Part 21

3.9K 110 0
                                        

Hari Kamis tepatnya pukul 8 pagi, Zain sangat sibuk memeriksa dekorasi Pernikahannya dengan Aliya yang akan di adakan di salah satu Gedung yang cukup megah di Jakarta. Pernikahan Zain dan Aliya akan di langsungkan pukul 11 pagi.

---------

  Terlihat suasana di Gedung mulai ramai. Para Tamu undangan sudah hadir di acara Pernikahan Zain dan Aliya. Bahkan kini Para Tamu sudah stay duduk di atas kursi yang sudah di sediakan. Terlihat panggung Gedung di hias dengan semewah mungkin, hal itu membuat Para Tamu tertarik melihat hiasan yang cukup bagus itu.

Detik terus berlalu, Penghulu sudah hadir di Gedung. Tak lupa, ia mengatupkan kedua tangannya kepada semua Tamu sebagai tanda hormat. Setelah itu, Penghulu duduk di atas kursi.

Selang beberapa menit, para Tamu mulai menengok ke belakang. Mereka melihat Dokter muda sudah berdiri di depan Pintu Gedung dengan di dampingi oleh salah satu Temannya, terlihat hari itu Zain sangat tampan. Jas hitam berwarna hitam serta celana jeans hitam membaluti tubuh Zain. Tak lupa sepatu The Monk berwarna hitam membaluti kakinya. Di lengkapi dengan model gaya rambut Trendi dan Modis.

Banyak sekali pujian dari Para Tamu setiap Zain melangkah melewati mereka, namun Zain membalasnya dengan senyuman ramah.

Selanjutnya, Zain duduk di atas kursi Pelaminan, ia beserta para Tamu tinggal menunggu kehadiran Pengantin Wanita.

Tak lama kemudian, sang Pengantin wanita telah hadir dan berdiri di ambanh pintu dengan ditemani oleh salah satu Temannya. Lantas mata Zain langsung tak berkedip melihat kecantikan Aliya.

Bagaimana tidak??? Saat itu Aliya mengenakan gaun Pengantin berwarna putih tulang membaluti tubuhnya. Tak lupa sepatu Ballet Flat membaluti kakinya. Di lengkapi kepala yang di tutupi oleh jilbab dengan hiasan bunga indah, tak lupa make up natural menghiasi wajahnya.

Banyak sekali Pujian-pujian dari para Tamu, namun Aliya hanya menghadiahkan sebuah senyuman kepada Para Tamu yang memuji dirinya.

Selanjutnya, Aliya duduk di kursi Pelaminan, lebih tepatnya di samping Zain. Sejenak Zain tersenyum manis pada Aliya.

"MasyaAllah! Kamu sangat cantik, Aliya," puji Zain.

"Terima kasih Dokter," timpal Aliya sembari menunduk malu. "Kamu juga sangat tampan Dokter," Aliya memuji balik.

"Terima kasih, wahai Calon Istriku!" Ucap Zain sambil tersenyum manis.

"Dokter Zain, apa kau sudah siap?" Tanya Penghulu disela-sela Zain dan Aliya tengah saling memuji.

"Insyaallah saya siap," jawab Zain diselipi senyuman manis. Sesekali ia melirik Aliya yang selalu menunduk malu.

Penghulu itu pun mengulurkan tangannya di tengah meja tepatnya di hadapan Zain.

"Bismillahirrohmanirrohim! Saudara Zain Osman Abdullah bin Amir Abdullah, saya nikahkan Engkau dengan Aliya Ghulam Zulaikha binti Almarhum Imran Ghulam dengan maskawin berupa emas 100 gram di bayar tunai," ucap Penghulu.

Zain menarik napas panjang, "Bismillahirrohmanirrohim! Saya terima nikahnya Aliya Ghulam Zulaikha binti Almarhum Imran Ghulam dengan maskawinnya yang tersebut tunai," ucap Zain dengan lantang tanpa ada rasa gugup sedikitpun.

"Bagaimana para Saksi, Sah???" Tanya Penghulu sembari menatap ke arah para Tamu.

"SAH." timpal seluruh Tamu serentak.

"Alhamduillah!" gumam Penghulu.

Zain dan Aliya saling memandang dengan melempari senyuman. Tak lupa Aliya mencium punggung tangan Zain. Sementara Zain mencium kening Aliya sangat tulus.

Hari itu Zain dan Aliya sudah resmi menjadi pasangan Suami Istri.

___TBC__
NextOrStop???
Salam hangat;>

             SriWulandari_13

SUAMIKU DOKTER TAMPAN (selesai) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang