2. Papa Jef

6K 514 11
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pa ...."

Jeffri menoleh ke arah pintu kamarnya yang baru saja dibuka oleh seorang anak kecil.

"Apa sayang?" tanya Jeffri.

"Kok Papa ninggalin Keinan, Keinan takut tidul sendili," ujar Keinan dengan logat khas anak kecil.

Jeffri tersenyum lalu berjalan kearah Keinan dan mengendongnya.

"Maaf ya? Papa tadi tiba-tiba ada tugas yang harus diselesaiin," ujar Jeffri sambil mencium pipi putra semata wayangnya itu.

"Keinan tidul dikamal papa aja ya?" tanya Keinan.

"Oke, kalau gitu ayo papa temenin jagoan papa," ujar Jeffri lalu menemani Keinan tidur.

"Keinan, jadi anak yang pinter ya? Jangan kecewain Mama kamu, sama jangan kecewain Papa Jef ya?" tutur Jeffri pelan sambil mengusap kepala Keinan.

"Iya, Keinan janji gak nakal," ujar Keinan sambil memejamkan matanya.

Jeffri tersenyum sambil mengusap alis Keinan, biasanya Keinan akan langsung tertidur saat mendapat perlakuan demikian.

***

Aktivitas pagi Jeffri tidak jauh-jauh dari mengurus anak. Membangunkan Keinan, terkadang memandikan Keinan saat Keinan sedang tidak mau mandi sendiri, memasak sarapan untuk dirinya dan Keinan, lalu mengantar Keinan sekolah.

Kenapa Jeffri tidak mencari babysitter? Dulu pernah, tapi Jeffri selalu merasa tidak cocok dan tidak nyaman. Jeffri hanya meminta asisten rumah tangga yang ada di rumah orang tuanya untuk datang kerumah Jeffri selama tiga kali dalam seminggu, sekedar untuk membersihkan rumah dan mencuci pakaian Jeffri dan Keinan, sisanya Jeffri sendiri yang menanggani.

"Papa kancing baju Keinan hilang satu," ujar Keinan sambil berjalan pelan mendekati Jeffri yang sedang menyiapkan sarapan. Jeffri tersenyum lalu mendekati Keinan memeriksa kondisi baju Keinan.

"Astaga Kei ini hahahaha."

Jeffri tertawa, ini bukan masalah kancing baju Keinan yang hilang, tapi Keinan yang tidak pas meletakan kancing bajunya ke lubang yang menjadi tempat kancingnya dikaitkan. Keinan mengaitkan kancing kedua ke lubang nomer pertama, pastilah dia merasa kancingnya hilang satu karena ada satu lubang tersisa.

PAPA JEFF (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang