Part 5

311 44 2
                                        

Semenjak kejadian di toilet Adelio semakin kesal kepada Zahra begitu pula dengan Zahra ia tidak tambah kesal lagi tapi udah benci kepada Adelio, apakah mungkin mereka akan jatuh cinta? I don't know biarlah takdir yang menjawab.

"Pagi bun, bang" sapa Adelio lalu ia duduk.

"Pagi"ucap Yoga dan Cintya.

"Bun, nanti aku kayaknya pulang agak telat, soalnya kurang 1 hari ulang tahun sekolah apa lagi partner Adel bikin kesel bun, cewek tapi nggak kayak cewek " ucap Adelio panjang lebar.

"Terus nggak cewek apaan? Mungkin dia beda dari yang lain kamu aja yang baru kenal"jawab Cintya sambil mengoleskan coklat ke roti.

"Tau tuh, lu jangan langsung nilai dia jelek siapa tau dia kalau belum kenal orang begitu. Jangan lihat orang dari luarnya aja"timpal Yoga.

"Kok gue merasa terpojokkan ya"ujar Adelio dengan nada dingin.

"Ngapain lo mojok²" ucap Yoga dan Cintya.

"Au ah nggak abang nggak emak sama aja"kesal Adelio.

"Potong uang saku nih?"ancam Cintya.

"Potong aja bun udah potong aja"

"Apa sih lu bang. Jangan dong bun baperan banget sih bunda" ucap Adelio dengan muka memelas.

"Iya² becanda aja bunda, udah sana berangkat udah jam 06.30 nih"kata Cintya, lalu Adelio menghampiri dia dan mencium tangan Cintya.

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

"Kamu nggak ke kampus yog?"tanya Cintya.

"Oh iya ya bun, Assalamualaikun" lalu Yoga mencium tangan Cintya.

"Waalaikumsalam"

*****

"Dek nanti kalau ada temen abang kesini bilang aja abang lagi siap²"teriak Alam dari kamarnya.

"Iya, cowok apa cewek?"tanya Zahra dengan nada sedikit teriak.

"Cowok"jawab Alam, Zahra hanya mengangguk mengerti.

"Oh ya kak nanti gue pulang agak telat soalnya mau persiapan acara sekolah" kata Zahra.

"Iya tapi kakak nggak bisa jemput, nebeng teman lu ya"

"Ayah kan ada"

"Ayah lagi keluar kota, baru tadi berangkat"

"Yaudah deh"

Tok tok tok...
Lalu Zahra membukakan pintu dan ternyata teman Alam.

"Alam nya mana ya?"tanya Yoga.

"Dalem"jawab Zahra dengan muka datar.

"Buset dah cuek amat nih cewek"batin Yoga.

"Masuk aja"ujar Zahra lagi, Yoga mengangguk dan berjalan kedalam rumah. Tapi Zahra pergi keatas untuk berpamitan kepada Alam.

"Kak udah ada teman lo tuh, gue berangkat dulu ya. Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Saat Zahra turun Yoga selalu menatap Zahra dari awal ia turun dari tangga sampai kebawah.

"Apa lo lihat²"ketus Zahra, sontak Yoga langsung gugup.

"Ng--nggak ap_" belum sempat menyelesaikan bicaranya Zahra sudah berjalan nenuju keluar rumah. "Anjir tuh adiknya si Alam" gumam Yoga.

Sesampainya Adelio di SMA WIJAYA HARAPAN, ia berjalan menyusuri koridor untuk pergi ke kelasnya, banyak sekali para siswi berbisik-bisik tentang Adelio.

ADELIO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang