil melempar senyuman yang tak biasa.
Tiba-tiba..
Drtttt .. Drtttt .. Drtttt
Suara panggilan masuk pada telpon Aliya membuatnya dan Zain tersadar dari sebuah khayalan.
"Ya ampun, aku kaget" ucap Aliya cengengesan sambil mengambil ponselnya di atas meja.
"Sebentar ya, Dok. Aku angkat dulu telponnya," Aliya minta izin terlebih dahulu pada Zain.
"Iya, silahkan," timpal Zain.
Tanpa berpikir panjang, Aliya mengangkat telpon dari Teman sang Ibu kandungnya.
Via Call On..
"Assalamualaikum." sapa Teman Surraiya yang bernama Rocha.
"Waalaikumsalam. Eh Bibi Rocha, ada apa ya?" Tanya Aliya.
"Aliya, kamu dimana? Ini nih Ibumu masuk ke Rumah sakit." jawab Rocha. Alhasil Aliya terkejut bukan main.
"Apa? Masuk ke Rumah sakit? Kenapa bisa? Apa Ibu mengalami kecelakaan?" Tanya Aliya sangat panik. Pikirannya mulai kacau.
"Kamu datang kesini saja, Aliya. Rumah sakitnya ada di jalan anggrek no 10" saran Rocha.
"Baiklah, Bi, aku akan segera kesana, tolong jaga Ibu dulu." pinta Aliya.
"Baiklah. Assalamualaikum,".
"Waalaikumsalam.".
Via Call Off..
"Ada apa, Aliya?" Tanya Zain.
"Hmm, Dokter bekerja di Rumah sakit yang ada di jalan anggrek itu, kan?" Tanya Aliya.
"Iya, kenapa gitu?".
"Nah, kebetulan, Ibuku masuk ke Rumah sakit sana, aku minta Dokter antar aku kesana dan periksa kondisi Ibuku secepatnya," pinta Aliya.
"Apa? Ibumu masuk Rumah sakit?" Tanya Zain terkejut.
"Iya, Dok. Aku tidak tau penyebabnya, tapi sekarang kondisinya darurat, kita harus segara pergi kesana Dok." timpal Aliya sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Ya sudah, kau duluan ke mobil. Aku bayar dulu sebentar," seru Zain yang di respon anggukan kecil dari Aliya. Secepatnya Aliya melangkah keluar dari Cafe.
"Pasti penyakit Ibu Surraiya kambuh lagi, aku harap tidak akan terjadi-jadi apa padanya," batin Zain mulai dilanda kecemasan.
, ______TBC_____
NextOrStop???
Follow²😚😆
SriWulandari_13♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SUAMIKU DOKTER TAMPAN (selesai)
Teen FictionFollowme @sriwulandari_13 ♥happyreading♥
