Is That Love?

65 4 0
                                    

Pagi itu Chang Kyun menjemput Adria untuk mengantarnya ke kantor. Karena ibu presdirnya itu sedang tidak enak badan. Hari ini mereka harus memakai pakaian tradisional sesuai tradisi tiap Lunar Year. Chang Kyun terus mengusap hanbok yang ia kenakan hari ini. Pria itu tersenyum, betapa bagusnya baju yang Adria buatkan untuknya. Ah, ia jadi penasaran bagaimana penampilan Adria hari ini.

Ia melihat wanita itu tengah mengunci pintu rumahnya. Chang Kyun segera keluar untuk membukakan pintu mobil. Saat wanita itu memegangi kedua sisi gaunnya membuat Chang Kyun tak kuasa untuk menahan rahang bawahnya untuk tidak jatuh. Adria tidak tersenyum, ekspresinya dingin. Sama seperti biasa, aura icy nya itu membuatnya terlihat anggun.

"Heh. Tutup kedua bibirmu itu" Adria menyentuh dagu Chang Kyun. Sementara pria itu hanya tertawa kecil seperti anak anjing. Setelah ibu presdirnya masuk, Chang Kyun segera duduk di bangku kemudi.

Ia memasangkan sit belt sebelum berangkat. Merasa Adria mengamatinya, Chang Kyun menoleh. Wanita itu mengusap hanbok yang di pakai Chang Kyun, lalu mengangguk dengan ekspresi "well, not bad"

"Ini hanbok terbagus yang pernah aku pakai. Mewah, bahannya tidak panas, tidak gerah. Aku suka. Terima kasih noona" Chang Kyun tersenyum manis.

"Ah iya" Adria mengambil sebuah paper bag lalu menyerahkannya pada Chang Kyun.

"Eung?" Kini pria itu membuat suara puppy ketika bingung.

"Selamat ulang tahun yang ke 24. Kau sudah tumbuh sebesar ini dengan baik, cerdas dan tampan. Noona menyayangimu" Chang Kyun membaca kartu ucapan yang Adria buat. Rasanya seperti membaca surat dari kakak kandungnya sendiri dan ia hampir menangis.

"Saengil chukkae, little wolf" Adria mengulurkan tangan kanannya untuk meraih tengkuk Chang Kyun. Lalu memberinya sebuah kecupan singkat di pelipis kirinya.

"Bagaimana kau tahu?" tanya Chang Kyun mengusap air matanya.

"Aku tahu semua profil orang yang aku sayangi. Menyembunyikan sesuatu dariku tidak ada gunanya" Adria menjawab dengan sarkastis. Seulas senyum timbul.

Chang Kyun menemukan sebuah arloji. Seingatnya, benda ini sangat mahal. Kemudian ia ingat, ia pernah melihat jam ini di etalase saat mengantar Adria membeli aksesoris untuk pemotretan bulan lalu. Wanita itu ingat, ia mulai menangis lagi. Seketika ia memeluk Adria yang menepuk punggungnya dengan hangat. Padahal Chang Kyun benci sekali harus menjadi sentimental, ia benci menangis.

"Kalau dalam waktu 5 menit kita tidak berangkat. Kita akan terlambat, wolf" Adria berbisik. Chang Kyun dengan cepat melepaskan kedua tangannya yang sedari tadi memeluk Adria. Tangannya secepat mungkin mengusap pelupuk matanya yang basah. Ia segera menstater mobil Adria, wanita itu mengusap kepala Chang Kyun sebelum mereka keluar.

 Ia segera menstater mobil Adria, wanita itu mengusap kepala Chang Kyun sebelum mereka keluar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua karyawan dengan antusias menunggu kedatangan Adria. Kedua mata mereka sudah merasa lebih baik setelah melihat Lee Min Hyuk yang datang dengan stelan hanbok modern berwarna navy. Pria itu sempat membuat resepsionis jatuh terduduk karena kakinya gemetar tak kuasa menahan kekagumannya melihat Wakil Direktur itu sangat tampan hari ini. Lalu Kaisa, asisten primary direktur itu menggunakan hanbok mewah buatan sang presdir. Perut besarnya bahkan malah memperindah bentuk tubuh ibu hamil yang di balut hanbok itu.

KintsugiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang